Sidang Tipikor Berbalik Arah?
Tak Main-Main! Pledoi 1.145 Halaman Minta Abdul Wahid Dibebaskan dari Semua Dakwaan
BUALBUAL.com - Tim penasihat hukum Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) gagal membuktikan dakwaan dalam perkara dugaan pemerasan di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau selama proses persidangan.
Penilaian tersebut disampaikan usai pembacaan nota pembelaan (pledoi) setebal 1.145 halaman dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (20/7/2026).
Ketua tim penasihat hukum Abdul Wahid, Kemal Shahab, mengatakan seluruh fakta persidangan telah dianalisis secara rinci dalam dokumen pledoi tersebut. Berdasarkan kajian itu, pihaknya menyimpulkan unsur-unsur dakwaan yang diajukan jaksa tidak berhasil dibuktikan.
"Persoalan utama dalam perkara ini terletak pada lemahnya pembuktian. Alat bukti yang diajukan di persidangan tidak cukup kuat untuk menguatkan tuduhan yang dilayangkan," ujar Kemal.
Menurutnya, keterangan para saksi yang dihadirkan jaksa juga tidak saling menguatkan. Bahkan, sejumlah kesaksian dinilai hanya berupa dugaan yang tidak didukung alat bukti lain sebagaimana disyaratkan dalam hukum acara pidana.
Kemal juga menyoroti kesaksian Dani M. Nursalam yang disebut jaksa sebagai saksi mahkota. Ia menilai keterangan tersebut tidak memiliki kekuatan pembuktian karena tidak diperkuat oleh saksi lain maupun alat bukti pendukung.
"Bagi kami tidak ada mahkotanya, sama saja dengan saksi lainnya. Pengakuannya mengenai penyerahan uang Rp150 juta kepada Marjani secara bertahap juga hanya dia yang mengaku melihat, tidak ada saksi lain yang menguatkan," katanya.
Selain itu, tim penasihat hukum menyebut terdapat perbedaan keterangan dari para saksi terkait dugaan aliran dana dalam perkara tersebut.
"Sejumlah saksi justru menyatakan peristiwa yang didakwakan tidak pernah terjadi," lanjut Kemal.
Usai pembacaan pledoi, persidangan akan memasuki agenda replik dari JPU apabila diajukan. Sidang replik dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang, kemudian dilanjutkan dengan duplik dari tim penasihat hukum pada Senin pekan berikutnya sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.
Tim penasihat hukum menyatakan optimistis Abdul Wahid akan memperoleh putusan bebas. Menurut mereka, dalam perkara pidana, putusan hakim harus didasarkan pada alat bukti yang sah dan meyakinkan. Apabila unsur pembuktian tidak terpenuhi, terdakwa dinilai layak dibebaskan dari seluruh dakwaan.

Berita Lainnya
Bersama Direktur PT GCM, Mantan Bupati Inhil Dua Periode Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi
Cegah Narkoba Sejak Dini, Polisi Beri Penyuluhan ke Siswa Sekolah Rakyat Nusantara
PT Musim Mas Jadi Tersangka! Polda Riau Bongkar Dugaan Perusakan Lingkungan Rp187 Miliar
BNN dan Satres Narkoba Polres Mesuji Berhasil Gagalkan Penyelundupan 15 Kg Sabu
Uang Jutaan dan Belasan Paket Sabu Diamankan Dalam Pengungkapan di Tempuling
Nekad Tipu Warga Hingga Ratusan Juta Rupiah, Wanita Ini Diamankan Satreskrim Polres Bengkalis
Perkosa Tetangga, AT Dibekuk Polsek Rengat Barat
Pelaku Pencurian Sepeda motor dan Hp Diringkus Polsek Sungkai Jaya
Gajah Sumatera Tanpa Kepala, Gading Dijual Rp130 Juta: 15 Tersangka Dibekuk
Perempuan Berumur Nekat Jual Sabu dan Pil Ekstasi Diringkus Polisi
Edarkan Sabu ke Kota Rengat, Dua Pria Luar Kabupaten Diamankan Satres Narkoba Polres Inhu
Pasal Narkoba, Empat Warga Lubuk Sakat Diringkus Tim Ojoloyo