Asal Usul Batu Nabau, Legenda Ular Menjadi Batu

BUALBUAL.com - Batu Nabau merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di daerah Serawak Malaysia, tepatnya di daerah Engkilili. Batu ini merupakan batu misterius yang dipenuhi berbagai cerita legenda. Batu Nabau berbentuk silindris dengan panjang sekitar 9 meter dan diameter 2 m. Pada salah satu bagian ujungnya terlihat seperti kepala ular dan di ujung yang lain ditutupi semak-semak belukar.
Asal Usul Batu Nabau
Dalam legenda cerita rakyat Iban Borneo Malaysia, Nabau merupakan seekor ular raksasa yang diameternya menyerupai drum dan panjang lebih dari 100 kaki. Penampakan ular ini di Sungai Balih Kapit hampir mirip dengan Monster Loch Ness yang ada di Skotlandia. Jenis ular ini adalah jenis ular piton dan memiliki kekuatan mistis dalam cerita rakyak Iban. Menurut masyarakat setempat, Nabau ini juga pernah muncul di daerah Stambak Ulu dan Ili di Betong, Serawak.
Menurut warga setempat, Batu Nabau tidak pernah terendam air meskipun sedang terjadi banjir. Batu itu terlihat seperti mengambang di air. Sebuah surat kabar Melayu di Malaysia menyebutkan, di batu tersebut ditemukan beberapa huruf alfabet jawi, yakni huruf alif, lam, nun, mim dan sin.
Masyarakat setempat merasa mengalami keberuntungan berada dekat dengan batu penuh legenda cerita rakyat tersebut. Salah satunya karena daerah ini menjadi banyak dikunjungi para wisatawan yang menguntungkan secara ekonomi.
Batu Nabau Sebagai Destinasi Wisata
Keberadaan Batu Nabau telah dikembangkan menjadi salah satu situs wisata yang menarik perhatian banyak orang. Pihak pengelola juga merencanakan pembangunan jalan beton menuju ke lokasi wisata sebelum pengunjung berjalan bebeberapa menit untuk sampai ke landmark tersebut.
Batu Nabau menjadi icon wisata daerah Engkili selama bertahun-tahun. Bagi mereka yang percaya dengan hal-hal mistis sangat tertarik mengunjungi tempat ini untuk melakukan berbagai hal sebagai bagian dari kepercayaannya. Namun, bagi wisatawan yang ingin melihat nilai estetis dari batu tersebut tetap bisa datang dan berkunjung melihat langsung dari dekat tentang batu yang bentuknya cukup unik tersebut.
Menurut warga setempat, saat pengunjung datang, mereka harus mengikuti instruksi yang sudah tercantum di papan pengumuman. Warga percaya, jika pengunjung melanggar aturan tersebut, maka akan mendapatkan kutukan dari sang dewa. Snake Rock menjadi tempat yang cukup terkenal dan menarik minat wisatawan bukan hanya dari dalam negeri Malaysia tetapi juga wisatawan asing. Anda tertarik mengunjungi legenda cerita rakyat batu ular tersebut? Buat yang suka berkunjung dan melihat objek-objek unik, tempat wisata Batu Nabau menjadi destinasi yang pantas untuk dikunjungi.
Saat pengunjung ingin melihat langsung Batu Nabau yang melegenda tersebut, pengunjung bisa singgah ke sebuah pemukiman Iban yang terdekat dengan lokasi batu ular itu. Rumah Bukong Atah merupakan rumah panjang Iban dengan 14 pintu yang jaraknya hanya 50 meter saja dari batu tersebut. Batu Nabau sering disebut dengan Batu Lintang oleh para penghuni rumah panjang.
Sebenarnya, menurut mantan kepala rumah panjang yang bernama Nyalau Muang, batu tersebut hanyalah batu biasa yang sering mereka lewati untuk menuju ke peternakan. Sampai kemudian sekitar 20 tahun lalu, seorang pria asal Siam datang berkunjung. Pria itu mengatakan bahwa ia bermimpi bahwa batu Nabau merupakan ular sejati yang harus diberi penghormatan.
Sejak itu mulailah ritual penghormatan dilakukan oleh orang-orang Siam dengan membawa dupa dan lilin pada batu tersebut. Orang-orang Iban terkejut, tetapi kemudian orang Siam mengatakan ibadah shalat dan persembahan yang dilakukan sudah diterima oleh ular yang ada di dalam mimpi tersebut. Orang-orang Tionghoa melempar koin, telur mentah dan menumpahkan susu ke batu tersebut. Mereka juga melukis batu tersebut dengan garis-garis kuning sehingga bentuknya menyerupai ular. Tak hanya itu, orang-orang Tionghoa juga membangun tempat peristirahatan di dekat batu tersebut yang dikenal dengan nama Snake Rock.
Selanjutnya, orang-orang Iban pun menyebut batu tersebut dengan sebutan Batu Nabau. Mereka mulai percaya bahwa batu tersebut merupakan dewa ular yang melindungi daerah tersebut. Bahkan mereka pun mengadakan upacara ritual serta meminta nomor-nomor undian dari batu tersebut.
Berita Lainnya
Mengenal Desa Belaras: Potret Kemajuan dari Pesisir Mandah
Mengenal Desa Mayang Sari Jaya, Pulau Burung: Dari Transmigrasi Menuju Desa Mandiri
Asal-usul Nama dan Sejarah Desa Pulau Cawan, Permata Putih di Ujung Riau
Cerita Nabi Harun, Mendapatkan Mukjizat Pintar Berbicara dan Mempunyai Tongkat Berbunga
Jejak Orang Laut di Nusantara: Duanu dan Duano, Sama tapi Berbeda
Sejarah Asal-Usul dan Pembentukan Perkembangan Desa Keramat Jaya, Pulau Burung
Satu-satunya Negara Miliki Nama dengan satu suku kata Yaitu Chad, Menjadi Negara paling lapar di Dunia
Sejarah Desa Griya Mukti Jaya, Teluk Belengkong: Lahir dari Semangat Mandiri Warga
Jejak Desa Igal: Sejarah Tak Tertulis dari Tanah Kelapa dan Air Pasang
Generasi Muda Harus Baca! Sejarah Kerajaan Keritang, Indragiri
Sejarah Singkat Desa Hibrida Mulya Teluk Belengkong, Sentra Kelapa Hibrida di Bagian Utara Inhil
SAGO from MANDA Catatan Kejayaan dan Kegemilangan Perdagangan Sagu dari Mandah Abad ke-19