Kasus Menggemparkan di Siak!
Ternyata! Anggota Polri Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Begini Kronologi Penangkapannya
BUALBUAL.com - Warga Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, digemparkan oleh penemuan seorang perempuan bernama Farida Hanum dalam kondisi meninggal dunia di rumahnya, Selasa (27/10/2026) pagi.
Korban yang diketahui merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN) itu ditemukan dengan luka pada bagian leher. Peristiwa tersebut kini ditangani kepolisian untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif kejadian.
Seorang anggota Polri berinisial WP, yang disebut bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau, diamankan karena diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. WP diketahui merupakan anak kandung korban.
Berdasarkan keterangan saksi, Afrina Ramayana Daulay, WP sempat terlihat keluar dari rumah korban sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, ia disebut sempat mengatakan kepada warga bahwa ibunya sedang tidur dengan nyaman.
Tak lama kemudian, WP kembali menemui tetangga untuk meminta uang tunai dan bantuan agar diantarkan ke kawasan Pasar Sungai Apit. Perilaku tersebut menimbulkan kecurigaan warga hingga mereka memutuskan memeriksa kondisi korban di dalam rumah.
Warga mendapati pintu rumah tidak terkunci. Saat masuk, mereka menemukan Farida dalam kondisi telungkup di atas kasur di ruang televisi, dengan darah di sekitar tubuhnya.
Mengetahui kejadian itu, warga segera melapor ke Polsek Sungai Apit. Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap terduga pelaku yang disebut bergerak ke arah Jalan Hang Tuah.
WP akhirnya diamankan sekitar pukul 07.30 WIB tanpa perlawanan, berdasarkan informasi yang dihimpun dalam laporan tersebut.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, membenarkan bahwa seorang anggota Polri telah diamankan terkait kasus tersebut. Ia mengatakan, penanganan perkara dilakukan oleh penyidik Polres Siak bersama Polsek Sungai Apit.
“Peristiwa ini sedang ditangani secara serius oleh penyidik Polres Siak bersama Polsek Sungai Apit. Terduga pelaku sudah diamankan untuk kepentingan penyidikan, sementara sejumlah barang bukti juga telah disita guna mengungkap secara terang peristiwa yang terjadi,” ujar Akmadi.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua bilah pisau yang dilaporkan berlumuran darah, tas ransel berwarna hitam, tas tangan, serta sejumlah perhiasan milik korban berupa gelang dan sepasang anting emas.
Selain menjalani proses penyidikan pidana, WP disebut dibawa ke Biddokkes untuk menjalani observasi kejiwaan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penanganan terhadap yang bersangkutan dan tidak dengan sendirinya menentukan motif maupun pertanggungjawaban pidana.
Akmadi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif kejadian dan menyerahkan penanganan perkara kepada penyidik.
“Kami mengedepankan proses penyidikan secara profesional. Seluruh fakta di lapangan, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan barang bukti akan didalami untuk memastikan bagaimana peristiwa ini terjadi dan siapa yang harus mempertanggungjawabkannya secara hukum,” tegasnya.
Dalam laporan tersebut, WP disebut sementara dijerat Pasal 458 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa yang menewaskan Farida Hanum tersebut.

Berita Lainnya
Dugaan Skandal Walikota Tanjungpinang, JPKP Meminta Rahma Segera Klarifikasi
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Kampar
34 Tahun Suara Darwis, Dt Menggema di Tepian Narosa, Kini Tempuh Jalur Hukum
Diduga Mesum, 7 Pasangan Bukan Suami Istri Digelandang ke Kantor Satpol PP Inhil
Jembatan Nipah Kuning Batang Tuaka Putus, Warga Menjerit, Pemerintah Diam !!!
Tak Mau Kasus Mengendap! Massa Desak Polda Riau Ungkap Aktor di Balik Konflik PT SBP
Diduga Mabuk! Mobil Calya Hantam Pohon di Sudirman Pekanbaru, Tiga Orang Terluka
Heboh! Karyawan MR.DIY di Tembilahan Diduga Diteror, Ancaman Pembunuhan Masuk Lewat WhatsApp
Diduga Ada Pelanggaran Masif Jelang Muskab PBVSI Inhil, Panitia Minta Dukung Salah Satu Kandidat
Angin Kencang Hantam Tembilahan Hulu, Rumah Warga Nyaris Roboh, Satu Keluarga Mengungsi
Kecelakaan Tragis di Rohil, Pelajar 16 Tahun Masuk Kolong Truk dan Meninggal
Seorang Sopir Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Truknya