PILIHAN
Penampakan Asli Mahkota Sultan Siak Sri Indrapura di Museum Nasional Jakarta
BUALBUAL.com - Sejarah telah mencatat pada tahun 1915-1949 Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Siak Sri Indrapura telah memberikan sumbangsihnya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beliau telah menyumbangkan mahkota Sultan Siak Sri Indrapura dibuat dari emas bertahtakan berlian dan uang sebesar 13 juta gulden. Diberikan secara cuma-cuma oleh Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno.
Sementara, Keberadaan mahkota berhias berlian dan permata rubi kini berada di Museum Nasional Jakarta. Sumbangsih ini dilakukan sebagai penegas bahwa Kesultanan Siak Sri Indrapura yang dipimpinnya meleburkan diri ke dalam NKRI.
Gubernur Riau, Syamsuar pada Jumat, (29/11/2019) bersama Sekda Provinsi Riau Yan Pranajaya berkesempatan melihat dari dekat Mahkota Sultan Siak di Museum Nasional di Jakarta. Sekitar satu jam Gubernur Riau menyaksikan mahkota asli di ruang Kepala Museum Nasional, Siswanto.
Penampakan asli Mahkota Sultan Siak Sri Indrapura dibuat dari emas bertahtakan berlian dan rubi dengan diameter 33 cm, tinggi 27 cm, dan berat mencapai 1.803,3 g. Mahkota ini dihiasi oleh tiga bunga teratai bertaburkan batu merah delima dan intan. Selain itu juga dihiasi dengan filigran motif sulur-sulur benang emas dan bunga. Daun-daun emas kecil dikaitkan dengan cincin menggantung di keempat lengkungan mahkota.
Kemudian, pada bagian kening terdapat inskripsi Arab yang berarti “mahkota emas”, yang terbuat dari kawat emas tipis. Mahkota emas tersebut saat ini dalam keadaan baik serta terawat dan menjadi koleksi Museum Nasional dengan nomor inventaris E 26.
Selama melihat dari dekat Mahkota Sultan Siak, Gubernur Riau Syamsuar tak henti hentinya berdecak kagum karena mahkota dari emas sebesar 1,8 Kg itu ditaburi berlian dan batu permata berwarna merah itu.
“Baru pertama kali saya melihat mahkota asli ini. Sungguh luar biasa pengorbanan sultan. Selain menyumbang satu triliun untuk Republik Indonesia, ternyata juga diserahkan mahkotanya di museum ini. Masih ada yang lain seperti keris dan lain lain. Pemprov Riau ingin menjadikan kebudayaan sebagai payung negeri kepariwisataan. Potensi budaya itu banyak, termasuk mahkota sultan ini,” kata Gubernur Riau didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal mengatakan, Mahkota Emas Kerajaan Siak itu telah resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB) dan memiliki peringkat sebagai BCB tingkat nasional.
“Peringkat ini menandakan nilai penting dari benda tersebut unggul dalam aspek estetika dan historis yang mewakili nilai penting budaya Indonesia. Sehingga Mahkota Emas Kerajaan Siak itu tidak dipamerkan untuk umum sehari-hari, dan bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang diperkenankan untuk melihatnya secara langsung di dalam Museum,” pungkas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yose Rizal. (MCR)

Berita Lainnya
Seniman Riau Harus Diperhatikan Pemprov di Tengah Pandemi Corona
Massa #2019PrabowoPresiden Tumpah Ruah Hingga Stasiun di Bandar Lampung
Mantan Biksu di Thailand Dijatuhi Hukuman Lebih dari 100 Tahun Penjara
Ustadz Cilik Rasyid Ridho Gemparkan Masyarakat Kota Batam
Dua Unit Mobil Pelaku Ikut Disita Polisi, Pencurian Aset Pemkab Inhu
Harga Jual kelapa Disetir oleh Perushaan "Petani Kelapa Inhil Terlilit Hutang pada Toke"
Tak Kunjung Diperbaiki, Kondisi Jalan Desa Bente Mandah 'Semakin Hari Semakin Parah'
Data ODP di Riau Bertambah Jadi 1823, PDP 55 Orang
Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Memakan Korban
Ayoo Pakai Smartfren Super 4G Unlimited Lite, Nikmati Kuota Tanpa Batas
Viral! Bikin Postingan Selamat Kepada Jokowi yang Bernada Kebencian, Warga Inhil Ditangkap Tim Cyber
Polres Dumai Ungkap Pelaku Misteri di Temukannya Tulang Belulang di Bukit Kapur