Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Siapa Bapak Kiranya? SF Hariyanto Bantah Ancaman dan Isu Cium Tangan di Sidang Abdul Wahid
BUALBUAL.com - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (3/6), berlangsung panas.
Persidangan diwarnai saling bantah antara terdakwa dan saksi, termasuk soal dugaan ancaman hingga isu cium tangan.
Dalam sidang tersebut, Abdul Wahid secara langsung mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang hadir sebagai saksi dari Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Abdul Wahid mengungkit pertemuan mereka usai pelantikan pada bulan Ramadan. Ia menyinggung adanya dugaan pernyataan bernada intimidatif yang disebut pernah disampaikan SF Hariyanto saat itu.
Di hadapan majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama, Abdul Wahid mengaku sempat diperlihatkan rekaman pemeriksaan KPK dalam perkara lain saat berkunjung ke rumah SF Hariyanto.
"Saya diperiksa di KPK. Saya agak kaget, Pak. Ini rekaman KPK sangat rahasia. Ketika saya disidik, saya mendengarkan rekaman itu. Itu yang ditunjukkan ke saya,” ujarnya.
Ia juga menyebut adanya ucapan yang dinilainya sebagai bentuk ancaman.
“Bahwa ketua hati-hati, ketua tidak bersih. Hati-hati tangan saya banyak di mana-mana, termasuk di KPK juga tangan saya ada di mana-mana,” kata Abdul Wahid, menirukan dugaan pernyataan tersebut.
Namun, SF Hariyanto langsung membantah tudingan itu. Ia menegaskan tidak pernah mengucapkan kalimat sebagaimana yang disampaikan Abdul Wahid.
“Yang ngomong kan Bapak, bukan saya yang ngomong,” jawabnya.
Saat diminta penegasan oleh majelis hakim, SF Hariyanto kembali menepis tudingan tersebut.
“Tidak benar, Pak,” tegasnya.
Abdul Wahid kemudian kembali mengangkat dugaan ucapan lain yang dinilainya bernada serupa. Namun lagi-lagi, hal itu dibantah oleh SF Hariyanto.
“Tidak pernah saya bilang,” ujarnya singkat.
Ketegangan sidang meningkat ketika Abdul Wahid menyinggung persoalan permintaan maaf hingga dugaan mencium tangan.
“Berapa kali Bapak pernah minta maaf ke saya dan mencium tangan saya?” tanya Abdul Wahid.
SF Hariyanto menanggapi dengan tegas.
“Saya tidak pernah minta maaf atau mencium tangan Bapak. Siapa Bapak kiranya? Kok saya yang minta maaf sama Bapak,” katanya.
Abdul Wahid lalu mengaitkan hal tersebut dengan upaya perdamaian yang disebut difasilitasi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Ia mempertanyakan keberadaan dokumentasi pertemuan tersebut.
Namun, SF Hariyanto tetap pada keterangannya.
“Saya tidak pernah mencium tangan Bapak. Saya sudah pernah jadi pejabat, Pak,” ucapnya.
Di akhir sesi tanya jawab, Abdul Wahid meminta agar saksi memberikan keterangan secara jujur.
“Saya ingin Bapak berkata jujur dengan baik dan benar,” katanya.
Menanggapi hal itu, SF Hariyanto menyatakan bahwa dirinya telah memberikan keterangan di bawah sumpah.
“Saya sudah sumpah, Pak,” ujarnya.
Selain Abdul Wahid, perkara dugaan korupsi ini juga melibatkan Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Muh Arief serta tenaga ahli gubernur Dani M Nursalam.
.jpg)

Berita Lainnya
Edarkan Narkotika, Pemuda Asal Menggala Tengah Ditangkap Polisi
LBHI Batas Indragiri Ingatkan Pemerintah Cepat Tanggap Atas Kerusakan Jembatan Penghubung di Kecamatan Reteh
Tiga Pelaku Tindakan Premanisme di Kecamatan Keritang Diamankan Polisi
Curi 65 Janjang Sawit, Pemuda 19 Tahun Asal Inhil Diciduk Polisi di Rohil
Polres Inhu Sikat terus pengedar Narkoba, 3 Orang berhasil diamankan
Lagi Lagi Pelaku Asusila Terhadap Anak Dibawah Umur Terjadi di Duri, Pelaku Diringkus Polsek Mandau
Sepasang Pengedar Sabu di Rengat Dibekuk Polres Inhu
Bersih-bersih Narkoba dan HP Ilegal, 100 Napi Riau Diangkut ke Nusakambangan
LHK Riau Dituduh Diduga Terima Rp 7 Miliar, Terkait Pencemaran Limbah PT SIPP di Bengkalis,
Hadapi Sidang Pra Peradilan IMA, Kajari Inhil Rini Triningsih Turun Langsung di PN Tembilahan
Lagi, Polisi Amankan Pelaku Judi Togel di Desa Sencalang Inhil
Dugaan Korupsi Pelabuhan, Kejati Riau Geledah KSOP dan Pelindo Dumai