Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Berani Tagih Rp1 Triliun ke Pusat! Surat Bupati Siak ke Prabowo, Dahlan Iskan: Kepala Daerah Sudah Mau Meledak!
BUALBUAL.com - Kolumnis senior Dahlan Iskan memberikan perhatian khusus terhadap langkah Bupati Siak, Afni Zulkifli, yang memilih menyampaikan langsung surat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait tunggakan dana pemerintah pusat untuk Kabupaten Siak.
Dalam surat tersebut, Afni meminta pemerintah pusat segera menuntaskan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang hingga kini belum diterima sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Siak.
Sikap Afni itu menjadi salah satu sorotan utama dalam tulisan Dahlan Iskan berjudul Bagi Hasil yang terbit pada Sabtu (13/6/2026).
Pada awal tulisannya, Dahlan mengulas program "Reboan" yang digelar Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Forum yang berlangsung setiap Rabu itu menjadi ruang bagi kepala daerah untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Menurut Dahlan, pemerintah daerah membutuhkan wadah seperti itu karena tekanan fiskal yang mereka rasakan semakin besar setelah terjadinya pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat.
Namun, di tengah berbagai keluhan yang muncul, Dahlan menilai suara paling menonjol datang dari Kabupaten Siak, Riau.
Ia menyebut Afni Zulkifli, yang baru menjabat sebagai bupati, tidak hanya mengandalkan forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi daerahnya. Afni bahkan mengambil langkah lebih jauh dengan mengirim surat langsung kepada Presiden.
Dahlan mengungkapkan, yang menjadi perhatian Pemkab Siak bukan hanya DBH tahun berjalan, tetapi juga kekurangan pembayaran dari tahun-tahun sebelumnya yang belum diselesaikan pemerintah pusat.
Menurut perhitungannya, tunggakan DBH dari tahun sebelumnya mendekati Rp500 miliar. Sementara hak daerah yang masih dinantikan pada tahun ini juga berkisar Rp500 miliar, sehingga total kewajiban yang belum diterima mencapai sekitar Rp1 triliun.
Dalam tulisannya, Dahlan juga menyinggung perjalanan politik Afni yang dinilai tidak mudah. Ia harus melalui proses panjang, termasuk dua kali sidang di Mahkamah Konstitusi, sebelum akhirnya terpilih sebagai Bupati Siak.
Dahlan menilai Afni berhasil meraih jabatan tersebut tanpa praktik politik uang maupun transaksi politik yang lazim disebut "beli perahu".
Menurutnya, modal utama Afni adalah rekam jejak dan reputasinya sebagai putra daerah, akademisi bergelar doktor, serta pengalaman sebagai pemimpin redaksi media di Riau.
Dahlan menggambarkan Afni sedang menghadapi tantangan berat karena ingin segera merealisasikan berbagai janji kampanye. Di sisi lain, ia juga harus mengelola kondisi keuangan daerah yang tidak ideal akibat mewarisi utang sekitar Rp300 miliar dari pemerintahan sebelumnya.
Selain menuntut penyelesaian tunggakan DBH, Afni juga mengingatkan pemerintah pusat tentang kontribusi historis Kabupaten Siak bagi Indonesia.
Ia menyinggung sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura yang pernah menjadi salah satu kerajaan Melayu terbesar dengan pengaruh hingga ke kawasan Temasek, Johor, dan Melaka.
Dahlan turut mengutip pernyataan Afni mengenai peran Sultan Syarif Kasim II yang menyerahkan harta serta wilayah kekuasaannya demi mendukung perjuangan lahirnya Republik Indonesia.
Catatan Dahlan Iskan tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena mencerminkan keresahan sejumlah pemerintah daerah terkait lambatnya penyaluran Dana Bagi Hasil, yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah penghasil sumber daya alam.

Berita Lainnya
Kursi Menimbang Marwah
Semangat Hari Kartini, PLN NP UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak di TAS Ibu Mithali
Dari Pekanbaru, HIPPMA Insel Sampaikan Dukungan Terhadap Pinjaman 200 M Pemkab Inhil
Ketika Geografi Mengalahkan Kebijakan: Problem BBM di Indragiri Hilir
Dt. Dr. Junaidi, SHI., M. Hum, Pembalakan Liar dan Wajah Ekonomi Sosial Kita
Celoteh Bang Bual : Dulu Teriak Petani Sejahtera, Kini Petani Kelapa Merana
Marhaban Ya Ramadhan: Selamat Datang Tamu Agung 2026
Semangat Hari Kartini, PLN NP UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak di TAS Ibu Mithali
Pena di balik Jabatan
Anggaran Dipangkas, Program Mandek, Gaji Tak Terbayar, Jabatan Kades Tak Lagi Menggiurkan
Dari Pekanbaru, HIPPMA Insel Sampaikan Dukungan Terhadap Pinjaman 200 M Pemkab Inhil
Dandim 0314/Inhil Monitoring Proyek Koperasi, Cegah Penyimpangan