Karhutla Bisa Ancam Nyawa!
Pakar Paru: Asap Karhutla Bisa Picu Gagal Napas, Kelompok Rentan Diminta Waspada
BUALBUAL.com - Dampak asap akibat karhutla yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda akan menimbulkan gangguan pernapasan yang semakin terasa. Terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia dan orang yang telah memiliki penyakit paru dan saluran nafas seperti asma, TB, PPOK, kanker paru, sinusitis, rhinitis.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, Dr dr Indra Yovi Sp.P (K) mengatakan, dampaknya akan semakin lebih terasa dan semakin berat beriring dengan semakin tingginya kosentrasi PM 2,5 pada kandungan asap karhutla. Peningkatan Kasus ISPA dan bronkitis baik rawat jalan dan rawat inap meningkat signifikan pada bulan agustus dan september ini dibandingkan bulan Mei-Juni-Juli.
“Paparan asap yang terjadi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan mudahnya terjadi serangan atau eksaserbasi pada orang-orang yang menderita asma, bronkiektasis dan PPOK. Pada orang-orang yang sedang ataupun pernah menderita TB maupun penyakit infeksi kronis lain juga akan mengakibatkan mudah terjadinya infeksi baru dan penurunan fungsi paru. Pasien asma dan PPOK juga bisa mengalami serangan yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gagal napas,” katanya, Kamis (8/10/2026).
"Pemda sebaiknya sudah mulai melakukan pemetaan untuk mempersiapkan rumah oksigen/tenda Oksigen yang nantinya bisa diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen,” katanya.
Distribusi masker secara masif dan edukasi pentingnya pemakaian masker harus lebih ditingkatkan. Pemerintah tidak boleh ragu membuat keputusan yang bijak terutama dalam melarang kegiatan outdoor pada kondisi seperti sekarang.
“Termasuk juga selalu mengevaluasi PJJ bagi sekolah, dan jangan ragu memperpanjang PJJ seandainya kondisi udara masih pada level berbahaya untuk kesehatan,” ujarnya.
Dengan kondisi kabut asap seperti ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker. Masker yang paling direkomendasikan adalah masker N95, karena dapat menyaring polutan asap kebakaran hutan yang ukurannya PM 2,5.
“Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan pemakaian air purifier di dalam ruangan, bila asap masuk ke dalam rumah bisa dibersihkan sehingga tidak terjadi indoor pollution.
“Aktifitas olahraga di luar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda,” sebutnya.
Dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat juga dihimbau untuk minum air putih yang cukup. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menghindari dehidrasi dan tenggorokan kering.
“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” imbaunya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kelompok rentan terutama lansia dan orang-orang yang punya masalah atau penyakit paru dan saluran napas sebaiknya menghindari aktifitas diluar rumah.
“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas diluar rumah,” katanya.

Berita Lainnya
Kodim 0314 Inhil Bahu Membahu Penyediaan Makanan Dapur Umum Penanganan Dampak Covid-19
Sekdaprov Riau Ikuti Puncak Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXII 2021 Secara Virtual
Plt. BUPATI Lampung Utara menerima Penyerahan Bantuan APD dari PT. Nakau Lampung Utara
Safari Ramadan, Gubri Kunjungi Masjid Ansharullah Kampar
Riau Bebas Karhutla, BPBD Pastikan Semua Kebakaran Sudah Padam
Bupati HM Wardan Serahkan Bantuan kepada Anak-anak dan Perempuan Dampak Covid-19
Dengan Bersepeda, Bupati HM Wardan Pantau Infrastruktur Kota Tembilahan
PBVSI Inhil Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlet Voli Berprestasi hingga Harumkan Nama Daerah
PT PLN Hubungkan Pulau Batam dan Pulau Buluh Melalui Pembangunan SKLTM
Pemprov Riau Sosialisasikan Persiapan Pengadaan Tanah Tol Jambi-Rengat
Pemprov Riau Siapkan Bansos Pendidik Sebesar Rp13 Miliar, Untuk Bantu Mahasiswa Kurang Mampu
Pemprov Riau Raih Predikat Informatif Pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2022