Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Semangat Hari Kartini, PLN NP UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak di TAS Ibu Mithali
BUALBUAL.com - Dalam momentum Hari Kartini, PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tenayan kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas pengasuhan anak. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan monitoring tumbuh kembang anak di TAS Ibu Mithali, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dan implementasi program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN.
Melalui program ini, PLN NP UP Tenayan bersama pengelola TAS Ibu Mithali melakukan pemantauan menyeluruh terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, hingga observasi perkembangan motorik dan sosial anak guna memastikan tumbuh kembang yang optimal sejak usia dini.
Manager PLN NP UP Tenayan, Khoirul Huda, menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya ibu dan pengasuh, sangat strategis dalam membentuk generasi masa depan.
“Semangat Kartini bukan hanya soal emansipasi, tetapi juga bagaimana perempuan berperan dalam membangun generasi bangsa. Melalui program TAMASYA, kami ingin mendukung para ibu dan pengasuh agar lebih percaya diri dan memiliki pengetahuan dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Pihak TAS Ibu Mithali menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai, dukungan PLN NP UP Tenayan tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga meningkatkan pemahaman para ibu dan pengasuh dalam memberikan pola asuh yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, PLN NP UP Tenayan menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak dini. Dengan memperkuat peran keluarga dan perempuan sebagai pilar utama, diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Berita Lainnya
Raja Bujang: Sunyi di Tengah Riuhnya Roda Ekonomi
Birokrasi dan Paradoks Kepemimpinan: Ketika yang Paling Pintar Bukan Selalu yang Terpilih
Dua Kali Disidang, Abdul Wahid Justru Banjir Dukungan: Publik Riau Mulai Bersuara
Dt. Dr. Junaidi, SHI., M. Hum, Pembalakan Liar dan Wajah Ekonomi Sosial Kita
Islam Melayu: Rumah Toleransi yang Terlupakan
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan
Banjir Rob: Dari Fenomena Alam, Bisa Menjadi Bencana Alam
Muhasabah Ibadah: Jangan Sampai Sunnah Menghalangi Wajib
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan
Chemistry Kepemimpinan: Herman - Yuliantini dan Ritme Baru Pemerintahan Inhil
Ketika Geografi Mengalahkan Kebijakan: Problem BBM di Indragiri Hilir
Percakapan DPRD Inhil Bocor, Jamri: Ini Bukan Candaan, Ini Masalah Integritas