Dana Dipangkas Pusat Rp351 Miliar
Gaji ke-13 ASN Inhu Belum Cair! Kas Daerah Seret, Pemkab Kekurangan Puluhan Miliar
BUALBUAL.com - Kondisi fiskal dan keuangan daerah yang saat ini belum stabil di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu), berdampak belum dapat dicairkan nya pembayararan gaji ke-13 bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Inhu.
Terkendala nya pembayaran gaji ke-13 bagi ASN dilingkungan Pemkab Inhu dibenarkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Inhu, Ria Herlina, SE., M.Ak., yang menjelaskan bahwa tidak adanya alokasi anggaran khusus dari Pemerintah Pusat untuk komponen gaji ke-13 memperberat beban kas daerah, mengingat total kebutuhan anggaran untuk keperluan tersebut mencapai sekitar Rp36 miliar.
"Benar, Pemkab Inhu belum membayarkan gaji ke-13 kepada seluruh ASN. Gaji ke-13 ini merupakan hak ASN dan tentu saja menjadi prioritas kami. Hanya saja dengan kondisi fiskal daerah yang sulit dan sempit seperti saat ini, tentu memerlukan waktu untuk memenuhinya," ujar Ria Herlina, Ahad (19/7/26).
Diungkapkanya, Dana Alokasi Umum (DAU) yang masuk ke kas daerah setiap bulannya adalah sebesar Rp52 Miliar. Sementara itu, kebutuhan dana untuk pembayaran gaji rutin bulanan ASN saja sudah menyedot anggaran hingga Rp36 Miliar. Jika ditambah dengan kewajiban bayar gaji ke-13 yang bernilai sama, maka total kebutuhan anggaran belanja pegawai dalam satu bulan melonjak drastis hingga mencapai Rp72 Miliar. Angka ini dinilai tidak seimbang dengan realisasi pendapatan daerah saat ini.
"Kondisi saat ini, rata-rata pendapatan daerah per bulannya—yang bersumber dari pendapatan transfer maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD)—hanya berkisar antara Rp60 hingga Rp70 Miliar," ungkap nya.
Di sisi lain, Pemkab Inhu dihadapkan pada pos belanja wajib, mengikat, serta belanja prioritas yang nilainya mencapai sekitar Rp123 Miliar setiap bulan. Belanja wajib tersebut meliputi komitmen besar seperti gaji ASN, gaji PPPK, gaji PPPK paruh waktu, biaya operasional listrik, air, dan telepon, gaji petugas kebersihan, Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Penghasilan Tetap (Siltap), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), iuran BPJS, hingga kebutuhan rutin seluruh perangkat daerah.
“Ketidakseimbangan arus kas ini dipicu oleh adanya kebijakan penurunan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Inhu yang nilainya sangat signifikan, yakni mencapai Rp351 Miliar. Ria menegaskan, situasi sulit ini tidak hanya melanda Kabupaten Inhu, melainkan juga dialami oleh beberapa daerah lain di Indonesia yang terdampak kebijakan serupa,” tegasnya.
Menyikapi ruang fiskal yang terbatas, Pemkab Inhu kini tengah menempuh langkah efisiensi yang ketat terhadap pos-pos belanja daerah. Selain itu, langkah kedinasan secara proaktif terus diupayakan untuk mencari jalan keluar.
“Pemkab Inhu tercatat telah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Riau serta kementerian terkait. Bahkan dalam beberapa waktu lalu, Bupati Inhu bersama perangkat daerah terkait telah turun langsung mendatangi Kementerian terkait di Jakarta untuk menyampaikan problematika keuangan daerah ini, sembari terus memacu peningkatan capaian PAD melalui seluruh OPD teknis,” jelasnya.

Berita Lainnya
Terbaik Untuk Daerah, Bupati Pekerja Keras Demi Kemajuan Kabupaten Inhil
Tak Semua Warga Bisa Dapat BSPS, Ini Kriteria Penerimanya
Hadiri Ekspose Kegiatan Pemurnian dan Pengembangan Padi Spesifik Kab Inhil, Bupati Berharap Kegiatan Ini Dapat Meningkatkan Produktifitas dan Pendapatan Petani
Ketua TP-PKK Inhil Buka Sosialisasi KKS dan Penanggulangan Stunting
Pj Bupati Inhil Buka Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup II Tahun 2024
Gubri Syamsuar: Permintaan Bantuan Bupati HM Wardan Terkait Longsor di Inhil Segera Kita Proses
RUPS-LB BRK Syariah Usulkan Tiga Nama Calon Pimpinan ke OJK
Polda Riau, Forkopimda dan Komunitas Driver Ojol, Gelar Doa Bersama di Masjid An-Nur
Bupati Pelalawan Lakukan Kunjungan Kerja Ke 2 Desa Di Kecamatan Kuala Kampar
Forester Goes to School, Balai P2SDM Pekanbaru Edukasi 1.365 Siswa soal Lingkungan
Mayoritas Masyarakat Adat Poco Leok Dukung PLTP Ulumbu Unit 5-6: Narasi Penolakan Dinilai Tidak Berdasar
Ketua MKA dan DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Dikukuhkan, Bupati Kasmarni Ucapkan Selamat