PILIHAN
Tahun Ini, Ada Enam Tokoh Nasional Ditetapkan Jadi Pahlawan
BUALBUAL.com, Sebanyak enam tokoh nasional akan mendapat Gelar Pahlawan Nasional di tahun ini. Berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK), Trisno Hendradi, ada enam tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Selain itu, ada juga 12 tokoh yang belum ditetapkan namun dapat kembali dipertimbangkan di tahun 2019.
Adapun keenam tokoh nasional yang telah ditetapkan sebagai pahlawan itu antara lain, Abdurrahman Baswedan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agung Hajjah Andi Depu dari Sulawesi Barat, Depati Amir dari Bangka Belitung, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, Pangeran Mohammad Noor dari Kalimantan Selatan dan KH Syam’un dari Banten.
Sementara 12 nama yang belum ditetapkan adalah Abdul Kahar Mudzakkir dan Sardjito dari DIY. Kemudian, Alexander Andries Maramis, Kolonel (purn) Alex Evert Kawilarang, Arnold Mononutu, dan Bataha Santiago dari Sulawesi Utara.
Selanjutnya ada Kolonel (purn) Mochamad Moeffreni Moe’min, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, dan Haji Usmar Ismail dari Provinsi DKI Jakarta.
Selebihnya adalah KH Masjkur dari Jawa Timur, Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat, dan SM Amin Nasution dari Sumatera Utara.
Sumber: rmol.co

Berita Lainnya
GARBI: Gelar Deklarasi di Kabupaten Indragiri Hilir
Belum Ada Imbau Siswa SD Pakai Masker, Sepekan Kabut Asap di Pekanbaru
Direktur Alokasi Pendanaan Pembangunan BAPPENAS RI Tinjau Pembangunan di Inhil
Gawat penyidik "KPK" Curanmor
Lomba Iva Test, Tembilahan Hulu Wakili Kabupaten Inhil
BPS Inhil Gelar FGD, "Sinergi Tingkatkan Partisipasi Dalam Penyediaan Data Kependudukan Berkualitas"
Cek Info 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, KPU-Bawaslu Sidak ke Priok
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak
HM Wardan: Siap Bantu Tingkatkan Penjualan Produk Keripik NIO Kite-kite
Pemuda BNN Inhil Siap Taja Kegiatan Festival Band dan Dukung Paguyuban Biker's & Scooterist
Ekonomi dan Pendidikan Meningkat Selama Kepemimpinannya, Arsyadjuliandi Rachman: Kita Harus Ngebut dan Melanjutkan Pembangunan
Kenapa! Ada Perlakuan Berbeda pada Baliho Caleg, Ini Alasan Bawaslu