Sejarah dan Asal Usul Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung

BUALBUAL.com - Jauh di timur pesisir Riau, di ujung selatan Kecamatan Pulau Burung, terdapat sebuah desa kecil yang dulunya nyaris tak dikenal. Desa Teluk Nibung, namanya, seperti menyimpan ketabahan dalam sunyi: desa yang tumbuh pelan-pelan, bertahan dengan keringat petani, doa santri, dan gotong royong yang tak lekang oleh zaman.
Dari Hutan Gambut ke Desa Kelapa
Awalnya, Teluk Nibung hanyalah pemukiman kecil di tepi gambut dan rawa, dikelilingi oleh semak dan pohon-pohon sagu. Namun ketika satu demi satu warga datang membawa cangkul dan bibit kelapa, tanah itu perlahan berubah menjadi lahan harapan. Kini, hampir 90 persen warga menggantungkan hidupnya pada perkebunan kelapa—komoditas emas putih yang menjadikan desa ini salah satu tulang punggung ekonomi kelapa di Indragiri Hilir.
"Kalau bukan karena kelapa, entah bagaimana kami hidup," ujar Pak Ahmad, 53 tahun, petani generasi kedua. "Dulu semua dilakukan dengan tangan, bahkan alat bajak kami bikin sendiri."
Gelap yang Disambut Terang
Tahun 2017 adalah momen bersejarah. Setelah sekian lama hidup dalam gelap, listrik PLN akhirnya masuk ke Teluk Nibung. Awalnya hanya beberapa rumah, kini hampir seluruh desa telah menikmati terang lampu, menandai babak baru dalam kehidupan masyarakat.
"Listrik seperti mukjizat bagi kami," kata Bu Nurlela, ibu rumah tangga yang kini menjalankan usaha keripik kelapa dengan bantuan mesin listrik. "Anak-anak bisa belajar malam, kami bisa simpan hasil kebun di kulkas kecil."
Harimau, Lumpur, dan Jalan yang Tak Pernah Mulus
Namun hidup di Teluk Nibung bukan tanpa tantangan. Tahun 2018, warga sempat dihebohkan oleh jejak Harimau Sumatra yang memangsa ternak di Dusun Sungai Prepat. Ketakutan mengendap berbulan-bulan, hingga Balai Konservasi turun tangan menyisir kawasan.
Di sisi lain, jalan-jalan utama desa sering rusak diterjang hujan dan beban truk kelapa. Tapi warga tak tinggal diam. Dengan gotong royong, mereka memperbaiki jalan seadanya, kadang hanya berbekal cangkul dan papan bekas.
"Tak perlu menunggu pemerintah. Kalau kami tidak mulai, siapa lagi?" ujar Pak Junaidi, tokoh masyarakat desa.
Pesantren, Bola, dan Al-Qur’an di Tengah Sawit
Dalam tahun-tahun terakhir, geliat sosial dan spiritual mulai menggeliat. Masyarakat membangun pondok pesantren secara swadaya, dibantu aparat TNI-Polri. Para pemuda mendirikan tim sepak bola, dan BUMDes mulai menggagas koperasi Merah Putih untuk memperkuat ekonomi lokal.
Setiap Jumat sore, anak-anak berlarian ke lapangan bola, sementara malam harinya, mereka mengaji di mushola dengan Al-Qur’an bantuan dari Babinsa.
"Di sini, keamanan dan agama kami jaga bersama. Polisi, tentara, ustaz, semua bersatu," ucap Ustaz Marwan, pengasuh pesantren kecil di desa.
Harapan yang Tak Pernah Pupus
Teluk Nibung bukanlah desa sempurna. Ia masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, sinyal yang tak stabil, dan pasar yang kadang kejam bagi harga kelapa. Tapi yang membedakan Teluk Nibung dengan banyak desa lainnya adalah: mereka tak pernah menyerah.
Mereka percaya bahwa dengan tangan sendiri, mereka bisa membangun jalan, menyalakan lampu, mendirikan pesantren, dan menanam harapan, meski di ujung pulau yang jauh dari gemerlap kota.
“Kami mungkin jauh, tapi kami tak mau tertinggal,” kata Kepala Desa dalam suatu pertemuan, suaranya mantap, penuh percaya diri.
Dan memang, dari semangat seperti itulah desa seperti Teluk Nibung tumbuh — bukan karena bantuan, tapi karena keyakinan.
Sumber:
- WahanaRiau.com – PLN Masuk Teluk Nibung, Warga Syukuran (2017)
- Seribuparitnews.com – Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa Teluk Nibung
- Indragiri.com – Koperasi Merah Putih Bangkitkan Semangat Petani Kelapa
- Finance.Detik.com – Jejak Harimau Sumatra di Perkebunan Warga Inhil (2018)
- Dokumentasi Pemerintah Desa Teluk Nibung – Profil Desa dan Statistik Penduduk
- Liputan Babinsa & Bhabinkamtibmas – Penyuluhan & Pembagian Bantuan Sosial
- Laporan Media Sosial Kecamatan Pulau Burung – Peresmian Jembatan Sungai Prepat (2021)
Berita Lainnya
Singapura Pernah Menjadi Bagian dari Kerajaan Sriwijaya, Sebuah Negara kecil Kini Menjadi Negara Paling Maju di Asia
Sejarah Singkat Desa Indra Sari Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir
Yuk Mengenal Warisan Budaya Tak Benda Riau 'Gambus Selodang' Siak
Desa Bente: Jejak Sejarah, Potensi dan Pusat Lalu Lintas Transportasi Tersibuk di Bagian Indragiri Hilir Utara
Ditemukan Usai Ratusan Tahun Tertimbun Lahar, Beginilah Potret Kolam Mewah Kerajaan Majapahit
Asal Usul Nama 'Sapat' Indragiri Hilir Riau
LAMR Inhu Agendakan Pemberian Gelar Adat Kepada AKBP Dody Wirawijaya
Peta Hindia Belanda, Rencana Jaringan Rel Kereta Api dari Muaro Sijunjung ke Kota Tembilahan
Seni Tradisi Lisan Pertunjukan Tradisional Melayu Bintan 'Mak Yong Warisan' Terancam Punah
Sejarah Desa Tanjung Raja Kateman: Dari Pesisir Sunyi Menuju Desa Mandiri
Satu-satunya Negara Miliki Nama dengan satu suku kata Yaitu Chad, Menjadi Negara paling lapar di Dunia
Desa Sari Mulya Kateman: Potret Kehidupan, Sejarah, dan Harapan di Ujung Indragiri Hilir