PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Razia KTP, Petugas Temukan Anak Bawah Umur Ngamar Bersama Pria Hidung Belang
BUALBUAL.com - Yustisi Kependudukan yang dilakukan Tim Yustsi Kota Dumai, Selasa (5/11/2019) kembali menjaring sekitar 28 orang. Operasi Yustisi di hari kedua langsung dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dumai Bambang Wardoyo SH, bersama puluhan tim gabungan, TNI, Polri, Petugas Capil, dan gabungan lainnya.
Untuk hari kedua ada beberapa titik yang menjadi target operasi, yakni di Wisma Dnusantara, kosan Mewah jalan Merdeka, kosan Babe gang Duku, Hotel Aira jalan Cempadak, dan Wisma Kurnia jalan Cempedak.
Saat Tim menyusuri Hotel Aira Jalan Cempedak, Tim Yustisi mendapati anak perempuan diduga masih dibawah umur telah tidur di kamar tersebut semalaman bersama seorang pria.
Anak diduga masih dibawah umur tersebut mengaku dari Kota Pekanbaru dan menginap bersama seorang pria. Namun saat terjaring pria yang dimaksud sudah tidak ada di hotel, hanya ada seorang perempuan yang mengaku sebagai temannya.
Mendapati anak yang diduga masih dibawah umur tersebut, tim yustisi langsung meminta identitas anak tersebut, dan ia tidak memiliki KTP. Karena tak memiliki identitas, anak yang diduga masih dibawah umur tersebut dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diproses lebih lanjut.
Sebelumnya juga tim operasi Yustisi juga menyusuri Wisma Dnusantara, kosan Mewah jalan Merdeka, kosan babe gang duku, dan Wisma kurnia jalan Cempedak.
Kasat Pol PP Dumai, Bambang Wardoyo mengungkapkan, kegiatan ini untuk menjaring masyarakat yang tidak membawa atau belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Ia menambahkan, Operasi Yustisi dilakukan Satpol PP bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Dumai dan melibatkan aparat Polri, TNI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Dumai, dan lainnya.
Lebih lanjut dijelaskanya, Operasi dilakukan untuk tertib administrasi, pasalnya kota Dumai juga merupakan kota yang berbatasan dengan negera tetangga.
“Operasi ini mulai hari ini tanggal 4-7 November 2019 mendatang, Operasi dilakukan untuk tertib Administrasi,” katanya.
Dirinya mengingatkan, bagi warga yang ingin bepergian jangan lupa membawa identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Mereka yang terjaring akan dikenakan sidang di tempat dan wajib membayar denda sesuai ketentuan yang berlaku, sebesar Rp50.000” tegasnya.
Bambang mengaku, untuk tahap kedua ini, sudah ada 28 orang yang terjaring di kos-kosan, penginapan dan lain sebagainya, 26 orang sudah mengikuti sidang, sedangkan dua orang lagi masuk di asusila.
Dirinya berharap melalui kegiatan masyarakat, bisa sadar bahwa pentingnya mempunyai KTP serta membawanya kemana pun pergi.
Sumber: cakaplah.com

Berita Lainnya
Penyelundupan Miras dan Tekstil Ilegal di Dumai Digagalkan TNI AL
Resmi Jadi Ketua DPR Novanto Akan Langsung Pelajari Usulan Revisi UU MD3 soal Formasi Pimpinan DPR
Sehari Usai Arafah, Total Nama Jemaah Indonesia Wafat Menjadi 100 Orang
Alhamdulilah Tukang Becak Di Tembilahan Rumahnya Dibedah KPSI INHIL
Kadiv Pas Riau Berharap Jangan Ada Satupun Petugas Lapas Main Narkoba
DPRD Kota Pekanbaru Mendapatkan Uang Tunjungan 17 Juta Perbulan Bagai Mana Dengan DPRD Kab Kota Yang Lainnya.!!
Sekda Inhil H. Said Syarifuddin Sebut HSNI Sarana Penyalur Informasi
Pemkab Inhil Gelar Rapat Mediasi Pembahasan Tunggakan Pajak Retribusi Dengan Sejumlah Perusahaan Telekomunikasi
Wardan Hadiri Temu Ramah Dengan Pengrajin Binaan Dekranasda Inhil
Komite Paralimpiade Mengajukan Anggaran RP 82 Miliar Untuk PON Papua
PT Sambu Guntung Kerahkan Ekskavator untuk Bangun Embung di Lokasi Karhutla
Harapan Pedagang Pasar Sail Syamsuar Bantu Atasi Persoalan Pasar