PILIHAN
Panitia Sesalkan Penggembosan Reuni Akbar 212
BUALBUAL.com, Upaya penggembosan Reuni Akbar Mujahid 212 masih terus dilakukan. Diduga penggembosan acara yang mengundang pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02 itu dilakukan oleh aparat.
Ketua Panitia Aksi Reuni 212 Ustad Bernard Abdul Jabbar mengatakan upaya penggembosan dilakukan secara massif. Salah satunya yakni seperti yang dilakukan pada umat Islam yang ada di Malang.
"Kita baru saja dapat info dari Malang, ada 26 PO Bus yang sudah dibayar lunas dibatalkan. Inilah (salah satu) penggembosan dan sangat memprihatinkan untuk menggagalkan acara reuni ini," ungkapnya dalam jumpa pers di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).
Ustad Bernard mengaku sangat menyesalkan upaya penggembosan tersebut. Makanya, demi mencegah penggembosan di daerah lainnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri.
Upaya penggembosan itupun sudah dilaporkannya ke pimpinan DPR RI.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan Mabes Polri supaya tidak ada lagi penghadangan di tengah jalan. Ini sudah kami sampaikan juga ke pimpinan DPR untuk berkoordinasi dan dilindungi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar penghadangan aparat-aparat supaya dihentikan," pungkasnya.
Sumber: rmol.co

Berita Lainnya
BKD Riau: ASN Jangan Bersentuhan dengan Narkoba
Jurnalis Riau Berduka, Wartawan Senior Berdedikasi Muljadi Meningal Dunia
Bapenda Pekanbaru Turunkan Tim Copot Reklame tak Berizin, Untuk Antisipasi Pengusaha Nakal
Per Maret Tahun 2020, 0,04 Persen Tembilahan Mengalami Deflasi
Mahfud: Tidak Gebyah Uyah, Saya Hanya Sebut Tiga Kasus UIN
Ini Hasil Pertemuan Kominfo Inhil dengan Dewan Pers Pusat
Pengusaha Online Mengeluh Sosmed di Pembatasi Pemrintah, Kami Sulit Unggah Foto-foto Produk
Babinsa 01 Bangko Laksanakan Minggu Bersih Bantu Pembangunan Mushola Al Iman
Ical Prediksi Ada 6 Tokoh Bertarung Rebut Posisi Ketua Golkar
BEM UNRI Surati Walikota Firdaus, Banjir Pekanbaru Telan Korban Jiwa
Pemprov Riau Tambah Anggaran Kontingen Jadi Rp40 Miliar, Untuk PON Papua 2020
TNI Masih Terus Lakukan Pengusiran Terhadap Kapal China di Laut Natuna