PILIHAN
Jafri: Pemimpin Yang Sukses Dalam Perspektif Agama
Bualbual.com, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, dimana di dalamnya terdapat begitu banyak kisah, petujuk, yang relevan dengan kemajuan zaman, dan senantiasa erat kaitannya dengan kodisi dan situasi hingga pada kehidupan hari ini. Salah satu ayat al-qur’an dalam Dalam surah Al-baqarah ayat 3 Allah SWT menjelaskan,
“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”(QS. Albaqarah : 3)
Ayat tersebut berkaitan dengan ayat sebelumnnya, yaitu :
“ Kitab (Al- Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”
Melalui kutipan ayat di atas, Allah subhanahuwata’ala menerangkan tanda-tanda orang yang Bertaqwa.
Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa tanda-tanda orang yang bertaqwa ada tiga
Pertama, mereka yang beriman kepada yang ghaib. Pengertian ghaib adalah sesuatu yang berada di luar dari akal manusia, yang tak bisa di nalar melalui logika. Yang temasuk kedalam hal yang ghaib adalah, Allah SWT, Malaikat, Ruh, Jin, Akhirat, Surga dan Neraka.
Kedua,mereka yang mendirikan shalat. Secara individu barangkali kita sudah termasuk orang yang aktif dalam beribadah, wabilkhusus ibadah shalat, tapi secara kemasyarakatan barangkali kia justru termasuk orang-orang yang lalai bahkan lupa dengan shalat berjamaah.
Sudah menjadi sesuatu yang langka bahkan hampir tidak kita temukan di suatu daerah, shalat subuh berjamaah ramainya seperti shalat jum’at berjamaah, Padahal Nabi Muhammad saw.
bersabda yang artinya : “siapa (laki-laki) yang enggan shalat berjamaah maka akan kami bakar rumahnya.” Jadi kalau hal ini masih ada pada pribadi kita maka ketaqwaan kita masih di pertanyakan.
Ketiga, “mereka yang menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
Menurut penelitian Konvensional, apabila disuatu kota jalannya selalu macet,karena terlalu banyak kendaraan-kendaraan yang mewah, maka kota tersebut adalah kota yang Kaya. Dan apabila disuatu kota banyak para pengemis, pemulung dan sejenisnya maka kota tersebut adalah kota yang Maju.
Namun penelitian tersebut sesungguhnya bertolak belakang dengan penelitian Al-Qur’an. Menurut Al-Qur’an apabila di suatu kota masih banyak yang meminta-minta(pengemis) dan pemulung, maka sesungguhnya kota tersebut bukanlah kota yang maju melainkan ketaqwaan masyarakatnya yang masih minim dan belum sempurna, karena kurangnya perhatian terhadap orang yang tak punya.
Coba kita lihat di kota kita, apakah masih ada orang tua yang mengemis dijalanan, orang tua yang menggali tempat sampah hanya mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup ? apabila hal itu masih kita temukan di daerah kita, maka sesungguhnya kalimat terakhir dari surah Al-baqarah ayat 3 belum diaplikasikan dalam kehidupan kita, dengan kata lain kita belum mempunyai tanda-tanda orang yang bertaqwa.
Jika kita pandang dengan seksama keadaan negeri kita sampai hari ini, banyaknya para pengemis di jalanan, banyaknya anak-anak yang hidup jauh dari pendidikan, dan banyaknya para orang tua yang menggali tempat sampah, tujuannya agar bisa bertahan hidup. Kadang kita bertanya pada diri kita, dimana salahnya? Salahkah mereka yang meminta-minta? Salahkah mereka yang mengharapkan sesuap nasi dari hasil pekerjaan mereka? Atau salahkah pemerintah yang kurang memperhatikan mereka, kurang memberikan pembinaan khusus terhadap mereka. Tentu ini menjadi titik tekan, sebab pemerintah adalah penguasa, pemerintah adalah tonggak kekuasaan di negeri ini.
Mari kita flashback kepada kepemimpinan Rasulullah, sebagaimana yang ditulis oleh Michael H.
Hart dalam bukunya yang berjudul Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah, dalam bukunya Michael H. Hart memposisikan Rasulullah sebagai tokoh berpengaruh nomor satu sepanjang zaman.
Kenapa harus Nabi Muhammad? Kenapa tidak Nabi Isa, Nabi Musa, Christopher Columbus, atau tokoh-tokoh yang lain? Ternyata setelah kita telusuri, Nabi Muhammad telah membawa perubahan besar terhadap perkembangan budaya, peradaban, akhlak, dan ekonomis rakyatnya pada masa itu.
Hal inilah yang mesti kita pelajari, agar negeri ini termasuk kepada negeri yang aman, tugas kita sebagai rakyat kecil adalah memilih pemimpin yang bukan hanya mengerti dengan kekuasaan, tetapi pilihlah pemimpin yang mana dia mengerti dengan agama secara utuh, kemudian hasil dari nilai-nilai agama itu akan merembet di setiap sisi, baik itu sisi moral, pendidikan, pembangunan infrastuktur, ekonomi dan peradaban negeri ini.
Dengan pemahaman demikian, maka InsyaAllah negeri ini akan sejahtera dari berbagai sisi kehidupan rakyatnya. ***

Berita Lainnya
Tengku Lukman: Harus Dipikirkan dengan Cermat dan Matang 'Rencana Pemprov Riau Ngutang Rp4 Triliun'
Riau Adakan Lokakarya Nasional Pencegahan Karhutla
Hari Ini, 14 Hotspot Muncul di Riau
Demokrat Ucapkan Selamat, Gerindra Pemenang Pemilu di Rohul
Jembatan WFC Bangkinang Kampar, Disulap Jadi Lokasi Bazar MTQ Riau
XL Axiata Ajak Mahasiswa Saksikan Sistem Pelayanan Pelanggan
SPRMII Pekanbaru Galang Dana Bagi Korban Bencana Alam
Densus Tangkap 3 Terduga Teroris, 1 Diantaranya Pelaku Penyuluh Pertanian
Upaya Pencegahan Covid 19, Perkuliahan Unilak Beralih ke Online
Sebanyak 36 Tim Bakal Tampil di Dragon Boat Race Kapolda Riau Cup
Wardan Pemkab Berikan Perhatian serius bagi pembinaan atlet dan Pembangunan infrastruktur olahraga di kecamatan dan desa
#Waw... 5 zat paling mematikan di dunia, Lebih beracun dari Sianida