PILIHAN
Indonesia Target 10 Besar Asian Games 2018
Indonesia Target Raih 10 Besar Asian Games 2018
Bualbual.com, Indonesia mematok target 10 besar di Asian Games 2018. Demi meraihnya, para atlet didorong memaksimalkan fasilitas olahraga bekas Pekan Olahraga Nasional (PON).
Cara itu dinilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, selain dapat membantu menciptakan atmosfer berlatih yang bagus, juga mempermudah pendistribusian kebutuhan atlet, baik itu nutrisi maupun peralatan latihan dan tanding yang selama ini menjadi momok jelang ajang multievent.
Sebagaimana diketahui, kegagalan Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur salah satunya disebabkan terhambatnya dukungan-dukungan untuk atlet. Mulai dari uang saku, peralatan latihan dan tanding yang terlambat, hingga sistem pengajuan uji coba yang menjelimet.
Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengapresiasi niat dari pemerintah untuk melakukan perubahan demi tercapainya target 10 besar di Asian Games 2018. Hanya saja, dia mengingatkan perlu juga dipikirkan kepentingan atlet-atlet lainnya.
"Kami sebenarnya oke-oke saja (jika memang harus pindah ke tempat latihan bekas PON). Toh, kami sudah menggunakan fasilitas PON yang di Cibinong, walau itu inisiatif kami sendiri setelah keluar dari Stadion Madya. Tapi atlet-atlet ini kan punya tujuan juga, artinya kalau mau memindahkan harusnya ada solusi lain," kata Tigor kepada detikSport, Rabu (13/9/2017).
"Contohnya seperti sekarang kami memilih stadion Rawamangun karena masih ada atlet kami yang bersekolah di Ragunan. Sementara atlet-atlet yang tidak sekolah di Ragunan bisa ke Cibinong," lanjutnya.
"Begitu juga ketika kami pilih Pengalangan, karena pelari-pelari jarak jauh untuk meningkatkan Vo2max itu perlu berlatih yang tekanannya tinggi. Semakin tinggi daratan maka kandungan oksigen rendah, itu bagus buat atlet. Sedangkan di Bali, baik Maria Natalia Londa dan pelatihnya tidak bisa meninggalkan Bali, karena beberapa hal salah satunya keluarga."
"Sebenarnya kalau bicara ideal, Stadion Madya sudah memenuhi itu. Sebab, kebanyakan atlet-atlet kami masih banyak yang sekolah di Jakarta, transportasi pun mudah, atlet menginap di sana, kantor PB PASI di sana, atlet belajar di sana, medis, psikolog, semua terkumpul jadi satu dan jauh lebih baik. Tapi karena direnovasi makanya kami harus cari alternatif lain," tambahnya.
Tigor mengungkapkan bahwa pemusatan atlet tak selalu jadi pilihan terbaik, karena ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Kebutuhan dan kepentingan para atlet harus benar-benar diperhatikan, tak bisa semuanya dipukul rata.
"Jika bicara pembinaan olahraga, harusnya dilihat dulu dari sisi pengurus cabornya. Jangan buat gagasan-gagasan , 'oh kita pusatkan di sini, atau pusatkan di sana'. Dilihat dulu, di sana bagaimana kateristiknya, kebutuhannya apa, harusnya berpusat pada cabornya. Kita ini kan selalu seperti itu. Tiba-tiba buat ini, buat itu, tapi tak cocok juga," katanya.
"Seperti Hambalang, jika tempat itu jadi, belum tentu termanfaatkan maksimal. Karena yang saya katakan tadi, bagaimana jika anaknya sekolah di Ragunan? Kecuali pemerintah sudah menyediakan di sana sekolah. Pemerintah sudah menyiapkan segala fasilitas supaya mereka tidak terhambat sekolahnya. Coba contoh Emilia, dia sekolah di UNJ, berlatih di Rawamangun."
"Tapi saya percaya pemerintah akan melihat secara keseluruhan. Jika dibilang pakai fasilitas bekas PON, kami pun sudah menggunakannya," imbuhnya.(Dc/Mj)

Berita Lainnya
Tiga Oknum Polda Riau Ditangkap Diduga Miminta Uang Damai Rp250 Juta
Sekda Rohil, Surya Arfan : Perkim terima dana Sanitasi dan MCK 7 Miliar
Bupati HM. Wardan dan DPRD Inhil: Bantuan Ambulance Air Supaya Bisa Meringkan Beban Pasien Yang Berobat Jauh dari Jangkuan
BNN Bongkar Harta Adam Boss Mafia Narkoba Kaya Raya Senilai 28 Miliar di Batam
Menjadi Viral Bupati Bengkalis, Polisikan Warganya Sendiri di Akhir tahun 2017
Diimingi Duit Rp50 Ribu Dua Siswi SMP Dicabuli Pelayan Sekolah
DPRD Inhil Mendagri: 314 Wilayah Pemekaran Dipastiakan Tunda Termasuk INHUT dan INSEL Pemerintah Fokus pembangunan infrastruktur
Tingkatkan Kedesiplinan, PNS Pemprov Kepri Rencanakan Absensi Pakai Scan Wajah
Detik-detik Video Penyelamatan Jasad Wakapolres Labuhan Batu an. KOMPOL Andi Chandra, S,IK.,S.H.,M.H
Inilah Fakta Drone Militer Trump yang Habisi Jenderal Iran
Pria di Pekanbaru Rela Gelapkan Motor Rekannya, Demi Melunasi Utang
H.Syamsuddin Uti, Hadiri Haul Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahab & Haul Jama'