Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Peneliti LIPI Sebut Ada Kesalahpahaman Suhu Tinggi Perlambat Penyebaran Covid-19
BUALBUAL.com - Peneliti bidang mikrobiologi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra menilai, ada kesalahan pemahaman jika menganggap faktor suhu udara memperpendek masa hidup virus Covid-19.
Termasuk suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembapan udara dalam mempengaruhi kecepatan, kematian virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori.
Sugiyono menjelaskan, penelitian tersebut merupakan hasil analisis data jumlah penderita Covid-19 di berbagai negara. Dikaitkan dengan kondisi lingkungan setempat yang memang sebagian besar penderita Corona, terkonsentrasi pada wilayah bumi belahan utara yang sedang mengalami musim dingin.
"Jadi hasil penelitian itu hasil korelasi dari jumlah penderita Covid-19 di berbagai negara dikaitkan dengan kondisi lingkungan setempat, jadi hanya baru korelasi hipotesis (dugaan sementara) belum ada penelitian spesifik soal ini," ujar Sugiyono saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (25/4).
"Ada kesalahanpemahaman tentang suhu tinggi, kelembapan memperlambat penyebaran Covid-19. Mungkin hanya berdasar pengetahuan umum saja, bahwa semakin tinggi temperature, ketahanan virus akan semakin rendah. Namun, faktanya semua negara terjangkit tidak terpengaruh faktor lingkungan," tambahnya.
Tetapi, kata Sugiyono, ketika virus sudah terpapar dan masuk ke dalam tubuh itu bisa langsung ditularkan secara cepat lewat kontak langsung (droplet). Faktor lingkungan sudah tidak akan berpengaruh.
"Yang jelas dari bukti sejauh ini, virus Covid-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab, bisa menyerang siapapun dan dimanapun, tidak memandang ras maupun letak geografisnya," terangnya.
Walaupun, kondisi suhu bisa berpengaruh terhadap penyebaran virus seperti influenza (flu) tapi tidak untuk Covid-19. Oleh sebab itu, Sugiyono meminta masyarakat dan pemerintah tetap mengupayakan pencegahan yang optimal, tidak menganggap kondisi suhu bisa mengurangi penyebaran virus corona.
"Jangan sampai kita beranggapan bahwa di daerah tropis, seperti Indonesia dimana suhu dan kelembabanya tinggi, Covid-19 tidak akan menyebar separah di China dan beberapa negara Eropa. Tetap harus diupayakan pencegahan dan penanggulangan secara optimal," imbaunya.
Lebih jauh, saat ditanyakan apakah faktor peningkatan kesembuhan pasien Covid-19 hingga angka 1002 orang, data 24 April kemarin karena ada faktor suhu. Sugiyono, tidak menyakini angka kesembuhan yang meningkat pesat karena faktor suhu.
"Saya no comment, tapi untuk itu, sepertinya tidak ada faktor suhu atau kelembapan. Tapi faktor pelayanan medis dari tenaga medis kita," pungkasnya.
Jokowi Sebut Suhu Udara di Indonesia Bisa Matikan Virus Corona
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut, suhu udara di Indonesia dapat memperpendek masa hidup virus Covid-19.
Hal itu disampaikan Jokowi setelah mendengar pernyataan dari pejabat Department of Homeland Security dari pemerintah Amerika Serikat terkait penelitian terhadap virus Covid-19.
Berdasarkan hasil penelitian itu, suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembapan udara memengaruhi kecepatan kematian virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori.
"Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembapan, dan adanya paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori," ujar Jokowi dikutip dari keteran pers Sekretariat Presiden, Jumat (24/4).
Menurut dia, hasil penelitian itu menjadi berita menggembirakan bagi Indonesia yang beriklim tropis dengan suhu yang panas, udara lembap, dan kaya sinar matahari.
Meski begitu, Jokowi tetap mengingatkan agar masyarakat terus menjalankan protokol pencegahan penularan virus corona secara disiplin.
"Namun demikian, jangan lupa protokol pencegahan penularan Covid-19 harus terus kita jalankan secara disiplin dengan disiplin yang kuat. Satu, cuci tangan, selalu cuci tangan," ujarnya.
"Yang kedua, selalu menggunakan masker. Yang ketiga, jaga jarak. Dan yang keempat tingkatkan imunitas, tingkatkan daya tahan tubuh," sambung Jokowi.

Berita Lainnya
Olaboraksi Rotte Foundation Serahkan Bantuan Sembako Untuk Terdampak Covid-19
Alhamdulillah, Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Keritang, Inhil Dinyatakan Sembuh
Dinkes Inhil Berikan Tips Atasi Nyeri Tubuh Pada Ibu Hamil
Dinkes Inhil Beserta OPD Terkait dan Juga Ketua TPPS Inhil Hadiri acara Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Provinsi Riau
Pesan Penting dari Dinkes Inhil Kepada Masyarakat Hadapi Sindrom Lennox Gastaut pada Anak Usia 3-5 Tahun
Ersan: Alhamduilllah, Hasil Rapit Test Keluarga PDP Meninggal di Bengkalis Negatif
Sebanyak 12 Kabupaten Di Riau Sudah Menerima Vaksin
Kunjungi Posyandu Semangka Pj Ketua PKK Inhil dan Kadinkes Pastikan Pelayanan Posyandu Berjalan Dengan Baik
Dinkes Inhil Gelar Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi IRTP
Asnawi: Insya Allah, Gedung RSUD Puri Husada Tembilahan Segera Difungsikan Tahun depan
Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Dinkes Inhil Laksanakan Berbagai Pelayanan Kesehatan
Dinkes Inhil Berbagai Inisiatif Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif: Mari Kita Membangun Kesejahteraan Masyarakat