BUALBUAL.com, Jalan Joko Widodo jadi presiden untuk kedua kalinya tidak mudah. Malah gara-gara Ma'ruf Amin, Jokowi besar kemungkinan pulang kampung ke Solo, Jawa Tengah.
Blunder politik yang dilakukan Ma'ruf dalam catatan Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) antara lain pernyataan diskriminatif "budek dan buta".
"Ma'ruf dipilih Jokowi dengan tujuan sebagai penyejuk saat suhu politik Pilpres memanas, akan tetapi dengan pernyataan yang berbau diskriminatif justru penunjukkannya jadi kontradiktif," sebut Panji.
Panji menambahkan, blunder politik yang dilakukan Ma'ruf bukan yang pertama kalinya. Ketua MUI itu kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang tidak perlu seperti mobil Esemka akan diluncurkan bulan Oktober yang akhirnya ramai-ramai dikritik sebagai penyebar hoax.
"Publik mulai melihat ketidakseimbangan antara pasangan Jokowi dengan Ma'ruf bukan hanya soal faktor usia semata, tetapi soal strategi Ma'ruf mengisi kekurangan Jokowi. Bukan tidak mungkin blunder politik Ma'ruf mempersulit posisi Jokowi untuk menang Pilpres," tutupnya.
Berita Lainnya
Presiden Jokowi Berpesan : Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali, Disampaikan Sebelum Menaiki Pesawat
Survei MRKI: Di Indonesia Timur, Prabowo Menang Tipis atas Jokowi
Timses Jokowi Pastikan Peserta Reuni Aksi 212 Bukan Pemilih 01
Amien Rais: Wong Sudah Hancur Lebur, Minta Prabowo Tak Perlu Serang Jokowi
Bukan Bermanuver untuk Jokowi, Syamsuar Diminta Fokus Wujudkan Janji Kampanye Pilgubri
Survei Puskaptis: Jarak Elektabilitas Makin Tipis 'Alarm Bahaya bagi Jokowi'
Hoaks! Kabar Habib Rizieq Shihab Meninggal di Sel karena Covid-19
Di Masjid Bani Umar Bintaro, Jokowi Bagikan 351 Sertifikat Tanah
Ketua terpilih Abu Nazar Buka Rekrutmen Kepengurusan KNPI Kampar Dari OKP dan Pemuda
TAGANA Kota Tanjungpinang kembali menggelar pemilihan ketua kordinator wilayah periode 2019-2022
Presiden Jokowi Simpulkan Pembakaran Hutan Di Riau Terorganisir
Pemprov Kepri Harus Siapkan Bus, Jembatan 2 Dompak Tanjungpinang Keropos 'Warga Menjerit'