PILIHAN
Kemenhub: Persiapkan Lomba Bus Telolet, dan Tak Mau Sekadar Seremonial
Bualbual.com - Jakarta, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mempersiapkan lomba bus telolet. Lomba ini akan jadi ajang sosialisasi tentang klakson, bukan sekadar seremonial.
"Lomba 'Om Telolet Om' sedang kami lakukan. Artinya, persiapan-persiapan lomba itu kan harus matang karena nggak ada itu istilah-istilah seremonial. Segala sesuatu harus dipersiapkan, nanti ada maksud dan tujuannya. Jadi tidak hanya sekadar 'Itu apa maksud dan tujuannya?'," demikian jawab Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto saat ditanya wartawan tentang rencana lomba bus telolet.
Hal itu disampaikan Pudji saat mengunjungi Terminal Pulogebang, Jl Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2017). Pudji ingin lomba bus telolet nanti sekaligus menjadi ajang sosialisasi seluk-beluk aturan tentang klakson bus.
"Yang pertama supaya tidak melanggar karena ada aturannya membunyikan klakson, itu ada aturannya di tempat mana. Di depan masjid, sekolah, nggak boleh. Desibel kekuatannya juga ada aturannya kan. Nah itu kita kurang sosialisasi, makanya dengan adanya 'Om Telolet Om', kami lakukan sosialisasi. Dengan cara apa? Kami lakukan semacam kontes," imbuh Pudji.
Dengan disosialisasikannya aturan tentang klakson ini, diharapkan warga, terutama anak kecil, tak lagi berkumpul di pinggir jalan dengan risiko membahayakan dirinya sendiri, demi meminta pengemudi bus membunyikan klakson.
Di satu sisi, Pudji juga tak ingin Kemenhub membatasi kreativitas awak bus yang suka memodifikasi klakson, asalkan aturan-aturan yang telah disebutkan dimengerti, soal desibel dan di mana saja boleh membunyikan klakson.
"Kreatif, terus di mana dia membunyikannya diatur nanti. Dibunyikan di terminal pada saat dia datang, pada saat dia mau berangkat. Coba dia mau berangkat bunyi telolet tiga kali. Tiga kali kan bagus, berarti bus ini kan berangkat kayak kereta api nanti terminalnya memberangkatkan bus apa," paparnya.
Sebelumnya, pada Desember 2016, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana membuat kontes 'bus telolet' tersebut.
"Kalau itu diparkir ya bagus sekali. Bahkan suatu waktu nanti kita buat kontes 'bus telolet'," kata Budi Karya di halaman Silang Monas sisi selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).
Untuk waktu pelaksanaannya sendiri, Budi Karya belum menyebutkan tanggal pastinya. "Mungkin sekitar tiga minggu lagi, ya," sambungnya.
Meskipun sempat diisukan akan melarang 'bus telolet', kini Menhub mengklarifikasi hal tersebut. Budi hanya berharap masyarakat tidak lupa akan keselamatan diri sendiri.
"Karena itu kreativitas, jadi bukan larangan itu nggak boleh. Jangan di jalan raya karena itu bahaya. Bukan tidak boleh," ucap Budi.
BB.C/Adt_detik.com

Berita Lainnya
Legenda Inggris Bandingkan Messi dan Maradona
Polsek Rengat Barat Ciduk Kurir Narkoba antar Provinsi, 2,6 Kg Sabu Disita
Sekda Inhil: Tutup Acara Festival Bupati Pop Singer 2017
Ini Pesan Wardan saat Menghadiri Pelantikan Sumpah Ketua dan Wakil Ketua DPRD Inhil
Lima Berkas Tersangka Korupsi Alkes RSUD Arifin Achmad di Limpahkan ke Pengadilan
Pesona Indah Stand Bazar "Sampan Leper" di MTQ ke - 49 Kab Inhil
Sepekan Kedepan Harga TBS Sawit Riau Turun Lagi
Bawaslu Se-Riau Koreksi 4.178 C1 pada Pleno PPK
Gerindra Riau Yakin 1 Dapil Minimal Dapat 1 Kursi
Harganya Selangit Tak Bayar Kena Sanksi , Begini Nasib Warga Pekanbaru
Syamsuar Imbau Salat Berjemaah di Masjid Ditiadakan, Termasuk Salat Jumat dan Ceramah
Kartini Run, Bawaslu Minta Ditunda Karena Bersamaan Dengan Kampanye Prabowo-Sandi