Perjuangan Bujuk Rayu Tenaga Medis Ajak PDP Covid-19 Ngamuk untuk Kembali ke Ruang Isolasi
BUALBUAL.com - N (52), pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur, yang terpaksa dipulangkan, Jumat (11/4) siang kemarin, usai mengamuk di rumah sakit, hari ini dijemput kembali untuk dimasukkan ke ruang isolasi.
Pantauan merdeka.com di kawasan tinggal pasien N, Jalan Pemuda II Samarinda, terlihat Innova KT1405 MZ dari Dinkes Samarinda lebih dulu tiba di depan rumah N, sekira pukul 15.10 Wita. Ada 3 petugas terlihat memakai baju hazmat (Hazardous Material).
"Tolong jangan mendekat. Kami mau bujuk istrinya (pasien N) dulu," kata petugas Dinkes kepada warga di sekitar lokasi berjarak sekitar 50 meter dari rumah N, Sabtu (11/4) sore.
Sekira pukul 15.33 Wita, kembali datang tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Samarinda, didampingi Polri dan TNI. Petugas dalam mobil ambulan, juga dilengkapi baju hazmat.
Empat orang berbaju hazmat, terlihat masuk ke dalam rumah N. Tidak lama, terlihat pasien N, menaiki mobil ambulan, disusul istrinya. Keduanya, meninggalkan rumahnya sekira pukul 15.45 Wita, menuju RS IA Moeis Samarinda.
Petugas BPBD Kota Samarinda berperalatan lengkap penyemprot disinfektan, melakukan penyemprotan di rumah pasien N. "Bapak itu (pasien N) cuma tinggal berdua istrinya, orang lama di sini. Anaknya ada di Bontang (masih di Kalimantan Timur)," ujar warga setempat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia mengatakan, petugas Gugus Tugas Covid-19 lebih dulu melakukan upaya persuasif.
"Iya benar (pasien N dan istri) dibawa, dirawat diisolasi RSUD IA Moeis. Kan dia sekarang mau (dibujuk)," kata Osa, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (11/4).
Osa menerangkan, pagi tadi, tim juga sudah mengambil swab pasien N dan dikirim ke Surabaya hari ini. "Sudah dikirim (swab), belum ada hasilnya," demikian Osa.
Diketahui, pasien N (52), yang masuk PDP Covid-19 di Samarinda, Jumat (10/4) mengamuk di ruang isolasi RSUD AW Syachranie Samarinda. PDP dari klaster Gowa itu, menolak dirawat di ruang isolasi. Dia sempat mengancam petugas medis, dengan kaca yang dia pecahkan di ruang isolasi. Meski sempat dipulangkan, sore ini dia dijemput kembali, dan dibawa ke RSIA Moeis.

Berita Lainnya
TKN Akui Dampak Agresivitas Prabowo, Membuat Elektabilitas Jokowi Tergerus
KPK Didesak Agar Mengingatkan Jokowi Untuk Stop Berutang
Satresnarkoba Polres Anambas, Amankan Adik Wali Kota Tanjungpinang Terkait Kasus Narkoba
UAS Angkat Bicara Terkait Wacana Kemenag RI Ingin Alihkan dana Haji untuk Penanganan Wabah Corona
JMSI Tolak RUU Penyiaran yang Bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers
Gaji 13 dan 14 ASN Keluar Cepat, BPN Prabowo Pertanyakan Alasan Jokowi
Trending, Dedek Prayudi PSI: Kecam Sandiaga dinilai kurang membaca yang samakan Jokowi dengan Najib
Ma'ruf Amin: Kampanye Memberikan Redistribusi tanah, Ferdinand Enak Saja, Tanah Negara Bukan Milik Jokowi
Warga Disoraki dan Diacungi Salam Dua Jari, Saat Mentri Luhut Puji Jokowi di Bumi Melayu Riau
Pertemuan DPD I Golkar dengan Presiden Jokowi Dinilai Percepat Konsolidasi Pilpres 2019
Hotline: Sebut Server KPU Menangkan Jokowi, Pemilik Akun @ekowBoy Tersangka
Cak Imin Minta 10 Kursi Menteri ke Jokowi, Wapres JK Nilai Tentu Berlebihan