Tangis di Embarkasi! Dua JCH Riau Dipastikan Gagal Berangkat ke Tanah Suci
BUALBUAL.com - Sebagaian Jemaah Calon Haji (JCH) Riau yang sebelumnya menjalani perawatan karena sakit di Batam dilaporkan sudah sehat.
Jemaah yang dinyatakan sehat tersebut rencananya akan diberangkatkan bersama Kloter BTH 18 yang dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada 10 Mei 2026.
Namun, terdapat dua jemaah lainnya dipastikan batal berangkat tahun ini setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan jemaah setelah melalui pemeriksaan medis.
Kedua jemaah tersebut akan dijadwalkan kembali untuk keberangkatan haji pada musim haji tahun depan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
Selain itu, satu jemaah lainnya yang diketahui dalam kondisi hamil saat berada di Embarkasi Batam juga dipastikan menunda keberangkatan. Jemaah tersebut akan kembali diberangkatkan pada musim haji tahun depan.
Sebelumnya, sejumlah jemaah asal Riau sempat tertunda keberangkatannya karena faktor kesehatan saat proses embarkasi berlangsung di Batam.
Hal itu menjadi perhatian serius petugas demi memastikan seluruh jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi aman dan layak menjalani rangkaian ibadah haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon memastikan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah yang sempat dirawat.
Karena itu, Defizon berharap jemaah yang segera diberangkatkan bersama Kloter BTH 18 dapat tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di tanah suci.
"Bagi jemaah yang sudah sehat Insyaallah akan diberangkatkan bersama Kloter 18 pada 10 Mei nanti," sebutnya, Kamis (7/5/2026).
Sebagai informasi, pemberangkatan JCH Riau gelombang pertama resmi tuntas pada 5 Mei 2026. Total sebanyak 4.422 jemaah dan petugas telah tiba atau dalam perjalanan menuju Madinah, terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 Petugas Haji Daerah (PHD), 5 pembimbing KBIHU, dan 40 petugas kloter.
Meski seluruh 10 kloter gelombang pertama sudah diberangkatkan, sejumlah jemaah masih tertunda keberangkatannya karena masalah kesehatan.
Tercatat 10 orang masih dirawat di Batam dengan 8 pendamping dan 1 orang batal berangkat karena hamil saat masuk embarkasi, dan 1 jemaah dilaporkan wafat.

Berita Lainnya
Peremajaan Pipa Minyak di Riau Ditergetkan Rampung 2021
Bupati Bengkalis Kasmarni Pesan Agar BPD Yang Baru Dilantik Agar Menyesuaikan Diri
MTQ ke-43 Riau di Bengkalis Terancam Mundur, Ini Alasannya!
Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 di Mandau, Bupati Kasmarni beri Semangat
Sekda Natuna Pimpin Rapat Bahas Pengunaan APBD 2025
Gubernur Kepri Tampung Keluh Kesah Kepala SMK se-Kabupaten Karimun
Lapas Narkotika Kelas I Tanjungpinang Dikunjungi Inspektorat Wilayah I Icon Siregar
Ketua KPU Mesuji Sayangkan Rapat Pemutahiran DPT Tidak Dihadiri Partai Politik
Data Covid-19 Kabupaten Inhil Tidak Valid
Ekraf LAMR Warnai RBR 2025, Bawa Budaya dan UMKM Lokal ke Panggung Nasional
Gubri Syamsuar Harap Calon Praja IPDN Angkatan 32 Riau Belajar Dengan Baik
15 Organisasi Wartawan di Lampung Utara Rayakan Hari Pers Nasional ke-76