Airlangga Hartanto
Menkonomian RI: Pendaftaran Gelombang 1 Kartu Prakerja Dibuka Hingga 16 April
BUALBUAL.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa pendaftaran program kartu prakerja sudah resmi dibuka untuk gelombang pertama sebanyak 164 ribu peserta.
"Pendaftaran dibuka per minggu dan gelombang pertama ini akan direkrut 164 ribu peserta," ujar Airlangga dalam konferensi pers pada Sabtu (11/4).
Airlangga kemudian menerangkan bahwa pendaftaran akan dibuka hingga Kamis (16/4) mendatang pukul 16.00 WIB. Setelah itu, akan masuk ke gelombang selanjutnya.
Hasil pendaftaran gelombang pertama akan diumumkan sehari setelah tenggat waktu, yaitu Jumat (17/4).
"Apabila pendaftaran diterima, kami akan meng-kroscek datanya dengan data di tempat kami. Peserta bisa langsung memilih pelatihan yang diinginkan di berbagai toko, seperti Tokopedia, Ruang Guru, mau belajar apa, dan platform lainnya," ucap Airlangga.
Airlangga lantas menjelaskan bahwa pembayaran nantinya akan melalui fasilitas kartu prakerja dengan kode unik 16 angka.
"Jadi kartu prakerja ini bentuknya bukan fisik, tapi kartu yang bisa diakses melalui online," tutur Airlangga.
Jika belum diterima kali pertama, pendaftar dapat bergabung di gelombang kedua dan tidak perlu mengulang proses dari awal.
"Nanti akan ada petunjuk di webnya. Bagi yang kesulitan mendaftar, manajemen menyediakan call center di nomor 021-25541246. Setiap Senin sampai Jumat dari jam 8 pagi sampai 7 malam, dan juga dapat diakses melalui email di info@prakerja.go.id," kata Airlangga.
Secara keseluruhan, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta orang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat pandemi virus corona.
Selama wabah Covid-19, pemerintah mengerek jumlah insentif bagi penerima kartu prakerja menjadi Rp1 juta per bulan dari sebelumnya yang hanya Rp650 ribu per bulan.
Namun, setelah pandemi ini reda, pemerintah akan mengembalikan skema program kartu prakerja seperti semula. Artinya, penerima program itu hanya akan mendapatkan honor insentif sebesar Rp650 ribu per bulan dan biaya pelatihan Rp5 juta.

Berita Lainnya
Akhirnya Terjawab! Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus Meski Masa Aktif Habis
Menjadi Pilar Penting Informasi, Gugus Tugas Diminta Perhatikan Nasib Wartawan Peliput Covid-19
Prabowo Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi Kurang Efisien
Untuk Meramaikan Kampanye Jokowi, Panita Ditagih Massa Soal Janji Uang 50.000 Rupiah Perorang Belum Dibayar
Petani Tagih Janji Jokowi ‘Urus Sertifikat Tahunan Mandeg’
Viral! Video Oknum Bupati Kutuk dan Marah Kades Tak Pilih Jokowi
KBM-UBK: Jokowi Segera Klarifikasi Dugaan Keterlibatan BIN Di Kasus Habib Rizieq
BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang Kepri Akan Panggil 36 Perusahaan yang Berskala Besar
Optimistis Sandi, Elektabilitas Dirinya Susul Jokowi-Ma'ruf
Ngabalin: Jokowi itu Kerisnya di Belakang
Buat Lawan Virus Corona, Indonesia Kurang Belasan Juta APD
Pak Jokowi? Siapa Bermain Politik Genderuwo!