PILIHAN
Hakim PN Pekanbaru Tolak Upaya Praperadilan Plt Bupati Bengkalis Muhammad
BUALBUAL.com - Upaya Praperadilan yang dilakukan Plt Bupati Bengkalis Muhammad ditolak hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (24/3). Selama persidangan, Muhammad diketahui tidak pernah hadir dan hanya diwakilkan pengacaranya.
"Mengadili, menyatakan menerima eksepsi termohon dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau. Menyatakan menolak permohonan (Prapid) pemohon (Muhammad)," ujar hakim tunggal, Yudisilen.
Dengan demikian, status tersangka Muhammad dinyatakan harus dilanjutkan penyidikannya. Bahkan Muhammad yang kini masih buronan polisi belum juga ditangkap.
Politis PDIP itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.
Atas putusan penolakan itu, Ditreskrimsus Polda Riau dapat melanjutkan proses penyidikan perkara yang melibatkan Muhammad.
Dalam proses persidangan itu, Polda Riau tampak dihadiri oleh Wadir Krimsus AKBP Fibri Karpiananto yang mengikuti sidang praperadilan. Serta didampingi Kasubdit Tipikor, Kompol Pangucap.
Fibri menyebutkan, pihaknya akan masih tetap melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut. Selain itu, terkait keberadaan Muhammad selama ini yang menjadi DPO.
"Kami masih berupaya mencari keberadaan yang bersangkutan. Mohon doanya," kata Fibri, usai persidangan.
Terkait dengan anggapan masyarakat atas kesulitan polisi dalam menangkap Muhammad, AKBP Fibri malah mempertanyakan mengapa Muhammad bersembunyi.
"Kita kembalikan ke dia (Muhammad), diakan pejabat negara kenapa harus bersembunyi. Dimana tanggung jawabnya dia. Apakah amanah masyarakat yang diberikan ke dia, diabaikan begitu saja. Itu saja," tegasnya.
Untuk diketahui, Muhammad mengajukan praperadilan tersebut dikarenakan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Inhil.
Saat ini, Muhammad yang sempat menjadi Plt Bupati Bengkalis itu, berstatus buronan atau masuk dalam DPO.
Dalam permohonan praperadilan tersebut, Muhammad menilai, status tersangka yang disandangnya saat ini adalah tidak sah. Padahal penetapan itu atas perintah hakim ke Polda Riau, dan berdasarkan fakta persidangan.
Praperadilan itu diajukan Muhammad setelah dirinya 3 kali mangkir dipanggil penyidik Dit Reskrimsus Polda Riau untuk diperiksa sebagai tersangka.
Sumber: merdeka.com

Berita Lainnya
Tak Terbukti Papa Mintak Saham, Akom Logowo MKGR Dukung Novanto Jadi Ketua DPR Lagi
BPBD Provinsi Riau Minta Kebutuhan Logistik Satgas Karlahutla Diperhatikan
Usai Shalat Ied Adha, Bupati Inhil Gelar Open House Di Kediaman Dinas
Sepasang Mahasiswa/i UIN Suska Riau Tenggelam di Laut Rupat Utara
Inilah Sejarah Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti
Ini Identitas Pria Gantung Diri di Bawah Jembatan Sungai Gergaji
Sijago Merah Hanguskan Pasar Sungai Salak
Hadiri Acara Pisah Sambut SDN 23 Bantan, Ketua Komisi IV Sofyan Apresiasi Pengabdian Kepala Sekolah
Sat Res Narkoba Polres Inhil Tangkap Pelaku Pengedar Narkotika
Orang Melayu Jangan Sampai Tak Tahu, Berikut Makna 'Pakaian Adat Melayu Riau' Mulai dari Warna Hingga Nilai Tradisi
Enam Tersangka Penyeludupan Rokok Ilegal dari Inhil - Jambi Ditangkap Polisi
Harris: Adi Sukemi Ketua Golkar Tentu Diprioritaskan, Meski Dua Putranya Ingin Maju Pilkada Pelalawan