Padamkan Api Karhutla, Kapten Ijum Tim BPBD Inhil Alami Serangan Jantung
BUALBUAL.com - Di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir, tersimpan kisah pengabdian seorang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil bernama Jamari, yang akrab disapa Kapten Ijum.
Di usia 58 tahun, ia menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas kemanusiaan tanpa mengenal lelah.
Perjuangan Kapten Ijum bermula pada 26 Maret 2026. Saat itu, ia bersama tim ditugaskan melakukan pemadaman di Desa Bekawan. Namun, situasi berubah ketika laporan kebakaran hebat diterima dari Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, yang mengancam permukiman warga. Atas instruksi pimpinan, Kapten Ijum bersama tim segera mengalihkan operasi menuju lokasi baru menggunakan speedboat.
Perjalanan menuju Teluk Nibung tidaklah mudah. Surutnya air sungai secara ekstrem membuat speedboat yang mereka tumpangi beberapa kali kandas. Kapten Ijum bersama tim terpaksa turun ke lumpur untuk menarik perahu, di tengah risiko ancaman satwa liar dari hutan bakau di sekitar lokasi.
Meski kondisi fisik semakin terkuras, mereka tetap bertahan demi mencegah api meluas ke permukiman warga.
Selama lima hari, tim berjibaku menghadapi panas terik, keterbatasan sumber air, dan medan sulit. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil, api berhasil dipadamkan pada 31 Maret 2026.
Namun, dalam perjalanan pulang menuju Tembilahan, tepatnya di perairan Desa Teluk Lanjut, Kapten Ijum mulai mengalami sesak napas. Ia sempat mendapatkan penanganan awal di Pustu setempat dan disarankan beristirahat. Meski demikian, Kapten Ijum memilih kembali mengemudikan speedboat demi memastikan keselamatan anggota tim saat melintasi perairan Kuala Mandah yang dikenal memiliki ombak tinggi.
"Beliau sangat memikirkan keselamatan anggota tim. Kapten merasa pengalaman dan konsentrasi sangat dibutuhkan saat melintasi perairan tersebut," ujarnya
seorang anggota TRC yang mendampingi.
Kondisi Kapten Ijum kembali memburuk saat tiba di sekitar Pulau Cawan. Tim kemudian memutuskan mempercepat perjalanan menuju Tembilahan. Kondisi semakin kritis ketika melintasi Sungai Piring, hingga tim harus meminjam tabung oksigen dari warga desa untuk membantu pernapasan Kapten Ijum.
Setibanya di RSUD Puri Husada Tembilahan, hasil pemeriksaan EKG menunjukkan Kapten Ijum mengalami serangan jantung. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis.

Kapten Ijum menjadi sosok teladan bagi rekan-rekannya. Di usia yang tidak lagi muda, ia tetap berada di garis depan dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Pihak BPBD Indragiri Hilir mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Kapten Ijum agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta melanjutkan pengabdiannya.

Berita Lainnya
Bupati Bengkalis bersama Guru MDTA Dari 4 Kecamatan, Gelar Bersholawat Di Duri
Waspada Karhutla! 15 Titik Api Muncul di Riau, Asap Tebal Masih Terlihat
Sekda Riau: Keamanan Pangan dan Obat Jadi Fokus Pembangunan Kesehatan Daerah
Lewat Perjuangan Septina Kelompok Nelayan di Inhil Terima Bantuan Kapal Fiber 2 GT Mesin Inboard
Sat Shabara Polres Bintan Giat Lakukan Patroli Dialogis Pencegahan Covid-19
Kantor Desa Danau Baru Inhu Tutup di Hari Kerja Diduga Pelayanan Mogok
Sah! Lebaran 2026 Jatuh Pada Sabtu 21 Maret, Ini Hasil Sidang Isbat
Karhutla Inhu Makin Mengganas! Angin Kencang Bikin Api Sulit Dijinakkan, 2 Helikopter Diterjunkan
Kemkomdigi Bersih-Bersih! Dukung Penuh Kejaksaan Usut Kasus Pusat Data Nasional
Forkopimda Purwakarta Ikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-77 di TMP Sirnaraga
Camat Mandau Lepas, Pawai Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kelurahan Talang Mandi
Ansar Serahkan Insentif dan Bantuan Hibah Senilai Rp62 Miliar di Kota Batam