PILIHAN
Parah!!! Napi Genjot Wanita Penghibur dan Pesta Narkoba di Ruang Kalapas
bualbual.com, Narapidana (napi) Lembaga Permasyarakatakan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan, Marzuli Y.S kerap melakukan hubungan intim dengan wanita penghibur di ruang Kepala Lapas (Kalapas).
Ini diketahui dari pemeriksaan terhadap Kalapas Kalianda nonaktif Mukhlis Adjie, narapidana (napi) Lapas Kalianda Marzuli Y.S, dan wanita penghibur berinisial LA.
”Ada beberapa kali (hubungan intim, Red) dilakukan di ruang Kalapas. Tentu seizin kalapas. Itu diakui sendiri oleh Mukhlis,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kabid Berantas BNNP Lampung Richard P.L. Tobing.
Tidak hanya itu, dari pengakuan LA, Marzuli juga kerap mengonsumsi narkoba di ruang Kalapas.
”Saksi (LA) melihat langsung tersangka menggunakan narkoba di dalam ruang kalapas,” ujarnya.
Bebasnya Marzuli menggunakan fasilitas tersebut tidak lepas dari upeti yang diberikan kepada Mukhlis.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung Bambang Haryono akan menjalani pemeriksaan di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, hari ini.
Bambang akan diperiksa terkait penyeludupan 4 kilogram sabu-sabu dan 4 ribu butir ekstasi ke Lembaga Pemasyarakaan (Lapas) Kela IIA Kalianda.
Menurut Richard, pihaknya mengirimkan surat panggilan ke Kanwil Kemenkumham Lampung, Jumat (25/5) lalu.
“Surat panggilan kami tembuskan juga ke Menkumham Yassona Laoly dan Kepala BNN Komjen Heru Winarko,” kata Richard, Selasa (29/5/2018).
Terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU), penyidik BNNP Lampung akan memisahkan dengan perkara pokok, yakni penyelundupan empat kilogram sabu-sabu dan empat ribu butir ekstasi. Di mana, hasil mutasi rekening dari perbankan belum keluar.
“Sepertinya (perkara) dipisah. Ada kemungkinan sidang dua kali. Karena perkara TPPU belum selesai,” urai Richard.
Saat ini, perkara TPPU keempat tersangka masih ditangani penyidik Ditjen TPPU BNN. Sejauh ini, Richard belum memberikan pernyataan pasti mengenai uang yang diduga mengalir ke rekening Mukhlis.
”Untuk nominal, kami belum bisa sampaikan. Mohon maaf, karena kami juga masih menunggu hasilnya dari PPATK,” kata dia.
Sebelumnya, penyidik BNNP Lampung mengeluarkan keputusan menahan Kalapas Kelas IIA Kalianda nonaktif Mukhlis Adjie.
Ini dilakukan dengan pertimbangan Mukhlis dinilai tidak kooperatif. Ia diduga menerima aliran dana dari Marzuli yang diduga hasil penjualan narkoba.
Marzuli juga mendapat keistimewaan. Selain bebas keluar-masuk lapas sebanyak enam kali tanpa pengawalan, ia diperbolehkan menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dan menjalankan bisnis haramnya. Selain itu, Marzuli juga kerap memasukkan wanita ke dalam selnya.*(nca/c1/ais/pojoksatu)
loading...

Berita Lainnya
Bupati Tegaskan Sekolah di Bintan, Wajib Laksanakan PPDB Secara Transparan
Begini Kronologis Penembakan Mati Nelayan Rohil
Bupati Drs H Mursini MSi langsung secara resmi melantik kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuantan Singingi
Tim TP4D Tinjau Hasil 3 Proyek di Siak Kecil, Selesai Rampung 100%
Dinas PUPR Tunggu Proses Lelang 'Perbaiki Jalan Rusak'
Asisten III Meninggal Dunia, Pemda Meranti Segera Tunjuk Plt
Miliki Sabu-Sabu Warga Inhil Diciduk
Seorang Anak Tukang Tambal Ban Lulus Seleksi Bintara Polri di Riau
Di HANI: Wardan Tidak Ingin Narkoba Merambah di Kab Inhil
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul, Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun
Satu Orang Hilang, Pompong Tenggelam di Sungai Rokan
Buruan Daftar dan Rebut Puluhan Juta di Festival Film Pendek PKB Movie Award 2017