Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Hari Puisi Indonesia: Edi Ahmad RM dan Penyair Ternama Tampil di Dumai
BUALBUAL.com - Dalam rangka memperingati Hari Puisi Indonesia, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Dumai akan menggelar acara sastra bertajuk “Banalitas Bernegara”. Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025, pukul 19.30–22.30 WIB, bertempat di Laman Multi E. Dam, Dewan Kesenian Dumai.
Sejumlah penyair ternama dijadwalkan tampil membacakan karya mereka, di antaranya Peri Sandi, Edi Ahmad RM, Tyas Ag, Agoes S. Alam, Darwis M. Saleh, Assay Malay, Candra Lingga, A. Yani Abu Bakar, Ngah Arol, Siti Adriana, dan Ririn Rosalia. Kehadiran para penyair ini diharapkan dapat memperkaya khazanah sastra sekaligus memberikan pengalaman berkesenian yang mendalam bagi para pengunjung.
Ketua DKD Kota Dumai, Agoes S. Alam, menyampaikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan Hari Puisi ini.
“Puisi adalah jendela jiwa, sebuah cermin yang merefleksikan keindahan sekaligus kerapuhan manusia. Sebagaimana diungkapkan para filsuf, puisi adalah manifestasi kebenaran paling murni, yang mampu menangkap esensi keberadaan lebih dari sekadar kata-kata,” ujarnya.
Melalui puisi, kata Agoes, kita diajak merenung, merasakan, dan memahami kompleksitas kehidupan dengan cara yang estetis.
Senada dengan semangat tersebut, DKD Dumai di bawah kepemimpinan baru kini terus menunjukkan geliat positif di bidang kesenian. Tujuan utamanya adalah membangun kembali tapak kebudayaan di wilayah Dumai.
Menurut Agoes, Dewan Kesenian Dumai memiliki fungsi ideal sebagai fasilitator dan mediator antara seniman dan masyarakat. DKD menyediakan ruang kreasi, membantu seniman dalam berkarya dan berinteraksi dengan publik, sekaligus mempromosikan karya-karya seniman daerah ke tingkat yang lebih luas agar apresiasi masyarakat terhadap seni terus meningkat.
Sementara itu, Edi Ahmad RM, mantan Ketua Dewan Kesenian Riau, membenarkan bahwa dirinya akan tampil membaca puisi dalam peringatan Hari Puisi Indonesia di Dumai.
“Sebenarnya, hampir 10 tahun saya tidak membaca puisi. Saat mendapat kabar untuk tampil di Dumai, tubuh saya langsung bergetar. Apalagi, Dumai punya sejarah yang tidak bisa saya lupakan,” ungkap Edi RM, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Riau periode 2004–2009.
Edi mengenang Dumai sebagai kota yang penuh kenangan.
“Pertama, ketika menjabat Ketua DKR dulu, Dumai adalah salah satu kota yang sering saya datangi karena banyaknya kegiatan kesenian. Kedua, sekitar tahun 1989, bersama Pak Rospian—saat itu Kabag Perekonomian Dumai—saya menjadi salah satu penggagas Festival Budaya Melayu pertama dan terakhir di Dumai,” ujarnya.
Setelah itu, Edi berhenti menjadi wartawan sekaligus perwakilan Riau Pos di Dumai, lalu pindah ke Sumatra Utara untuk mengajar sebagai dosen.
Acara ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pengingat bahwa puisi tetap hidup dan relevan sebagai suara nurani dan kebudayaan.

Berita Lainnya
Totalitas Febby Rastanty di Film Wanita Ahli Neraka: Dari Adegan Berat hingga Latihan Jadi 'Istri yang Baik'
The Candle Light Children Ciptakan Lagu dari Sebuah Mimpi
Mawar De Jong Ungkapkan Penyesalan di Lagu 'Pernah Salah'
Prahara Rumah Tangga Pedangdut Reza Zakarya, Netter: Istrinya Kemana
Dari TikTok ke Spotify, ''Pacar Selingan'' Viral dan Andrigo Siapkan Kejutan Baru
Bawa Pulang Hadiah USD 1 Juta, Putri Ariani Keluar Sebagai Juara 4 America's Got Talent
Yuk Nikmati Lagu Single Terbaru yang Dipersembahan Goodtimes 'Keliru'
Cerita Anak Bintan yang Ingin Keliling Indonesia Sampai ke Sukabumi
Nora Siap Pasang Badan, Jerinx Dianggap Provokator Aksi Tolak Rapid Test dan Terancam Dipolisikan
Sebagai Wujud Duka, Tenaga Medis Perawat Akan Kenakan Pita Hitam
Sayang Dilewatkan, Inilah 9 Rekomendasi Drama Yeonwoo eks Momoland
Endang S Taurina dan Ratih Purwasih Tampil Memukau di Perayaan Tahun Baru Bundaran HI