Harga Kelapa Makin Anjlok
Nasib Petani Kelapa Inhil Tak Pernah Dapatkan Perhatian Serius dari Pemerintah Daerah Hingga Ke Pusat

BUALBUAL.com - Hening dalam kesengsaraan nasib petani di Kabupaten Indragiri Hilir tentang anjloknya harga kepala dan pinang di ujung masa kepemimpinan Kepala Daerah di Indragiri Hilir dan minimnya pungsi pengawasan dari wakil rakyat.
Faktanya sejak jauh sebelum periode ini dari satu rezim ke rezim lainnya memang tidak ada yang mampu memberikan solusi dan memberikan jaminan secara pasti, Inilah nasib petani kelapa inhil yang tidak tersentuh kepedulian pemerintah baik itu daerah hingga ke Pemerintah pusat.
Kemudian Harga kelapa dan pinang belakangan ini terus mengalami penurunan. Akibatnya Petani Kelapa dan pinang di Desa Bantayan dan Desa Batang Tumu ini menjerit ditambah dengan naiknya harga bahan pokok.

Dahri Iskandar Salah satu Tokoh Pemuda Desa setempat saat di konfirmasi awak media mengatakan selain harganya murah yakni sekitar 1.800 per kg, untuk menjual kelapanya pun juga sangat susah.
"Kalau harga sekarang tinggal 1.800 per kg bulat licin. Ditambah lagi kalau mau menjual sekarang harus nunggu antrian berhari-hari karena kapal sering penuh. “tukasnya. 25/03/23
Dari pantauan didesa desa/Kelurahan seperti lainnya Harga kelapa dan pinang bervariasi hanya di angka 1.800 - 2.300 per kg. Tutupnya
Berita Lainnya
Tenaga Medis Soroti Perilaku Warga yang Sepelekan Imbauan Protokol Kesehatan
IKWM Kenalkan Sagu Mandah Inhil DI Talkshow Pekanbaru
Cari Tempat Ngopi yang Enak di Tembilahan! Kedai Kopi Renzo Jawabannya
Begini Penjelasan DPMPTSP Inhil Soal Izin Industri Pabrik Sagu
Timbangan Pabrik Kelapa Sawit, Rugikan Petani Rp1,18 Triliun Per Bulan
Hati-hati! OJK Minta Masyarakat Riau Waspadai Investasi Ilegal Vtube
Manalah Tahu Bikin Full Senyum, Inilah 10 Ide Bisnis 2023 yang Bisa Dicoba, Siap-siap Cuan
Pendapatan Turun Hingga 80 Persen, Penjual Toko Baju di Tembilahan Banting Setir Menjadi Penjual Masker Kain
Wow!!! Angka Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK Tembus 1,5 Juta Jiwa
Batik Diharapkan Jadi Pendorong Ekonomi Kepri
Edyanus: Jangan Menilai Sebelum Memulai 'Yan Prana Jadi Komut Bank Riaukepri'
Sasar Milenial, HSBC Perkenalkan Pembaruan Layanan Premier 2.0