PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Butuh Dana 96 Juta Rupiah, Sekolah Luar Biasa Sekar Meranti Riau Butuh Donatur
BUALBUAL.com - Pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Meranti, Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau, kini mengharapkan kemurahan hati para donatur untuk membangun ruangan yang saat ini mulai rusak. Setidaknya butuh biaya sebesar Rp96 juta untuk pembangunan tersebut.
Kepala SLB Sekar Meranti, Syafrizal, ketika ditemui di Selatpanjang mengatakan, untuk saat ini bangunan yang terbuat dari papan berukuran 5 x 10 meter sudah mulai rusak. Tiang penyangga bangunan sudah lapuk dan keropos.
Bangunan baru dibutuhkan selain untuk kelancaran proses belajar mengajar, juga untuk menampung siswa berkebutuhan khusus yang saat ini jumlahnya sudah mulai banyak di daerah tersebut.
"Sekarang jumlah siswa yang sudah masuk dapodik 45 orang. Masih ada 10 orang lagi, usianya belum bisa masuk SD. Sementara ruang belajarnya, itulah yang rusak," jelas Syafrizal.
Katanya lagi, bangunan berukuran 5 x 10 meter yang hingga saat ini digunakan sebagai tempat belajar siswa merupakan sumbangan dari Kapolres ketiga Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah SIK. Sekarang, bangunan itu kondisinya sudah sangat memperihatinkan. Tongkat bangunan yang terbuat dari pohon kelapa sudah lapuk. Papan-papan yang dijadikan dinding juga sudah harus diperbaiki.
"Sudah kita hitung, untuk membangun ruangan berukuran 6 x 6 meter (beton-red) butuh anggaran sebesar Rp96 juta. Inilah kita mau cari donatur, siapapun tergerak hatinya silahkan membantu. Kita terima dengan senang hati," ujar Syafrizal.
Nantinya, Syafrizal juga akan menemui Wakil Bupati Drs Said Hasyim untuk meminta solusi pembangunan gedung 6 x 6 meter yang dibutuhkan itu.
Sebelum ini, Syafrizal juga sudah dua kali menemui Gubernur Riau, Syamsuar. Ia berharap Pemprov Riau bisa membangun fasilitas memadai untuk SLB Sekar Meranti. Sebab, siswa SLB Sekar Meranti sudah sering mengharumkan nama daerah, tak hanya dalam negeri, tetapi juga sampai di luar negeri, Abu Dhabi, tahun 2019 silam.
"Kita hanya butuh fasilitas penunjang. Karena memang kondisi bangunan yang ada sudah mulai rusak," kata Syafrizal.
Sumber: cakaplah

Berita Lainnya
Sebanyak 19 Pasien Suspect Corona di Riau Telah Dirawat, Termasuk yang Satu Orang Positif
Pererat Silaturahim, BEM UIN Suska Riau Kunjungan PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP Pelalawan)
Ratusan Massa Umat Islam Riau Gelar Aksi Bela UAS
Truk Muatan CPO Dari Pekanbaru Menuju Duri Seruduk Rumah Warga
Ternyata Bupati Bengkalis Diperiksa KPK, Tapi Anak Buah Sebut Acara Di Pekanbaru
Kenal lewat FB, siswi SMP disekap & diperkosa 2 pria selama 6 hari
Asap Semakin Pekat, 1.495 Warga Inhil Terserang ISPA
Istri Polisi Meranti Dilapor ke Bawaslu, Kediaman Dijadikan Posko Pemenangan Projo
Ketua UEK-SP 3,5 Tahun dan Eks Lurah Divonis 14 Bulan Penjara
Kang Emil: Pintu Gerindra tertutup, Itu Mah 'bukan akhir segalanya
Pemprov Riau Gelar OP Setelah Kondisi Aman Dari Covid-19
#8 Tips Liburan Zaman Now Supaya Bikin Liburan ke Korea Selatan Makin Menyenangkan