PILIHAN
KPK Lakukan Penangkapan Pejabat Ditjen Pajak
Bualbual.com, Komisi Pemberantasan Korupsi mengkonfirmasi kebenaran para petugasnya kembali menangkap tangan oknum penyelenggara negara, yang diduga usai bertransaksi suap. Suap tersebut disinyalir untuk menurunkan jumlah pajak yang harus dibayarkan peserta wajib pajak.
"Ya benar," kata Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkatnya, Selasa 22 November 2016.
Meski begitu, Yuyuk belum mau merinci lebih jauh. Dia mengatakan, akan ada pengumuman resmi terkait hal ini.
Sejauh ini, tim KPK masih memeriksa pejabat Ditjen Pajak dan oknum wajib pajak tersebut. KPK memiliki waktu satu kali 24 jam, untuk menentukan status para oknum yang tertangkap.
Pantauan VIVA.co.id, pada pukul 23.36 WIB, Senin malam kemarin, dua mobil yang salah satunya ditumpangi para penyidik KPK, masuk ke lantai dasar Gedung KPK. Mobil lainnya adalah Mitsubishi Outlander dengan nomor polisi B 1341 IR.
Sebelumnya, VIVA.co.id mewartakan oknum pegawai pajak kembali terjaring operasi tangkap tangan KPK. Selain orang, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang, saat menciduk para terduga suap yang berkaitan dengan sektor pajak tersebut. Hal itu didapatkan dari sumber informasi di KPK.
BB.C/viva.co.id

Berita Lainnya
Bupati Amril Mukminin Mangkir Dipanggil KPK "Dugaan Korupsi Peningkatan Jalan di Bengkalis"
Gubri Syamsuar: Karantina Wilayah Harus Persetujuan Pusat
Bupati Kampar Lantik pengurus IPRY-KK Yogyakarta
Nelayan dari Jawa Akan Merapat, Menteri Susi ke Nelayan Natuna: Jangan Suudzon
20 Peserta Duta Budaya Melayu Resmi Dikukuhkan
Video Viral! Kapten Leo Protes Pelayanan RS TNI Siantar Hingga Minta Tolong Presiden
Astaga! Nekat Edarkan Sabu Nenek Berusia 56 Tahun di Pekanbaru Ditangkap Polisi
Dalam Jumlah Besar BNNP Riau Musnahkan Hasil Tangkapan Narkoba
Longsor Ancam Jalan Nasional di Parit 6 Inhil, Dinas PUPR Riau Langsung Berkoordinasi Dengan PJN
Waduh! Ada 1.161 Orang TKI yang Pulang ke Meranti Luput dari Pendataan
Pergub UPT Pengelolaan Masjid Raya Annur Provinsi Riau Disetujui Kemendagri
Acara Komunitas NMAX Polisi sebut tarian erotis berbau pornografi