PILIHAN
Pemerintah AS Tutup, Gedung Putih Salahkan Partai Demokrat
Bualbual.com, Gedung Putih menanggapi penutupan pemerintah federal Amerika Serikat (AS) dengan menyalahkan Partai Demokrat. Penutupan pemerintah AS terjadi mulai 20 Januari ini, atau tepat setahun usai Presiden Donald Trump dilantik.
"Demokrat di Senat yang bertanggung jawab atas Schumer Shutdown," sebut Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Sabtu (20/1/2018).
Schumer merujuk pada nama Senator Demokrat Chuck Schumer yang menjabat sebagai Ketua Minoritas Senat AS dan memimpin para Senator Demokrat di Senat AS.
Pemerintah AS resmi tutup atau tidak beroperasi sejak Sabtu (20/1) dini hari waktu AS. Hal ini setelah rencana anggaran pengganti atau 'stopgap spending bill' yang mengatur dana tambahan agar pemerintah federal AS bisa terus berjalan hingga 16 Februari nanti, gagal disepakati.
Dari total 100 kursi Senat, Republikan memiliki satu kursi lebih banyak dari Demokrat. Namun dalam voting pada Jumat (19/1) malam, target mayoritas 60 suara gagal dicapai Republikan. Lebih dari 40 Senator telah memilih tidak meloloskan rencana anggaran itu.
Tidak tercapainya kesepakatan dipicu oleh perdebatan isu imigrasi di kalangan Demokrat dan Republikan.
Kalangan Demokrat ingin agar rencana anggaran yang diajukan pemerintah Trump juga mencakup anggaran untuk melindungi 700 ribu imigran ilegal yang terancam dideportasi di bawah pemerintahannya. Kalangan Republikan menolak mentah-mentah tuntutan itu.
"Malam ini, mereka (Demokrat-red) menempatkan politik di atas keamanan nasional kita, keluarga militer, anak-anak yang rapuh, dan kemampuan negara kita untuk melayani seluruh warga Amerika," tegas Sanders dalam pernyataannya.
"Kita tidak akan merundingkan status imigran ilegal, sementara Demokrat menyandera warga negara yang legal dengan tuntutan mereka yang sembrono. Ini adalah perilaku para pengecut obstruksionis, bukan perilaku legislator," imbuhnya.
Hingga kini, para Senator AS masih terus berunding di Capitol Hill, Washington DC. Berbagai lobi dan upaya dilakukan agar kesepakatan bisa dicapai dalam pembahasan rencana anggaran AS. Tidak diketahui pasti berapa lama pemerintah AS akan tutup.
Pada tahun 2013, pemerintah AS tutup selama 16 hari di bawah Presiden Barack Obama.
"Selama masa Schumer Shutdown yang dirancang secara politik ini, Presiden dan pemerintahannya akan berjuang dan melindungi rakyat Amerika," ucap Sanders dalam pernyataannya.
Para imigran ilegal yang terancam dideportasi itu merupakan imigran yang masuk secara ilegal ke AS sebagai anak-anak bersama orang tua mereka.
Kebanyakan datang dari Meksiko dan Amerika Tengah. Di bawah programDeferred Action for Childhood Arrivals(DACA) pada era Presiden Barack Obama, para imigran ilegal ini mendapat status legal sementara di AS. Namun program DACA dihentikan pemerintahan Trump sejak September 2017.*(detik.com)

Berita Lainnya
Abdul Wahid Sebut UU Omnibus Law Menguntungkan Petani
Kasmarni - Bagus Santoso Jalani Pemeriksaan Test Rohani, Psikotest dan Wawancara
Pilkada Pesibar Diduga Banyak Kecurangan, Paslon 02 Layangkan Surat Gugatan ke MK
Pengerusakan Atribut Pemilu Fuja Ibrahim Curigai Taktik Simpati Playing Victim
Partai Kebangkitan Bangsa Kampar Masuk Tahap Penentuan, 8 Kandidat Ikuti UKK Tahap II
KPU Riau Gelar Rakor Berbasis Zoom Meeting 'Tingkatkan Partisipasi Masyarakat'
Datang ke Penuba, H. Nurdin Basirun Disambut Masyarakat dan Tokoh
Abdul Wahid Akui Pencalonan Iyeth Bustami duet Kade PDIP, Akan Dibahas di Tingkat DPP PKB
Iyeth Terharu! Air Mata Menetas, Melihat Semangat Keluarganya di Rumah Suluk Babul Ikhsan
KBS No Urut 3 Awali Kampanye Di Kecamatan Pinggir
LAMR Kecamatan Kateman Siap Menangkan Fery-Dani
Simpatisan PDI-Perjuangan di 17 Kecamatan di Purwakarta Silahturahmi Bersama H. Toto Suripto