"Haruskah Kami Menangis Darah Dulu?"
Akses Vital Belum Diaspal, Warga Kuansing Kecewa Usulan Jalan Terus Hilang dari APBD
BUALBUAL.com - Kondisi jalan poros di Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan akses jalan sepanjang sekitar satu kilometer yang hingga kini belum tersentuh pengaspalan, meski usulan perbaikannya telah berulang kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju permukiman sekaligus kawasan Pemandian Air Panas. Selain digunakan untuk aktivitas ekonomi, ruas jalan itu juga menjadi jalur penting bagi pelajar dan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Saat musim hujan, kondisi jalan berubah menjadi berlumpur dan licin sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara pada musim kemarau, debu beterbangan dan batu-batu tajam yang berserakan di badan jalan dinilai membahayakan pengguna jalan serta berpotensi memicu kecelakaan.
Kekecewaan warga pun semakin memuncak. Seorang warga Desa Koto Kombu, Mona, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
"Mas Bupati, apakah kami harus menangis darah dulu baru jalan kami diaspal?" ujarnya.
Menurut warga, usulan pengaspalan jalan poros itu hampir setiap tahun disampaikan dalam forum Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan. Namun, ketika memasuki pembahasan di tingkat kabupaten, usulan tersebut dinilai selalu gagal masuk dalam prioritas pendanaan APBD.
Warga juga berharap anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi dari daerah pemilihan setempat lebih aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk mengawal alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur desa.
Masyarakat menilai pengaspalan jalan sepanjang sekitar satu kilometer bukanlah pekerjaan yang terlalu besar dibandingkan manfaat yang akan dirasakan warga, terutama dalam meningkatkan keselamatan, kelancaran mobilitas, serta mendukung pengembangan potensi wisata di wilayah tersebut.
Mereka juga mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan infrastruktur.
Hingga berita ini disusun, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi terkait keluhan warga mengenai kondisi jalan tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama DPRD dapat meninjau langsung kondisi jalan poros Desa Koto Kombu dan memasukkan pengaspalannya sebagai prioritas dalam program pembangunan pada tahun anggaran mendatang.

Berita Lainnya
BRK Syariah Imbau Nasabah Waspada terhadap Website CMS Palsu
Air Pasang Tinggi, Satu Unit Rumah di Concong Roboh Akibat Diterjang Gelombang
PT SAGM Akui Buang Air Perusahaan Turun ke Bawah
Hadiri Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1445 H, Kapolsek Kuindra Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Pemilu Damai
Niat Tanam Sawit, 3 Pembakar Hutan 10 Hektare Diamankan Polisi
Seorang Pemancing Terseret Ombak di Bibir Pantai Sakera Hingga Tak Bernyawa
Guru di Inhil yang Jatuh dari Jembatan Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia
Sambil Menangis, Guru SD Tembilahan Hulu Sampaikan Pesan ke Warganet Stop Sebar Video dan Foto Korban Mutilasi di Inhil
Janji Bela Petani Berujung Pengkhianatan, Rp15 Juta Raib
Warga Kelurahan Air Raja Tanjungpinang Dihebohkan dengan Penemuan Mayat Laki-laki Gantung Diri
Awalnya Hanya Asap, Berakhir Petaka! Kronologi Kebakaran Hebat di Jalan Veteran Tembilahan
Razia Besar di Lapas Pekanbaru: HP, Senjata Rakitan hingga Rice Cooker Diamankan