PILIHAN
Hendak Kabur ke Malaysia, Oknum Guru Ditangkap di Bandara SSK II Pekanbaru Karena Sodomi Santri
BUALBUAL.com, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kampar berhasil mengamankan seorang tersangka kasus pencabulan (sodomi) terhadap santri salah satu pondok pesantren di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Pelaku ditangkap saat akan melarikan diri ke Malaysia melalui Bandara SSK II pada Selasa (15/1/2019) sore.
Tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebur adalah MH, warga Perumahan BKD 3 Desa Kualu, Kecamatan Tambang. Ia bekerja sebagai guru salah satu Ponpes di wilayah Desa Tarai Bangun.
Pria 31 tahun itu ditangkap aparat Kepolisian atas laporan Sri Munayah selaku orang tua korban DN (15) yang merupakan Santri di Ponpes tempat pelaku mengajar.
Berdasarkan keterangan Kasubbag Humas Polres Kampar, Iptu Dheni Yusra, peristiwa ini berawal pada Minggu (13/1) pagi, saat itu Sri (pelapor) sedang berada di kebun dan ditelepon oleh anaknya DN yang menyampaikan bahwa dirinya sedang ada masalah.
"Sri kemudian menanyakan masalah apa yang dialami anaknya itu. Kemudian diceritakan oleh korban bahwa dirinya telah disodomi oleh MH gurunya saat berada di kamar Ponpes tempat ia menuntut ilmu," ungkap Dheni.
Atas pengakuan anaknya itu, Sri kemudian datang ke Ponpes dan menemui Kepala Sekolah untuk menyampaikan apa yang telah dialami anaknya. Saat itu Kepala Sekolah berjanji akan mencari pelaku.
Pelapor sempat bertemu dengan pelaku dan menanyakan langsung masalah tersebut, namun dia berkilah dan tidak mengakui perbuatannya. Akan tetapi setelah itu pelaku datang ke rumah pelapor untuk meminta maaf.
"Pelapor tidak terima atas kejadian yang dialami anaknya itu. Lalu melaporkan peristiwa ini ke Polres Kampar untuk pengusutan lebih lanjut," ungkap Dheni.
Setelah menerima laporan tersebut pada Selasa (15/1), unit 3 Satreskrim langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban, serta memintakan visum terhadap korban di RSUD Bangkinang.
Dari keterangan dokter pemeriksa, diketahui pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun pada pemeriksaan lubang pelepasan korban ditemukan luka lecet pada anus dan lipatan anus yang menghilang akibat kekerasan benda tumpul.
Berdasarkan kedua alat bukti itu, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kampar dipimpin Kanit 3 Ipda Irwandy H. Turnip SH bersama anggota PPA, langsung mencari pelaku yang diketahui sedang berada di Bandara SSK II Pekanbaru saat hendak pergi ke Malaysia dengan pesawat Air Asia.
"Tersangka HM berhasil diamankan di areal parkir bandara SSK II sekira pukul 17.30 WIB, dan langsung dibawa ke Mapolres Kampar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tambah Dheni.
Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira melalui Kasat Reskrim AKP Fajri, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Disampaikan Fajri bahwa tersangka HM telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sumber: riaumandiri.co

Berita Lainnya
Bupati Inhil Hadiri Haul Syekh Samman Al Madani
Tak Seperti dulu, Kini Beli Barang dari Batam Akan Lebih Mahal, Ini Cara Menghitungnya
Untuk Umumkan Hasil Tes CPNS, Pemko Pekanbaru Tunggu Arahan dari BKN
Ada Dugaan: Camat Batang Tuaka Dikirimi Surat Panwaslu Inhil
Fokus Selesaikan Kasus Setnov Ajukan Surat Pengunduran Diri Sebagai Ketua DPR RI
Jaksa Agung Tegaskan tak Ada Kompromi Kasus Karhutla
Wow..!!! Ribuan Masyarakat Ramaikan Pasar 1.000 Durian Rokan Hulu di Objek Wisata Danau Sipogas
Pemain Timnas Titus Bonai Merumput Di Lapangan Berabu, Bawa Boscha FC 2 -1 Ungguli Mandau Family FC
Rossi Sebut Negaranya Italia seperti Zona Perang karena Wabah Corona
Syamsuar Tinjau Gedung Asrama SPN Polda Riau Guna Inap Pasien Covid-19
Tim Gabungan Kesulitan Padamkan Api, Hutan Lindung Giam Siak Kecil Terbakar
Masha Allah Polisi Rohul Sita Ratusan Paket Sabu dan Ganja 2 Kg dalam Ember di bawak seorang wanita