Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Telah Menyebar ke Sejumlah Negara, WHO Selidiki Covid-19 Subvarian EG.5
BUALBUAL.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melacak beberapa varian Covid-19, termasuk jenis EG.5 yang kini sedang menyebar di sejumlah negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat (AS). Proses pelacakan menjadi upaya WHO guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya lonjakan baru kasus Covid-19.
“WHO saat ini sedang melacak beberapa varian Covid-19, termasuk EG.5, yang kami publikasikan evaluasi risikonya hari ini. Risiko tetap ada dari varian lebih berbahaya yang baru muncul yang dapat memicu peningkatan kasus dan kematian secara tiba-tiba,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Rabu (9/8/2023), dikutip Anadolu Agency.
EG.5 merupakan subvarian Omicron, jenis Covid-19 yang sangat mudah menular. Selain di AS dan Inggris, EG.5 sudah terdeteksi pula di Cina, Korea Selatan, Jepang, Kanada, serta beberapa negara lainnya. Sebanyak 17 persen kasus Covid-19 di AS saat ini diperkirakan dipicu oleh EG.5.
Namun dalam evaluasi risiko yang dirilis WHO, EG.5 disebut tak terlalu menimbulkan ancaman.
“Secara kolektif, bukti yang tersedia tidak menunjukkan bahwa EG.5 memiliki risiko kesehatan masyarakat tambahan dibandingkan dengan garis keturunan keturunan Omicron lainnya yang beredar saat ini,” kata WHO.
Kendati demikian, WHO mengatakan diperlukan evaluasi lebih komprehensif terhadap risiko yang ditimbulkan oleh EG.5. Dalam konferensi pers di Jenewa, Tedros Adhanom Ghebreyesus turut mengumumkan serangkaian “rekomendasi tetap” yang berlaku untuk semua negara mulai 9 Agustus 2023 hingga 30 April 2025.
Rekomendasi tersebut mendesak negara-negara untuk terus menerbitkan data terkait Covid-19, termasuk angka kematian dan jumlah kasus. Ghebreyesus menyayangkan banyaknya negara yang tidak melaporkan data Covid-19 ke WHO. Dia mengatakan hanya 11 persen yang melaporkan rawat inap dan perawatan di ICU terkait virus tersebut.
Dalam rekomendasinya WHO turut menyerukan negara-negara agar mempertahankan program vaksinasi Covid-19. Terkait hal itu WHO menekankan pentingnya memastikan akses yang adil terhadap vaksin yang aman dan efektif.
Pandemi Covid-19 telah membunuh lebih dari 6,9 juta orang di seluruh dunia. Total kasus terkonfirmasi mencapai 768 juta. WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi pada Maret 2020. Status darurat global untuk Covid-19 dicabut WHO pada Mei lalu.

Berita Lainnya
Update Covid-19 Riau: 118 Kasus Positif, 11 Di Rawat, 101 Sembuh
Dana Insentif Penggali Kubur Pasien Covid-19 di Pekanbaru Belum Dibayar
Kamu Harus Tahu! Inilah 6 Jenis Vaksin dan Efektivitas Serta Harga Vaksin COVID-19 yang Digunakan di Indonesia
Dinkes Inhil: Menunjang Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Diperlukan MIK
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 : Riau Layak Menjadi Acuan Penanganan Corona
Dinkes Inhil Hadiri Rapat Bersama Mendagri Rakor Pembahasan KLB Kurtup Polio dan Inflasi Daerah 2024
Hari Ini, Seluruh Pasien Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh
Satu PDP Rohil Hari Ini Dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Pekan Baru
Bersama Bupati Dinkes Inhil Ikut Rapat Progres Persiapan HPN Tahun 2023
Turunkan Gula Darah, Ini Rekomendasi Kegiatan Fisik dari Dinkes Inhil
Dinkes Inhil Dorong Kesehatan Masyarakat dengan Mengelar Pertemuan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok
Dinkes Inhil Sampaikan Pentingnya Memantau Pertumbuhan Si Kecil: Mengapa Menimbang Balita Setiap Bulan