Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
BUALBUAL ADAT MELAYU
Ketegasan Beradab, Teguran Berhikmah Jalan LAMR Menjaga Martabat Melayu
BUALBUAL.com - Pengukuhan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini kembali mengingatkan kita betapa tinggi dan mulianya kedudukan adat dalam kehidupan orang Melayu. Prosesi yang berjalan tertib dan sarat makna bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa adat adalah tiang seri yang tak boleh runtuh walau zaman terus berubah.
LAMR bukanlah wadah biasa. Ia didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, memikul amanah sebagai penjaga warisan leluhur, pengayom tatanan adat, sekaligus penuntun masyarakat agar tetap berada di jalan yang bersendi syarak serta bertunjang pada kebijaksanaan orang tua-tua.
Namun di balik kemuliaan itu, tersimpan tanggung jawab yang tidak ringan. Di sinilah kita perlu bertanya kembali: sudahkah lembaga ini benar-benar menjalankan marwah sebagaimana amanah adat?
Gelar adalah Amanah, Bukan Kebesaran Diri
Para Datok Seri, Datok, dan Datin yang dianugerahi gelar adat sejatinya memikul amanah besar. Dalam adat Melayu, gelar bukan sekadar penghormatan, melainkan penegasan bahwa pemangkunya harus menjadi contoh dalam tutur, tingkah, dan akhlak.
Orang bergelar tidak boleh semaunya berkata, tidak boleh sesukanya bertindak.
Setiap perbuatan mereka adalah cerminan marwah LAMR. Karena itu, adat selalu mengingatkan: berhati-hatilah dalam langkah, haluskanlah bicara, timbanglah keputusan. Jangan sampai kekhilafan kecil mencederai lembaga yang kita junjung tinggi.
Adat Mesti Berdiri di Tengah Zaman, Bukan Tertinggal oleh Zaman
Di era media sosial yang sering melunturkan sopan santun dan merendahkan nilai kemanusiaan, LAMR dituntut menjadi benteng moral yang menegakkan adab tanpa meninggalkan kebijaksanaan.
Adat yang kuat bukanlah adat yang kaku, tetapi adat yang mampu menuntun masyarakat menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri.
LAMR tidak boleh hanya hadir pada acara adat, tetapi harus tampil ketika masyarakat memerlukan panduan, penyelesaian masalah, atau sekadar nasihat penyejuk di tengah derasnya arus zaman.
Ketegasan dalam Adab, Kelembutan dalam Tegur
Orang Melayu dididik menegur dengan adab, memperingatkan dengan hikmah, dan menuntun dengan kebijaksanaan. Bila ada kekhilafan dalam tubuh LAMR—baik dalam sikap, ucapan, maupun tindakan—teguran wajib disampaikan, namun tetap dalam bingkai hormat dan persaudaraan.
Marwah lembaga adat bukan hanya dijaga oleh ketuanya, tetapi oleh setiap orang yang bernaung di dalamnya
Menjaga Nama Baik Adat adalah Tugas Bersama
LAMR Inhil memikul amanah besar sebagai payung negeri, penjaga adat resam, serta pemelihara seni dan budaya Melayu yang luhur. Amanah ini hanya dapat ditunaikan apabila setiap pemangku adat menempatkan diri sesuai martabat gelar dan tetap rendah hati dalam menjalankan tugas.
Semoga para Datok Seri, Datok, dan Datin senantiasa diberi kebijaksanaan serta kelapangan hati untuk menjaga marwah adat, memperkuat persaudaraan, dan memandu masyarakat dengan adab yang tinggi.
Sebab adat Melayu mengajarkan bahwa kemuliaan tidak terletak pada gelar, tetapi pada budi.
Penulis: Datuk Indra Maulana

Berita Lainnya
Apakah Oknum DPRD Dapat Mengelola Program MBG/ PGN?
Sinergi Pemerintah dan DPRD, Jawaban Tantangan Pembangunan Inhil
Dewa Janus hingga Pesta Kembang Api: Menelusuri Akar Tahun Baru Masehi dan Pandangan Islam
Drs H Asra Faber MM : Orang Baik Harus Paham Politik Jika Tidak, Penjahat yang Kedalikan
Ungkap Kasus Illegal Logging di Siak Kecil, Satu Pelaku Diamankan
Percakapan DPRD Inhil Bocor, Jamri: Ini Bukan Candaan, Ini Masalah Integritas
Dandim 0314/Inhil Monitoring Proyek Koperasi, Cegah Penyimpangan
Chemistry Kepemimpinan: Herman - Yuliantini dan Ritme Baru Pemerintahan Inhil
Berani Tagih Rp1 Triliun ke Pusat! Surat Bupati Siak ke Prabowo, Dahlan Iskan: Kepala Daerah Sudah Mau Meledak!
Tafsir Musibah Untuk Bencana Alam Sumatera: Antara Ujian, Peringatan, dan Ketetapan Ilahi
Ketika Geografi Mengalahkan Kebijakan: Problem BBM di Indragiri Hilir
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan