PILIHAN
Jejak Petualang Trans7 Hadir di Kuansig 'Angkat Budaya Lokal'
BUALBUAL.com, Jejak Petualang Program tv Nasional Trans7 mungkin tak asing lagi dimata pemirsa Indonesia, kini program tersebut hadir di Kuansing, mengangkat tema jejak budaya Kabupaten Kuantan Singingi.
Jejak petualang ini, akan disiarkan di Trans7 tanggal 5 Maret 2019 pukul 14.15 WIB. Program ini, dikemas tentang seputaran budaya Kabupaten Kuantan Singingi.
Adapun budaya yang diangkat, mulai dari pelayuran jalur mini di desa Koto Talukkuantan, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pacu jalur mini di desa Munsalo Kopah Kenegerian Kopah.
Kemudian, hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan bidang kuliner khas Kuansing, mencari dan memasak rondang karomak, sejenis rumput yang tumbuh di perairan sawah usai musim menuai. Rasa tumbuhan ini begitu nikmat. Uniknya tidak semua orang mengetaui tumbuhan karomak ini.
Selanjutnya, dihari ketiga kembali mengangkat program budaya yakni, pacu siluncur enau di desa Pulau Lancang Kecamatan Benai, pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari pencarian bahan dasar menta pelepah enau, lalu dibuatkan menjadi minatur jalur dan dicat seperti jalur asli.
"Usai pembuatan jalur ini, lalu kita adakan lombanya, diikuti anak-anak dan orang dewasa, ya cukup bersuka ria saat pelaksanaannya," ujar Mulyadi Harun, Kabid Hubungan Media Kominfo Kuansing, Ahad (24/2/2019) siang.
Dan lebih menarik lagi dihari terakhir, program yang diangkat adalah permainan rakyat sepak rago tinggi di desa Titian Modang Kopah, program ini langsung dihadiri Bupati Kuansing H. Mursini.
Sekilas tentang sepak rago tinggi ini adalah, sebuah permainan yang dahulu kalah sangat diminati rakyat, seiring perkembangan zaman permainan ini mulai punah karena sudah jarang diadakan di tiap daerah di Kuansing.
Sepak rago tinggi ini, menggunakan bola dari rotan sejenis bola takraw, untuk pemainnya mesti harus hitungan ganjil antara 7 sampai 9 orang. Uniknya, permainan ini, sebelum turun ke gelanggang pemain harus berwudu dulu serta harus memakai baju melayu.
Sebagai pelengkap, permainan ini diikuti musik tradisional rarak godang (sejenis talempong berukuran besar). Dalam permainan ini, apabila pemain terjatuh, para bidadari cantik dari kaum perempuan disiapkan untuk mengobati pemain dengan perlengkapan carono (bakul) yang berisikan sirih dan pinang, kemudian setelah diobati pemain bisa melanjutkan permainannya lagi.
"Program ini juga dimulai dari pembuatan bola, yang terbuat dari anyaman rotan, hingga sampai permainan selesai. Ya cukup menggembirakan para pengunjung yang hadir termasuk kru dari Trans7," pungkas Mulyadi Harun.**
Sumber: riauterkini.com

Berita Lainnya
Seorang Ibu Pingsan Saat Terjadi Dorong Pagar Kantor Gubernur Riau, Demo Masyarakat Koto Aman Kampar Ricuh
Preseden Buruk Demokrasi 'Interogasi Zaky Di Istana'
Besok Mulai, Cek Jadwal Disini "Proliga 2020" di Pekanbaru
BKN Pastikan tak Ada Lagi Rekrutmen CPNS dari Honorer K2
Bupati Inhil Ikuti Pembacaan Doa Peralihan Tahun 1440 H - 1441 H
Mandi di Waduk, Dari 8 Pelajar SMA di Bengkalis 1 Dinyatakan Tewas Tenggelam
Jumat Barokah Polresta Pekanbaru Kunjungi Warga Kelurahan Pesisir yang Sakit
ASN Pemprov Riau Banyak Buka YoubTube dan Nonton Film, Anggaran Internet dari Rp1,2 Miliar Tahun Ini, Tahun Depan Ditambah Jadi Rp4 Miliar
Bupati Inhil HM.Wardan Ajak Masyarakat Contoh Sifat Dan Perilaku Syekh Samman
PDP Covid-19 di Bengkalis yang Dirawat Tetap 8 Orang, 6 di RSUD Bengkalis, 2 di RSUD Mandau
Tahun Politik: Masyarakat Harus Bijak Mengunakan Sosial Media Kalau Tidak Ingin Berujung Khasus Hukum