Gubernur Riau Buka Pakar DKR, Berharap Muncul Industri Ekraf
BUALBUAL.com - Lewat rekaman video Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si membuka perhelatan Pajang Karya (PaKar) Dewan Kesenian Riau (DKR), Sabtu 06 Februari 2021 malam.
"Kami berharap dengan helat PaKar DKR ini muncul industri ekonomi kreatif (Ekraf) dari perupa di Provinsi Riau," ucap Syamsuar.
Syukur Alhamdulillah, kata Syamsuar, Dewan Kesenian Riau terus berupaya menjulang seni budaya Melayu. Kali ini melalui komite seni rupa, DKR menaja Pajang Karya atau PaKar yang merupakan sebuah ajang pameran senirupa yang Insya Allah dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
Pemerintah Provinsi Riau, sambung Syamsuar, sangat mengapresiasi perhelatan yang bertemakan "Marwah dan Indentitas" ini. Tentunya pemerintah berharap kegiatan ini menjadi media ekspresi dalam menumpahkan nilai-nilai estetika yang diusung dan menemukan ciri bentuk pada karya perupa di Provinsi Riau.
"Pajang Karya DKR ini adalah bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama," ungkap Syamsuar.
Sementara itu Ketua Umum DKR Taufik Hidayat yang biasa disapa Atan Lasak menyebutkan, mengingat kondisi Covid-19 sehingga peserta yang ikut dalam PaKar ini dibatasi begitu juga dengan jumlah pengunjung, diatur sedemikian rupa sehingga tetap dalam protokol kesehatan.
"Seniman yang mengirimkan karyanya sebanyak 18 seniman dengan 45 karya. Setelah melalui kurasi maka terpilih sebanyak 7 seniman, dan 1 di antaranya dari komite senirupa DKR. Sedangkan karya yang dipajangka sebanyak 13 karya. Perhelatan ini berlangsung hingga tanggal 20 Februari mendatang," beber Atan Lasak.
PaKar DKR ini, jelas Atan Lasak, adalah sebuah perhelatan yang merupakan program tahunan DKR dalam hal ini ditaja Komite Seni Rupa.
Dia berharap, perhelatan ini bisa dilaksanakan tiga bulan sekali, artinya dalam setahun bis tiga kali PaKar diselengarakan.
"Oleh karena itu, kami memohon kepada seluruh lapisan masyarakat kiranya dapat mendukung dan mendoakan agar kegiatan ini bisa terus terlaksana. Apalagi
PaKar DKR ini adalah sebuah upaya kami dalam menghimpun ekspresi estetika perupa di Provinsi Riau dalam gambar yang berkata-kata. Tentunnya gambar atau lukisan itu menjulang marwah dan identitas diri bangsa," ucap Atan Lasak.
Para kolektor, sambung Atan Lasak, bisa memiliki karya perupa yang dipajangkan dan tentunya membayar mahar sesuai dengan ijab yang disepakati.
"Menariknya pada PaKar ini para sponsor bisa langsung memiliki karya yang dipajangkan, dan ini sesuai dengan nilai yang dibantu. Maknanya, DKR sudah berupaya menjual karya yang dipajangkan dan sponsor tidak hanya membantu tapi juga mendapat karya yang dipajangkan," jelas Atan Lasak.**

Berita Lainnya
Riau Usulkan Penempatan 109 Tenaga PPPK ke Kemenpan-RB
Massa Duduk di Depan Gerbang , 3 Perwakilan Suporter PSPS Riau Diterima Chevron
Kepala Daerah di Riau Diminta Periksa Kesehatan Terkait Virus Corona
Lewat Surat LAMR NO. SK-22/LAMR/VII/2019 M-1440 H. Said Syarifuddin Resmi Jadi Plt Ketua LAMR Inhil
Kejari Pekanbaru Usut Dugaan Kredit Macet Rp 1Miliar di PT PER 'BUMD Provinsi Riau'
KPK: OTT Gubernur Kepri Nurdin Basirun Muluskan Izin 'Resort' di Hutan Lindung
Diskominfotik Bengkalis Gelar Sosialisasi UU KIP No. 14 Tahun 2008
Lama Antrean Jadi Alasan 177 WNI Gunakan Paspor Filipina untuk Berangkat Haji
Kades Belaras Barat "Atan Herman" Gerakan Satu Hati Lahir Sebagai Jawaban dari kekhawatiran Tentang Angka Penderita Stunting di Kabupaten Inhil
Ada Penambahan Rp271 Miliar, MoU KUA PPAS APBD-P Riau Tahun 2019
Inikah Penyebab Zidane Mundur Sebagai Pelatih Madrid?
Paslon Gubri AYO Janji Prioritaskan Pendidikan Hingga ke Pelosok