Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Perjuangan Bujuk Rayu Tenaga Medis Ajak PDP Covid-19 Ngamuk untuk Kembali ke Ruang Isolasi
BUALBUAL.com - N (52), pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur, yang terpaksa dipulangkan, Jumat (11/4) siang kemarin, usai mengamuk di rumah sakit, hari ini dijemput kembali untuk dimasukkan ke ruang isolasi.
Pantauan merdeka.com di kawasan tinggal pasien N, Jalan Pemuda II Samarinda, terlihat Innova KT1405 MZ dari Dinkes Samarinda lebih dulu tiba di depan rumah N, sekira pukul 15.10 Wita. Ada 3 petugas terlihat memakai baju hazmat (Hazardous Material).
"Tolong jangan mendekat. Kami mau bujuk istrinya (pasien N) dulu," kata petugas Dinkes kepada warga di sekitar lokasi berjarak sekitar 50 meter dari rumah N, Sabtu (11/4) sore.
Sekira pukul 15.33 Wita, kembali datang tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Samarinda, didampingi Polri dan TNI. Petugas dalam mobil ambulan, juga dilengkapi baju hazmat.
Empat orang berbaju hazmat, terlihat masuk ke dalam rumah N. Tidak lama, terlihat pasien N, menaiki mobil ambulan, disusul istrinya. Keduanya, meninggalkan rumahnya sekira pukul 15.45 Wita, menuju RS IA Moeis Samarinda.
Petugas BPBD Kota Samarinda berperalatan lengkap penyemprot disinfektan, melakukan penyemprotan di rumah pasien N. "Bapak itu (pasien N) cuma tinggal berdua istrinya, orang lama di sini. Anaknya ada di Bontang (masih di Kalimantan Timur)," ujar warga setempat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia mengatakan, petugas Gugus Tugas Covid-19 lebih dulu melakukan upaya persuasif.
"Iya benar (pasien N dan istri) dibawa, dirawat diisolasi RSUD IA Moeis. Kan dia sekarang mau (dibujuk)," kata Osa, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (11/4).
Osa menerangkan, pagi tadi, tim juga sudah mengambil swab pasien N dan dikirim ke Surabaya hari ini. "Sudah dikirim (swab), belum ada hasilnya," demikian Osa.
Diketahui, pasien N (52), yang masuk PDP Covid-19 di Samarinda, Jumat (10/4) mengamuk di ruang isolasi RSUD AW Syachranie Samarinda. PDP dari klaster Gowa itu, menolak dirawat di ruang isolasi. Dia sempat mengancam petugas medis, dengan kaca yang dia pecahkan di ruang isolasi. Meski sempat dipulangkan, sore ini dia dijemput kembali, dan dibawa ke RSIA Moeis.

Berita Lainnya
HMI Akan Lapor Polisi, Soal Dituduhan Terima Suap Agar Tak Kritik Jokowi
Diresmikan atau Cuma Dikunjungi Presiden Jokowi, PT HK Tetap Siapkan 2 Alternatif di Tol Pekdum
Menteri Jokowi Jilid 2, PKB Riau Sorong Nama Lukman Edy
Harga Avtur Turun, Berkat Bisikan CT ke Jokowi
Mulai 3 Mei 2020, PLN Gratiskan Tarif Listrik Bisnis dan Industri Kecil Selama 6 Bulan
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Tetap Dilakukan Secara Langsung
Selain Bikin Gaduh Koalisi, Manuver Politik Nasdem Juga Buat Kecewa Jokowi
Hadapi Jokowi, Aset Bernilai 1 T Rachmawati Ingin Berikan Ke Prabowo
Taat Pajak Daerah, PHR Raih Penghargaan Pekanbaru Tax Award 2023
Menteri Yasonna Pastikan Jokowi Ogah Keluarkan Perppu untuk Gantikan UU KPK
Video Viral! Pria ini Ancam Bunuh Jokowi, Prabowo Didesak Bersuara
Presiden Jokowi: Lockdown Apa Sih, Orang Enggak Boleh Keluar Rumah, Transportasi Terhenti