Dari Tepian Narosa ke Jalur Hukum
34 Tahun Suara Darwis, Dt Menggema di Tepian Narosa, Kini Tempuh Jalur Hukum
BUALBUAL.com - Selama kurang lebih 34 tahun, sejak tahun 1992 hingga kini, suara Darwis, Dt setia menemani perhelatan Pacu Jalur di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Minggu (30/08/2026).
Generasi berganti dan zaman terus berubah. Pacu Jalur yang dahulu dikenal sebagai pesta rakyat kini berkembang menjadi salah satu kebanggaan budaya masyarakat Kuansing. Namun, suara Darwis, Dt tetap menjadi bagian yang melekat dalam setiap perlombaan.
Bagi masyarakat, Darwis, Dt bukan sekadar seorang komentator. Suaranya yang menyebut nama-nama jalur dengan penuh semangat telah menemani berbagai momen kemenangan, kekalahan, dan kemeriahan Pacu Jalur selama puluhan tahun.
Karena itu, dugaan ucapan yang merendahkan kehormatan Darwis Dt di media sosial mendapat perhatian dan keprihatinan dari masyarakat. Persoalan tersebut dinilai perlu dibedakan antara kritik dan penghinaan, serta antara perbedaan pendapat dengan tindakan yang dianggap merendahkan martabat seseorang.
Sebagai kuasa hukum Darwis,Dt pihaknya menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bukan untuk mengajak masyarakat melakukan pembalasan. Proses hukum dipilih sebagai jalan untuk menyelesaikan persoalan secara bermartabat.
“Kami tidak membawa kemarahan, kami membawa bukti” tegas IKHSAN, S.H., M.H., CLA., CPM. Selaku pihak kuasa hukum Ustadz Darwis.
Masyarakat juga diimbau agar tidak menjadikan persoalan tersebut sebagai konflik antarsuku maupun antardaerah. Persoalan yang melibatkan individu tidak seharusnya digeneralisasi menjadi pertentangan antara masyarakat Melayu dan Batak, Kuantan Singingi dan Sumatera Utara, maupun kelompok masyarakat lainnya.
“Biarkan hukum mengurus perbuatannya. Kita menjaga persaudaraannya,” demikian pesan yang disampaikan oleh kuasa hukum ustadz Darwis,IKHSAN, S.H., M.H., CLA., CPM.
Pengabdian Darwis, Dt selama 34 tahun disebut tidak dapat dihapus oleh satu gelombang komentar di media sosial. Sejak tahun 1992, suaranya telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Pacu Jalur dan kenangan masyarakat Kuansing dari generasi ke generasi.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga persaudaraan, menjunjung marwah Pacu Jalur, serta menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang.
"Jaga Darwis, Dt dengan doa, jaga Pacu Jalur dengan marwah, dan jaga Kuantan Singingi dengan persaudaraan"tuturnya.

Berita Lainnya
Mantan Dirut PT GCM Zainul Ikhwan Tutup Usia saat Jalani Masa Hukuman di Rutan Kelas I Pekanbaru
BRK Syariah Imbau Nasabah Waspada terhadap Website CMS Palsu
Diduga Korsleting Listrik, Si Jago Merah Lahap Toko Kain di Tembilahan
Heboh! Sekitar 100 Siswa SMKN 1 Tapung Hulu Alami Mual hingga Diare Usai Santap MBG
Jejak Emas Ilegal Kuansing Mengarah ke Kampar, Polda Riau Geledah Toko Emas
Begini Penjelasan Polisi, Terkait Pekerja Pertamina Hulu Rokan Tewas saat Bekerja
VIRAL! Oknum Pejabat BUMD Tanjungpinang Diduga Hajar Pedagang UMKM, Warga: 'Sikapnya Mirip Preman!
Pelajar SMP di Pangkalan Kerinci Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Pasir
Pinta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Alkes dan Bankeu, Mahasiswa Demo di Kejari Inhu
Polisi Buru Pelaku Ilegal Logging di Objek Wisata Kampar
Pastikan Data Penting Aman, Tokopedia Jawab Isu 15 Juta Akun Diretas
Warga Kampung Andalas Cermin Serahkan Senpi ke Polsek Rawa Pitu, Ini Tanggapan Kapolsek