Gubernur Ansar Buka Rakor Kepala Daerah Tingkat Kabupaten dan Kota di Karimun
KEPRI (BUALBUAL.com) - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad secara rutin mengundang bupati dan walikota dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepri untuk mengadakan rapat koordinasi tingkat kepala daerah.
Dalam rapat koordinasi, secara umum Gubernur Ansar bersama kepala daerah maupun perwakilan dari setiap kabupaten dan kota membahas tentang isu-isu terkini yang berkembang di Provinsi Kepri dan pengkoordinasian untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kepri. Kali ini rapat koordinasi digelar di Kabupaten Karimun tepatnya di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Senin (19/09).
"Rapat Koordinasi ini merupakan komitmen bersama dalam percepatan pembangunan di segala lini, selain itu koordinasi ini menjadi langkah tindak lanjut dalam menjabarkan segala arahan bapak Presiden Republik Indonesia dalam menggesa pembangunan di tingkat pusat sampai ke daerah," kata Gubernur Ansar dalam pembukaannya.
Adapun beberapa topik pembahasan yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut adalah percepatan laju pertumbuhan ekonomi, realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten/ Kota, realisasi APBD TA 2022 Kabupaten/Kota Se- Provinsi Kepulauan Riau, serta target capaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) sebesar 95 persen, kondisi stunting dan Evaluasi Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Keluarga Berencana di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau.
Selain itu, diperlukan langkah kolaborasi yang cepat dalam menekan laju inflasi yang saat ini sudah mencapai angka 6,00 poin termasuk dari dampak kenaikan BBM melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 218.K/MG.01/MEM.M/2022 Tentang Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Penugasan.
"Saat ini Pemerintah Provinsi telah menyiapkan beberapa skema kebijakan untuk menekan dampak dari kenaikan BBM tesebut dan dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen termasuk stakeholder terkait," jelas Gubernur Ansar.
Dibahas pula dalam rapat koordinasi tersebut target sebesar 40 persen Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten/Kota Se- Provinsi Kepulauan Riau, dan keikutsertaan nelayan pada Program BPJS Kesehatan di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau.
Kabupaten Karimun dipilih sebagai tempat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tingkat Kepala Daerah untuk meningkatkan perputaran ekonomi di Karimun dengan banyaknya peserta rapat koordinasi yang hadir ke Karimun. Hal ini sebagai bentuk dukungan Gubernur Ansar terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten dan kota di Kepri, untuk rapat koordinasi berikutnya Gubernur Ansar merencanakan menggelarnya di Kabupaten Lingga.
Tampak hadir dalam rapat koordinasi tersebut Bupati Karimun Aunur Rafiq selaku tuan rumah, Bupati Natuna Wan Siswandi hadir secara daring, Sekdako Batam, Asisten I Kabupaten Bintan Rony Kartika, Asisten II Kota Tanjungpinang, Kepala BI Perwakilan Kepri Musni Hardi K. Atmaja, Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus, Kepala BRK cabang Tanjungpinang Wan Abdurahman, dan Kepala BKKBN Kepri Rohina.

Berita Lainnya
Ketua TP PKK Mandau Dewi Asdinar Ajak Keluarga PKK se Jecamatan Mandau, Perkuat Silaturahmi
Labor Biomolekuler Riau Periksa Ratusan Sampel Swab dari Kluster BRI Pekanbaru
dr Yovi Jelaskan Terkait Melonjaknya Penambahan Kasus Positif Dari Meranti
Gandeng Belasan Kaum Ibu-ibu, Diskes Meranti Produksi 30.000 Masker untuk Tenaga Medis dan Masyarakat
Martini: Insyaallah, Hari Ini BST Ditransfer ke Rekening 34.529 KK dan 209 Anak Panti
Bupati Kasmarni Bersama Wakil Ketua DPRD Teken Nota Kesepakatan KUA PPAS 2024
Angka Fantastis! Tunda Bayar Siak Tembus Rp339 Miliar, Bupati: Kami Tak Tinggal Diam!
Wabup Bengkalis Ajak Terus Bangun Sinergi, Saat Hadiri Penutupan Diktukba Polda Riau 2023
Pemprov Riau Raih Penghargaan Nasional di Ajang Anugerah Media Humas 2025
Pemko Pekanbaru Perpanjang PSBB 14 Hari Kedepan
Zainal Arifin: Ada 238 Puskesmas di Riau, Izinkan Dipecah Berdasarkan Luas Wilayah
Status Tol Pekanbaru-Dumai Masih Terkendala Tumpang Tindih 551 Bidang Tanah