Ratusan Mahasiswa UIR Demo di DPRD Riau, Tuntut Evaluasi Kebijakan dan Tolak Kenaikan BBM
BUALBUAL.com - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Riau, Kamis siang 11 Juni 2026. Aksi tersebut dikawal ketat aparat kepolisian dan berlangsung dengan situasi kondusif.
Dengan menggunakan pengeras suara, para mahasiswa menyampaikan orasi yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah pusat. Mereka menilai kondisi saat ini merupakan kegagalan pemerintah pusat membawa negara ke arah yang lebih baik.
"Pemerintah harus bertanggung jawab atas kekacauan hari ini. Banyak masyarakat menderita dan menagih janji," teriak salah satu orator di hadapan massa aksi.
Dalam aksinya, mahasiswa mengemukakan beberapa poin yang menjadi tuntutan mereka diantaranya mengevaluasi kebijakan yang dinilai menghamburkan anggaran negara, menolak kenaikan harga BBM yang memberatkan masyarakat, mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut. Dan menagih realisasi janji pemerintah untuk menurunkan harga dolar yang justru kian meninggi.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, beserta jajaran anggota dewan lainnya belum juga menemui massa aksi. Para mahasiswa masih bertahan di lokasi untuk mendesak agar tuntutan mereka didengar dan ditindaklanjuti.

Berita Lainnya
Cerita John Kei dan Paman Nus Kei yang Disebut Pengkhianat
Remaja 17 Tahun Hilang di Sungai Batang Kuantan, Warga Lakukan Pencarian
Masyarakat Anti Korupsi Minta Kejati Riau Awasi PL PUPR Rohil Perubahan APBD 2020
Cekcok Gegara Gerakan Alis Berujung Maut, Tukang Gigi di Pangkalan Kerinci Tewas Dikeroyok
Jalan Parit Indah Berlubang dan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pasang Palang Kayu
Proyek Dana Bagi Hasil di Kabupaten Mesuji Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Polisi Buru Pembakar Perempuan Hidup-hidup
Warga Keluhkan Kondisi Jalan Perbatasan Desa di Kecamatan Benai yang Rusak Parah
Mantan Suami Nikah Kembali, Wanita Ini Bakar Tenda Hajatan Sampai Menewaskan 57 Orang
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Mangga Ilegal Demi Lindungi Pertanian Lokal
Razia Gabungan, 4 Lokasi Gelper di Karimun Tutup Sementara
Anggota Kelompok Tani di Inhil Alami Penganiayaan Berat, Diduga Dianiaya Oknum Aparat