Dari Pekanbaru, HIPPMA Insel Sampaikan Dukungan Terhadap Pinjaman 200 M Pemkab Inhil
BUALBUAL.com - Rencana Bupati Indragiri Hilir, Herman, untuk mengajukan pinjaman daerah senilai Rp200 miliar guna menjaga keberlanjutan pembangunan mendapat tanggapan positif dari Ketua Umum HIPPMA Insel Pekanbaru, Syarif Hidayatullah. Ia menilai langkah tersebut sebagai keputusan berani sekaligus solusi realistis di tengah penyempitan ruang fiskal daerah setelah adanya pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurut Syarif, pemerintah daerah tidak boleh berhenti dalam menjalankan program pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik hanya karena keterbatasan anggaran.
“Jika hari ini Pemkab berani mengambil keputusan dengan dalih kesejahteraan rakyat atas pemerataan pembangunan, maka kita dukung kebijakan itu,” ujarnya.
Syarif menilai rencana pengajuan pinjaman itu bukan sekadar agenda keuangan, namun bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan roda pembangunan tetap berjalan. Ia menyebut bahwa penyusunan rancangan KUA-PPAS 2026 yang memuat rencana pinjaman tersebut merupakan upaya terstruktur untuk menjawab tantangan anggaran daerah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat bukan berarti tanpa kontrol. Justru menurutnya, masyarakat, mahasiswa, dan seluruh elemen yang peduli pembangunan Inhil harus mengambil peran untuk mengawasi implementasi kebijakan agar tetap berada pada jalur dan koridor yang benar.
“Ini langkah yang berani dari Pemkab Inhil sebagai pemangku kebijakan. Tugas kita mengawasi, memperhatikan, dan mengawal agar kebijakan ini benar-benar tepat sasaran. Jika kebijakan ini melenceng dari ketentuan, tentu kita harus mencegah,” tegasnya.
Menanggapi munculnya spekulasi mengenai risiko dan mekanisme pembayaran pinjaman, Syarif menyatakan bahwa setiap kebijakan yang diputuskan pemerintah daerah harus disertai tanggung jawab penuh.
“Jika kepala daerah berani mengambil keputusan, maka secara otomatis ia wajib mampu mempertanggungjawabkannya. Itulah esensi kekuasaan: mengatur, memastikan, dan bertanggung jawab.”
Di akhir pernyataannya, Syarif juga menyoroti peran DPRD Inhil. Ia meminta agar lembaga legislatif tidak hanya menjadi pihak yang mengkritik, tetapi juga harus memberikan alternatif dan solusi.
“Jika DPRD Inhil punya solusi yang lebih baik untuk keluar dari keterbatasan anggaran pembangunan, maka suarakan. Jangan hanya mengkritik tanpa solusi. Dahulukan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan eksistensi pribadi.”
Sikap yang disampaikan Syarif menunjukkan bahwa wacana pinjaman Rp200 miliar tersebut bukan hanya soal setuju atau menolak, tetapi tentang bagaimana memastikan kebijakan publik berjalan transparan, terukur, dan bertanggung jawab.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan pemerintah daerah dan pembahasan bersama DPRD untuk memastikan keputusan tersebut benar-benar membawa manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indragiri Hilir.

Berita Lainnya
Dari Konten ke Kepedulian, Fahro Rozi - Ario Wujudkan Rumah Layak untuk Janda Cik Mahare di Desa Igal Mandah
Birokrasi dan Paradoks Kepemimpinan: Ketika yang Paling Pintar Bukan Selalu yang Terpilih
Mengurai Kisruh Pinjaman Inhil: Kolaborasi Lebih Penting daripada Polemik
Reteh Ku Sayang, Reteh Ku Malang: Infrastruktur Rusak, Musibah Kebakaranpun Datang
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Semangat Hari Kartini, PLN NP UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak di TAS Ibu Mithali
Marhaban Ya Ramadhan: Selamat Datang Tamu Agung 2026
Dulu Kaya dari Kelapa, Kini Petani Menjerit: Siapa yang Menikmati ''Telur Emas'' Inhil?
Kursi Menimbang Marwah
Sinergi Pemerintah dan DPRD, Jawaban Tantangan Pembangunan Inhil
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan