PILIHAN
Ungkapan ’NU Jadi Fosil jika Jokowi Kalah’ BPN Anggap Menyesatkan
BUALBUAL.com, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga merasa jadi tertuduh saat ada ulama yang berceramah dengan mengatakan bahwa ajaran-ajaran Nahdlatul Ulama akan dihapuskan jika Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah dalam pemilu 2019.
Menurut Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Yandri Susanto, pernyataan itu menyesatkan dan cenderung menyerupai fitnah yang kejam.
"Kalau Ma'ruf Amin kalah, maka Prabowo-Sandi yang menang. Berarti yang dituduh Prabowo-Sandi. Kalau Prabowo-Sandi menang, kira-kira terjemahannya, tahlilan hilang, zikir hilang, NU tinggal menjadi fosil. Ini fitnah yang kejam. Ini pernyataan yang menyesatkan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Yandri di kompleks Parlemen di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
Menurutnya, daya rusak persoalan itu lebih besar karena dianggap sebagai propaganda yang memecah belah umat. Ia berharap Ma'ruf yang ada di tempat itu menyetop ceramah itu tapi tak dilakukan.
Yandri tak mengetahui alasan Ma’ruf Amin tak menghentikan ceramah itu: entah setuju atau tidak setuju. Namun dia mengingatkan, pemilu bukanlah ajang memecah belah masyarakat. “Bukan ajang meniadakan kelompok satu, dan menginjak kelompok lain.”
“Ini adalah pesta demokrasi, yang bertarung anak bangsa semua. Siapa pun yang menang, kita hormati, dan tidak mungkin Prabowo-Sandi menghilangkan tahlilan," katanya.

Berita Lainnya
Dukung Jokowi 2 Periode, Firdaus Dilaporkan ke SBY
BBM Naik Lagi! Dexlite Tembus Rp24 Ribu per Liter, Ini Daftar Harga Terbaru di Seluruh Indonesia
Kubu Jokowi Tolak Debat Pilpres Pakai Bahasa Inggris
PPP Tetap Yakin Demokrat Dukung Jokowi
31 Kepala Daerah di Jateng Dukung Jokowi 'Sandi Pertanyakan Kasus Kades di Mojokerto'
Yusril Ihza Mahendra, Kritisi Ucapan Presiden Jokowi, Politik dan Agama Harus Dipisahkan
Harga Premium Batal Naik, Demokrat: Jokowi Kurang Bijaksana
BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang Kembali Sosialisasi ke Masyarakat Kepulauan
Benarkah Jokowi Akan Keluarkan Perppu Penyadapan Ini Kata Fahri Hamzah
Tarif di Riau Lebih Mahal, Hari Ini Pertamina Resmi Menaikkan Harga BBM Non Subsidi
Presiden Prabowo Apresiasi Satgas PKH, Total Rp31,3 Triliun Berhasil Diamankan
Gaya Jokowi Menyerang Prabowo Takkan Berbuah Simpati Rakyat