Pantai Solop di Persimpangan Iman: Antara Riuh Hiburan dan Marwah yang Terancam
BUALBUAL.com - Di hamparan pesisir Kabupaten Indragiri Hilir, Pantai Solop hari ini bukan sekadar tempat berlibur. Ia adalah ruang yang Allah titipkan kepada manusia sebagai ujian apakah kita mampu menjaga nikmat dan adab, atau justru lalai dalam kemaksiatan.
Setiap tahunnya, Pantai Solop dipenuhi manusia. Tawa bersahutan, langkah kaki berjejak di pasir, dan mata memandang luasnya ciptaan Allah. Namun di balik semua itu, ada satu pertanyaan yang mengguncang hati apakah keramaian itu mendekatkan kita kepada Allah, atau justru menjauhkan?
Suara kegelisahan itu kini datang dari para penjaga adat melalui Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Indragiri Hilir. Apa yang mereka sampaikan bukan sekadar kritik sosial, tetapi seruan moral dan panggilan iman.
Datuk Seri Asmadi mengingatkan bahwa negeri ini berdiri di atas nilai agama dan budaya. Sementara itu, Datuk Seri Muammar Khadafi menegaskan bahwa jika pelanggaran norma dibiarkan, maka yang rusak bukan hanya suasana, tetapi tatanan nilai yang telah diwariskan oleh para leluhur yang beriman.
Ini bukan sekadar persoalan adat, tetapi persoalan iman dan tanggung jawab di hadapan Allah. Bukankah Rasulullah SAW telah mengajarkan bahwa rasa malu adalah bagian dari iman? Bukankah Allah telah menetapkan batasan dalam pergaulan, dalam berpakaian, serta dalam menjaga pandangan? Lalu mengapa di ruang publik, kita seakan melupakan semua itu?
Pantai Solop hari ini bukan hanya tentang wisata. Ia adalah cermin hati masyarakatnya. Jika yang tampak adalah kelalaian, maka itu tanda hati yang mulai jauh dari dzikir. Jika yang terlihat adalah pelanggaran, maka itu tanda iman yang sedang diuji.
Ketahuilah, setiap langkah di pasir itu akan menjadi saksi. Setiap pandangan yang dilepas tanpa batas akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap kelalaian yang dianggap biasa bisa menjadi sebab turunnya murka Allah jika dibiarkan tanpa penyesalan.
Namun harapan belum hilang. Seruan dari LAMR adalah panggilan untuk kembali. Kembali kepada adab. Kembali kepada rasa malu. Kembali kepada kesadaran bahwa hidup ini bukan sekadar bersenang-senang, tetapi mengumpulkan amal untuk kehidupan yang kekal.
Pemerintah diminta tegas, penyelenggara diminta bertanggung jawab, dan masyarakat diajak untuk sadar. Karena menjaga Pantai Solop bukan hanya menjaga tempat, tetapi juga menjaga kehormatan negeri dan keselamatan diri di akhirat.
Mari kita ubah arah. Jadikan Pantai Solop bukan sekadar tempat hiburan, tetapi tempat yang tetap bernilai ibadah. Tempat di mana keindahan alam mengingatkan kita kepada Sang Pencipta, bukan malah melalaikan kita dari-Nya.
Sebab jika marwah hilang, maka yang tersisa hanya keramaian tanpa keberkahan. Dan jika iman ditinggalkan, maka hiburan hanyalah jalan menuju penyesalan.
“Ya Allah, jangan Engkau cabut keberkahan dari negeri kami.
Jangan Engkau biarkan kami tenggelam dalam kelalaian.
Bimbinglah kami untuk menjaga adab, menjaga iman, dan menjaga amanah yang Engkau titipkan.”
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Penulis Oleh: H. Andi Muhammad Ramadhani (Bidang Dakwah & Keagamaan LAMR Kabupaten Indragiri Hilir)

Berita Lainnya
IWO Inhil Jembatani Pembuatan Dokumen Kependudukan di Desa Kuala Sebatu
ASPEC - TPI Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Warga Kota Tanjungpinang
Dinsos Lampura Kunjungi Kediaman Warga Pengidap Penyakit Lepra di Desa Ogan Jaya
Ketua TP PKK Kecamatan Mandau, Dewi Asdinar
Sinergi Pemuda dan Partai Golkar Reteh Ringankan Beban Korban Kebakaran Pulau Kijang
Koptan Duri XIII Minta, PN Dumai Tindaklanjuti Permohonan Eksekusi Lahan 387 Ha, Yang Dikuasai Perkebunan PT Murini
PLN Nusantara Power UP Tenayan Bantu 15 Kolam Bioflok, Dorong Ekonomi Masyarakat Lebih Mandiri
Melalui Beasiswa Dhuafa, Rumah Yatim Riau Dukung Puluhan Anak Yatim
Yayasan Vihara Dharma Shanti kembali Gelar Bhakti sosial membagikan sembako 200 Paket Kepada Masyarakat
Bulan Puasa, Perusahaan PT Mustika Agung Group Salurkan 1.940 Paket Sembako & Santuni Anak Yatim 597 Orang
Bukan Sekadar Hiburan, Live Pacu Jalur Virtual Kembali Salurkan Rp2,25 Juta untuk Sesama
Givo Vrabora Soroti Hilangnya Forum MUBES dalam Pemilihan Ketua KMTI Abdurrab