PILIHAN
Nekat Tetap Buka di Bulan Ramadan, Pelaku Usaha Hiburan Malam Harus Ditindak Tegas
BUALBUAL.com, PEKANBARU - Adanya tempat hiburan malam di Pekanbaru yang masih tetap bandel beroperasi di bulan Ramadan mendapatkan sorotan dari legislatif kota Pekanbaru.
Hal ini dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Walikota Pekanbaru, yakni hiburan malam tidak diperkenankan buka saat Ramadan.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi dengan tegas mengatakan untuk memberikan efek jera, pelaku usaha harus diberikan sanksi tegas oleh pemerintah kota Pekanbaru
"Tenggelamkan, tindak tegas, karena tempat hiburan malam yang masih beroperasi saat Ramadan bahkan menjual minuman beralkohol ini telah mengangkangi aturan yang jelas-jelas telah dikeluarkan oleh wali kota Pekanbaru beberapa waktu lalu," ujar Mulyadi, Selasa (14/5/2019).
Mulyadi juga sangat menyayangkan, jika pelaku usaha tempat hiburan malam yang buka saat bulan Ramadan merupakan umat muslim. Karena seharusnya sebagai umat muslim sangat mengerti akan hukum membuka tempat hiburan malam ditambah menjual Minuman keras.
"Orang muslim yang menjual minuman keras di bulan Romadan, kemungkinan hanya dua, yang pertama gila dan yang kedua tidak paham agama. Maka butuh pembinaan mental. Kalau perlu aturan ataupun SE walikota, harus disertai tindakan hukum untuk menjerat mereka agar ada efek jera," tukas Mulyadi.
Sebagaimana diketahui, Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru, Sabtu (11/5/2019) malam mendatangi sejumlah tempat hiburan di Kota Pekanbaru.
Adapun sejumlah tempat hiburan malam yang didatangi oleh FPI Pekanbaru diantaranya Pujasera Siang Malam, Riau Food Court, Hang Out, Pujasera Suncity, Pujasera 88, Perkampungan Jondul, serta sejumlah cafe remang-remang yang berada di sepanjang Jalan SM Amin.
Dari tempat-tempat itu, didapati para pelaku usaha hiburan malam masih buka dan bahkan menjual minuman keras.
Sumber: Cakaplah

Berita Lainnya
Netizen Riau Heboh, Warga Kampar Unggah Poto di Medsos Dapat Ikan Tapah Raksasa
Memanas Pedemo Sebut Gubri Andi Rachman dan Keluarganya Terlibat Korupsi RTH Kaca Mayang
Penampakan 8 Kurir Sabu-sabu, Warga Atjeh Diamankan di Bandara SSK II
Gubri Syamsuar: Karantina Wilayah Harus Persetujuan Pusat
Maksudnya hanya bercanda, Prabowo minta maaf soal tampang Boyolali
Mahasiswa UNRI Gelar Aksi di Gedung Rektor, Tolak dikeluarkanya keanggotaan mahasiswa dari senat Universitas
Bupati Mesuji Punya 13 Mobil dengan Total Harta Rp 22,4 Miliar 'Terjaring OTT KPK'
PGN dan PHRI se-Indonesia Tandatangani Kerja Sama, Perluas Pemanfaatan Energi Baik Gas Bumi
TMMD Ke-106 Kodim 0314 Inhil, Gelar Penyuluhan Pertanian dan Perkebunan di Kecamatan Reteh
Pemko Pekanbaru Pertimbangkan Saran KPK, Tak Mampu Tarik Mobil dari Mantan Pejabat
Gisella Anastasia Bantah Video Syur yang Beredar Dirinya
Geger! Warga Temukan 1 Koper yang Berisikan Sabu dan Ekstasi di Pinggir Jalan