Efek Domino BBM Naik! Harga Plastik Sayur Ikut Meroket, Pedagang di Inhil Kian Terjepit
BUALBUAL.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai berdampak luas hingga ke sektor perdagangan di pasar tradisional. Salah satu imbas yang paling dirasakan pedagang adalah naiknya harga plastik kemasan yang digunakan untuk kebutuhan jual beli sayuran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga plastik jenis HDPE (kantong kresek) dan plastik bening PE untuk sayuran mengalami kenaikan berkisar 15% hingga 25%. Kondisi ini terjadi tidak lama setelah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM yang turut memengaruhi biaya distribusi barang.
Rincian kenaikan harga di antaranya BBM Pertalite dari Rp10.000 menjadi Rp12.500 per liter, Solar dari Rp6.800 menjadi Rp8.500 per liter. Sementara itu, plastik sayur per pack yang sebelumnya Rp8.500 kini naik menjadi Rp11.000–Rp12.000, dan plastik kresek per kilogram dari Rp24.000 naik menjadi Rp29.000–Rp31.000.
Kenaikan ini dikeluhkan para pedagang sayur karena menambah beban operasional harian. Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, kenaikan harga kebutuhan penunjang seperti plastik membuat margin keuntungan pedagang semakin menipis.
Salah satu pedagang sayur di Tembilahan, Ibu Sumi, mengatakan bahwa kondisi saat ini cukup berat bagi pedagang kecil.
“Sekarang semua serba naik. Ongkos angkut naik, plastik juga naik. Kalau dibebankan ke pembeli juga kurang enak, tapi kalau ditanggung sendiri, untung makin tipis, kadang hampir tidak terasa,” ujarnya. 21/04/26
Menurut pelaku usaha, kenaikan harga plastik ini tidak lepas dari naiknya biaya distribusi akibat harga BBM, khususnya solar yang banyak digunakan untuk transportasi logistik. Selain itu, industri plastik juga sangat bergantung pada bahan baku turunan minyak bumi, sehingga fluktuasi harga minyak dunia ikut memengaruhi biaya produksi.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah stabilisasi terhadap harga kebutuhan penunjang usaha kecil, agar dampak kenaikan BBM tidak semakin membebani pelaku usaha di tingkat pasar tradisional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga merambat hingga ke kebutuhan sederhana yang sehari-hari digunakan masyarakat di pasar.

Berita Lainnya
Pupuk PATEN Hadir Jadi Solusi Petani Modern, Praktis Digunakan dan Hasil Panen Lebih Maksimal
Potensi Aren Bisa Ditanam di Riau, DPP APPI Jalin Kerjasama dengan Aptari
Peduli Terhadap Kestabilan Harga Kelapa Petani, Sambu Group dirikan Pancang Pembelian di Daerah
Harga Sawit Plasma Riau Terbaru Turun, Petani Diminta Tetap Waspada
Dari PDMPTSP Riau, Pemkab Inhil Raih Penghargaan Riau Investment Award 2023
Usaha Santan Kelapa Menjanjikan Ditengah Harga Kelapa yang Berfluktuasi di Inhil
Program 'Bedelau' Bank Riau Kepri Bagi - Bagi Hadiah
Turun Tipis, Harga Pinang Kering di Riau Rp10.458 per Kg
BRI Tembilahan Gelar Panen Hadiah Simpedes Tahap I 2022, Total Hadiah Capai 600 Juta
Terbukti Lebih Hemat, Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Gunakan Listrik PLN
Sambu Group Berpartisipasi dalam Seminar Kelapa Internasional
Meski Kantor Libur, Dirut SPR Tetap Bergerak! Dua Kerja Sama Strategis Resmi Dimulai