PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
WWF Minta Pemprov Riau Serius Atasi Konflik Antara Manusia dan Satwa
BUALBUAL.com - Konflik antara manusia dan satwa di Riau diprediksi akan semakin meningkat. World Wide Fund for Nature (WWF) Riau mengatakan, hasil dari monitoring mereka, 75 persen hewan penjelajah seperti gajah dan harimau Sumatera berada di luar konservasi.
Dalam beberapa hari terakhir, hewan penjelajah tersebut kembali terlihat di kawasan perusahaan. Seperti Harimau Sumatera yang terlihat di ladang minyak Zamrud, kabupaten Siak, pada Ahad (03/11/2019). Berselang 4 hari, seekor induk gajah dan anaknya juga terlihat memasuki halaman lapangan Golf PT Chevron di Duri.
Menurut Staf Komunikasi WWF Riau, Syamsidar, saat ini pemerintah provinsi Riau belum terlalu serius mengurusi rumah para satwa tersebut, dimana tempat satwa tersebut tinggal dan mencari makan sudah semakin sempit.
"Perlindungan spesies, baik dalam kawasan hutan ataupun non hutan, secara kewenangan berada di bawah KLHK. Namun tentunya harus bersinergi dan mendapat dukungan oleh pemerintah daerah, termasuk Riau," ujarnya, Jumat (8/11/2019).
Wanita yang akrab disapa Sammy ini juga mengatakan, beberapa kawasan yang disediakan untuk satwa seperti taman nasional, hutan lindung dan juga kawasan konservasi lainnya selama ini belum mendapatkan hasil yang positif.
"Untuk pemegang konsesi mereka harus menerapkan praktik pengelolaan yang baik di dalam konsesinya, termasuk melindungi satwa dan daerah jelajahnya. Itu kewajiban yang harus dilaksanakan," ungkapnya.
Menurut Sammy, saat ini kawasan yang dilindungi tersebut juga mengalami permasalahan yang sama seperti kawasan hutan lainnya.
"Kawasan konservasi dan lindung yang ada di Riau menghadapi ancaman yang sama karena perambahan, ilegal logging, dan kebakaran hutan. Termasuk perburuan satwa yang dilindungi ataupun yang bukan dilindungi," cakapnya.
Sammy berharap Pemprov Riau menindak tegas perkebunan sawit ilegal yang ada di Riau. Dan jika memang sudah terbukti ilegal, Sammy meminta Pemprov Riau bersama stakeholder terkait untuk menghentikan aktivitas perusahaan tersebut.
"Perlu penertiban dalam pemberian izin di kawasan non hutan dan tentu saja tidak memberikan izin di kawasan hutan," ujarnya lagi.
Melihat kondisi seperti ini, WWF Riau meminta agar Pemprov Riau lebih tegas lagi untuk menyelamatkan hutan dan satwa yang ada di Riau.
"Perlu komitmen yang lebih serius dalam penanganan ancaman terhadap keutuhan kawasan hutan. Karena di dalam permasalahan ini banyak kepentingan, misalnya kepemilikan lahan adalah penguasaha atau oknum yang terkait dalam organisasi kepemerintahan. Karena itu, intinya adalah komitmen untuk menagani permasalahan tersebut," katanya.
Sumber: cakaplah.com

Berita Lainnya
Cabuli Gadis di Bawah Umur,Seorang Buruh di Kampar Ditangkap Polisi
Mendagri Setuju, Gubernur Riau akan Tambah Dana Desa Rp200 Juta, Diwujudkan Tahun Ini
Memanas..!!! Fahri Hamzah: Akan Gulungkan Nazaruddin Beserta Kawan-Kawannya
Ahok - Djarot Menang di TPS Sekitar Markas FPI Pimpinan Habib Rizieq
Polresta Pekanbaru: Ini Motif 4 Pelaku Pengrusakan Baliho Gubri
Karena Sangsi Victor Pae Absen Saat Laga PSPS Riau Vs Bali United di Piala Presiden 2018
4 Qori Siswa SMP Tahfiz Madani Masjid Islamic Center Rohul Ukir Prestasi di MHQ Tingkat Asean
Dandim 0314 Inhil dan Kapolres Gelar Patroli Gabungan, Berikan Rasa Aman Bagi Jemaat yang Merayakan Natal
Waspada Corona, Pemprov Riau Liburkan Guru
Mantan Kadis dan Bendahara Dishub Rohul Diadili, Karena Telibat Korupsi Dana PJU
Gatra Siap Bantu Pemkab Bengkalis: Berulang Tahun ke-25, Bupati Amril Mukminin Ucapkan Selamat ke Gatra Media Grup
Kapten Madrid Ramos: M.Salah Beda Orbit dengan Ronaldo dan Messi