Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Politik 2024, PAN Riau Yakin Suara Pemilihnya Tak Beralih Ke Partai Ummat
BUALBUAL.com - Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau, Zulfi Mursal, meyakini suara pemilih untuk partainya tidak akan beralih ke Partai Ummat pada Pemilu 2024.
Apalagi, katanya, jika Pemilu 2024 tetap dengan sistem proporsional terbuka, maka PAN khususnya di Riau akan tetap dipilih lantaran partai ini mempunyai figur-figur publik yang sudah mengakar di masyarakat.
"Kalau sistemnya proporsional terbuka maka masyarakat cenderung bergantung kepada figur-figur ketimbang partai. Jadi figur yang bagus di masyarakat, pasti apa pun partainya akan tetap dipilih masyarakat," kata Zulfi Mursal, Kamis, 19 Januari 2023.
Lebih lanjut, Mursal menjelaskan, jika Pemilu dengan sistem proporsional tertutup di mana besarnya fanatisme terhadap partai jadi penentu dalam mendongkrak elektabilitas partai. Zulfi tak menampik, ada masyarakat yang cenderung fanatik kepada partai dengan alasan tertentu seperti ideologi.
"Nah, kemungkinan partai-partai baru tak punya figur publik. Kalau kami di PAN khususnya di Riau ini punya figur publik. Untuk DPR RI misalnya ada John Erizal dan Irvan Herman, anak Riau yang go nasional," tuturnya.
Begitu juga di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota, lanjut dia, kader PAN sudah menduduki parlemen dengan mengisi semua Dapil yang ada.
Baca Juga
Capella Gelar Honda Sport Motoshow Big Scale di Mal SKA Pekanbaru
Syamsuar Optimis Tour de Siak Bantu Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Lokal
912 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Pergantian Tahun di Pekanbaru
"Kalau tak berubah di delapan Dapil itu PAN sudah full dengan figur-figur yang insya Allah kader-kader terbaik partai. Sementara partai lain masih mencari-mencari, di PAN sudah penuh, bahkan berlebih dan harus disortir. Itulah gambarannya kalau proporsional terbuka," ucapnya.
Legislator DPRD Riau ini menyebut gambaran politiknya akan berbeda kalau sistem sistem proporsional tertutup dimana masyarakat hanya memilih partai.
"Kalau proporsional tertutup, partai-partai baru seperti Partai Ummat, Partai Gelora dan lainnya berpotensi mendegradasi perolehan suara partai-partai yang sudah lama ada," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPW Partai Ummat Riau, Fauzi Kadir, mengatakan pandangan Partai Ummat mengalahkan suara PAN adalah hal yang logis.
"Kalau dilihat voting Refly Harun itu kami sudah unggul baru dua hari. Kami kerja politik bukan trik, tapi mempengaruhi policy," kata Fauzi, Senin, 2 Januari 2022 silam.
Menurutnya, jika Partai Ummat melakukan kerja-kerja politik yang efektif dan produktif, maka tak menutup kemungkinan akan meraih suara melebihi PAN.
"Itu baru dua hari, insyaAllah 1,5 tahun ke depan kami bisa memperoleh suara lebih. Karena kami bicara soal keadilan hal yang utama bagi masyarakat kita. Baik pendidikan, moral, ekonomi, lingkungan dan lainnya," tuturnya.

Berita Lainnya
Disela Kampanye Dialogis, Bang Ferry Nyobain Madu Al-Hikmah Sungai Salak
Ketua PKB Riau Beberkan Alasan Mengalihkan Dukungan Pada Pilkada Bengkalis
Usai Dideklarasi, Jarnas ABW, Besilahturahmi dengan DPW Nasdem Riau dan Forum RW
Meskipun Sempat Ditolak Preman dan Ketua RT, Ratusan Emak-Emak Tetap Hadiri Kampanye Dialogis P4TEN di Sukajadi
Septian Nugraha
Silaturahmi dengan Tokoh dan TPK, Abdul Wahid Janji Perjuangkan Keadilan Tata Ruang Meranti
Fahri Hamzah: Pemerintah Presiden Jokowi Makin Tak Tertib
Soal Dukungan Capres, PKS: Sikap Politik Partai adalah Hak Masing-masing
H Dani Daftarkan Diri, Agus Salim: PPP dan PKB Inhil Adalah Saudara Kandung
Asmadi Serahkan SK PAC Partai Gerindra Kateman, Supriyadi: Saya Siap Besarkan Partai Gerindra dan Perjuangkan Hak Rakyat
Maknai Harlah ke-27, PKB Inhil Gelar Bakti Sosial Bersama Lansia di Tembilahan
Yopi Arianto Daftar Calon Gubernur Riau ke Partai NasDem