PILIHAN
Mahasiswa UIN Suska Riau Dilaporkan ke Polisi, Diduga karena Aksi Demo di Kampus
BUALBUAL.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Yudi Utama Tarigan, dilaporkan ke Polda Riau atas laporan kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap pejabat yang sedang bertugas.
Hal ini diketahui dari beredarnya surat laporan tertanggal pada 3 Juli 2019 lalu. Di surat tersebut menyatakan bahwa Yudi Dkk melanggar pasal 212 KUHP.
Laporan ini ternyata sudah diketahui oleh terlapor, Yudi. Saat dikonfirmasi Ketua BEM demisioner ini membenarkan bahwa ia menerima informasi tentang pelaporan terhadap dirinya oleh salah seorang pegawai di UIN Suska Riau.
"Iya, benar saya memang dilaporkan ke Polda. Tapi hingga saat ini belum ada pemanggilan dari pihak kepolisian," ujar Yudi pada Jumat (5/7/2019).
Baca: Presma UIN: Rambut Saya Ditarik, Leher Ditempel Samurai
Yudi menjelaskan bahwa ia belum tahu duduk masalah apa yang menyebabkan dia dilaporkan. Namun menurutnya, hal ini berkaitan dengan demonstrasi yang dilakukannya selama dua pekan terakhir di Kampus UIN Suska Riau.
"Selama beberapa pekan ini ada lima kali kami demo kepada Rektor terkait pemilihan Ketua Dema," katanya.
Yudi mengatakan bahwa saat ini sedang berlangsung pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa untuk menggantikan dirinya yang telah demisioner. Namun dalam proses tersebut, ada intervensi dari rektor yang tidak disukai mahasiswa. Sehingga ia pun beberapa kali melakukan aksi unjukrasa.
Dalam prosesnya, pemilihan Ketua Dema sesuai aturan yang sudah disepakati, dilakukan pemilihan secara keterwakilan. Masing-masing jurusan di UIN Suska mengirim delegasi ke kongres untuk memilih pimpinan tertinggi organisasi mahasiswa. Namun, rektor memiliki formulasi baru yang tidak disukai oleh mahasiswa.
"Kalau rektor meminta pemilihan dilakukan melalui penunjukkan rektor dengan sistem pengusulan beberapa nama kandidat. Ini tidak kami setujui, makanya kita protes," ujar Yudi.
Namun dalam demo tersebut, Yudi mengakui memang ada aksi dorong-dorongan. Namun pelaporan terhadap dirinya, dirasakannya berlebihan. "Kita demo seperti biasa kok. Tidak ada sikap anarkis. Tapi kita dianggap berbuat kekerasan," katanya.
Untuk itu, saat ini Yudi tengah menunggu untuk melakukan klarifikasi kepada Polda. Ia juga sudah menyiapkan pendampingan dari seniornya di kampus terhadap kasus ini.
"Kita berharap persoalan di UIN ini bisa segera selesai," pungkas Yudi.

Berita Lainnya
Jelang Aksi Demo RAPP Dua Ribu Anggota Kepolisian Siaga Dihalaman Kantor Gubernur Riau
Sebelum Melakukan Karantina Wilayah, Gubri Ingatkan Daerah Agar Pikirkan Ketersediaan Pangan
Kadiskes Sebut Provinsi Riau Masih Aman dari Virus Corona
Orang Rohil Harus Tahu! Sejarah Ritual Budaya Bakar Tongkang di Bagan Siapi-api
Bakesbangpol Inhil Taja Sosialisasi Pembentukan Karakter Bangsa, Budaya Generasi Muda
Diskes Imbau Anak-anak Jangan Keluar Rumah, Udara Enam Daerah di Riau Tidak Sehat
'Lanjutkan, Karyamu Telah Terbukti', Masyarakat ini Dukung Penuh Paslon Nomor 3 Wardan-SU
Inilah Alasan Yopi Arianto Mundur Sebagai Ketua DPD II Golkar Inhu
Bupati Indragiri Hilir HM Wardan Berkomitmen Membangun Pencegahan Tentang Gratifikasi di Seluruh Jajaran Pemerintahannya
Sebanyak 31 WNI Asal Riau Akan Mulai Dipulangkan
Pemprov Riau Belum Tetapkan Lokasi Baru Bandara SSK II 'Tunggu Pusat'