Ada yang Berbeda dari MBG
Bukan MBG Biasa! Pekanbaru Jadi Pilot Project Makan Bergizi Gratis Sistem Prasmanan
BUALBUAL.com - Kota Pekanbaru ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai daerah percontohan atau pilot project pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan. Uji coba program tersebut dijadwalkan mulai Senin, 9 November 2026, di SD Islam Unggul Asy-Syakirin.
Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan siap mendukung pelaksanaan program nasional tersebut. Berbagai persiapan teknis telah dikoordinasikan bersama instansi terkait untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Syamsuwir, mengatakan pemerintah kota telah melakukan koordinasi terkait kesiapan pelaksanaan di lapangan.
“Pelaksanaannya dimulai hari Senin depan tanggal 9 November 2026. Kita dari Pemerintah Kota Pekanbaru siap untuk menyukseskan pelaksanaan program ini,” ujar Syamsuwir di Pekanbaru, Sabtu (7/11/2026).
Selain kesiapan lokasi, sejumlah aspek turut menjadi perhatian, mulai dari jangkauan distribusi makanan hingga penerapan sertifikat laik higiene sanitasi bagi pengelola. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan aman bagi para siswa.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Riau, Ranto, menyebut penunjukan Pekanbaru sebagai lokasi percontohan menjadi momentum penting dalam pengembangan pelayanan pemenuhan gizi bagi anak sekolah.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional akan melaksanakan uji coba pelayanan MBG dengan konsep prasmanan secara serentak pada Senin mendatang. Untuk wilayah Provinsi Riau, Pekanbaru dipercaya menjadi lokasi percontohan.
“Waktu dekat, tepatnya hari Senin besok, Badan Gizi Nasional akan secara serentak melaksanakan uji coba pelayanan pemberian makanan bergizi dengan konsep prasmanan. Kita patut bersyukur, untuk wilayah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru ditunjuk menjadi pilot project-nya,” kata Ranto di Kantor Gubernur Riau, Jumat (6/11/2026).
Pada tahap awal, uji coba akan menyasar dua kelas dengan jumlah sekitar 50 hingga 70 siswa di SD Islam Unggul Asy-Syakirin. Jumlah peserta tersebut dibatasi untuk mengevaluasi efektivitas alur penyajian makanan menggunakan sistem prasmanan.
Konsep ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi harian siswa, tetapi juga diharapkan dapat membangun kemandirian, interaksi sosial, serta komunikasi positif antarpeserta didik.
Ranto berharap pelaksanaan uji coba berjalan lancar dan memberikan pengalaman positif bagi anak-anak melalui kegiatan makan bersama di sekolah.
Selain penyajian makanan, kegiatan tersebut juga akan disertai edukasi kesehatan dan gizi yang diberikan langsung oleh tenaga pendidik.
Edukasi ini diharapkan dapat mendorong siswa lebih terbuka mencoba berbagai jenis makanan, termasuk sayuran, sekaligus membangun kebiasaan makan yang lebih baik.
“Sehingga, anak-anak yang tadinya kurang menyukai sayur atau memiliki kebiasaan memilih makanan menjadi lebih termotivasi saat makan bersama teman-temannya. Dalam pelaksanaannya juga diisi dengan edukasi gizi yang diberikan langsung oleh tenaga pendidik atau bapak-ibu guru di sekolah,” pungkas Ranto.

Berita Lainnya
Gubernur Ansar Serahkan DIPA dan TKD 2023, Total Alokasi Rp15,93 Triliun
Bupati Bengkalis Kasmarni Sambut Kunjungan Safari Ramadhan Pemprov Riau di Bathin Solapan
Irwasda Polda Kepri Optimalkan Sistem Pengaduan Masyarakat Secara Online
Rapat Bersama DPRD, Pemprov Kepri Beri Penjelasan Anggaran Covid-19
Gubernur Ansar Meriahkan Perayaan Isra Mi'raj di Kundur
Bupati HM Wardan Berikan Bantuan Kepada Para Tenaga Medis yang Tangani PDP Meninggal Dunia
Peringati HKN dan HAS, Wabup Ajak Pelajar dan Mahasiswa Cegah HIV/Aids
Entry Meeting Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Riau Atas LKPD Inhil Tahun Anggaran 2023
Soft Skill Multi Bahasa Santri Madani, Roby Katakan Ini Berkah Bagi Bintan
Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah
Gubernur: Kepri Berada di Level 1, PPKM Diperpanjang Hingga 8 November
Sebelas Usulan Program Prioritas Pemprov Kepri Diakomodir Musrenbangnas 2022