PILIHAN
Sebagai Obat Kuat, Ini Penjelasan BPOM Soal Kandungan PCC
Sebagai Obat Kuat, Ini Penjelasan BPOM Soal Kandungan PCC
Bualbual.com,- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus penyalahgunaan Paracetamol Cafein Carisoprodol atau PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam situs resminya bpom.go.id, BPOM menyatakan tablet bertuliskan PCC yang dikonsumsi pelajar Kendari positif mengandung Karisoprodol.
"Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC menunjukkan positif mengandung Karisoprodol," ujar BPOM dalam situs resminya yang dikeluarkan pada Kamis, 14 September 2017 pukul 20:19.
Karisoprodol telah dibatalkan izin edarnya oleh BPOM sejak tahun 2013. Menurut penjelasan BPOM, Karisoprodol biasa disalahgunakan sebagai obat menambah rasa percaya diri, obat penambah stamina, bahkan digunakan oleh pekerja seks komersial (PSK) sebagai obat kuat.
Hal senada juga telah disampaikan oleh Kepala Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dr. Jolan Tedjokusumo. Menurut Jolan, kabarnya PCC mampu meningkatkan kepercayaan diri namun jika digunakan dalam jangka panjang dan terus menerus dapat menimbulkan gangguan pada otak dan syaraf. "Makanya lalu ditarik dari peredaran," kata Jolan.
Dalam penjelasan BPOM, obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol dikatakan memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).
Untuk menindaklanjuti kasus diatas, BPOM akan melakukan investigasi untuk mencari informasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban di Kendari hingga salah satunya meninggal dunia.
Terkait tindakan pencegahan terhadap penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, BPOM akan bekerjasama dengan BNN dan Kepolisian membentuk tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat. Pencanangan aksi tersebut direncanakan pada tanggal 4 Oktober 2017. (Tempo/bbc)

Berita Lainnya
Mempererat Tali Silaturahmi Antar Warga, Kodim 0315/Bintan Gelar Kegiatan Halal Bi Halal
Terindikasi Malware Google Hapus Aplikasi Filter Kamera
BKSDA Riau Tambah 2 Tim Medis untuk Tembak Bius Harimau "Bonita
Dua Lembaga Survey Polmark dan Voc Populi Keluarkan Rilis Berbeda Jelang Pilgubri 27 Juni Mendatang
Ketum PBNU Sebut, Celana Cingkrang Itu Kecil Untuk Menag, Ada Masalah Yang Lebih Besar
Mandi di Sungai Kampar, Dua Bocah Terseret Arus
Pengerjaan 7 Ruas Jalan di Tembilahan Dimulai, Dengan Dana APBN Rp20 Miliar
Untuk Pengusaha Pro Prabowo-Sandi di Riau, Ini Pesan Erwin Aksa
Inilah Daftar Jumlah Pasien Corona di Indonesia
Bupati Inhil HM. Wardan Programkan Satu Desa Satu Rumah Tahfiz
Masyarakat Banja Ladang Rohul Tuntut Haknya Ke PTPN V