Fendri Jaswir: Pihak Sekolah Harus Bertanggung Jawab 'Viralnya Hura-hura Perayaan Kelulusan Siswa di Rohul'
BUALBUAL.com - Aksi tidak terpuji yang dilakukan sekelompok siswa yang di Rokan Hulu, Riau saat merayakan kelulusan sekolah membuat banyak pihak geleng-geleng kepala. Apalagi hal itu dilakukan ketika pandemi Covid-19 dan bulan Ramadan.
Menyikapi hal itu Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Ir. H. Fendri Jaswir, MP mengaku prihatin. Mantan anggota DPRD Riau itu menilai siswa yang berpenampilan seronok dan hura-hura ketika merayakan kelulusannya itu tidak menggambarkan sikap, perilaku, etika dan moral seorang siswa yang sedang menjalani pendidikan. Tindakan oknum siswa tersebut sudah melampaui batas-batas etika dan moral yang diajarkan di sekolah.
"Pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Sebab, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau sudah mengingatkan secara tertulis kepada Kepala SMA dan SMK Negeri, agar dalam pengumuman kelulusan menghindari kontak langsung, kerumunan siswa, dan coret-coret pakaian dan hura-hura siswa. Karena itu, pengumuman dilakukan malam hari pukul 21.00 WIB melalui website sekolah," kata Fendri, Senin (4/5/2020).
Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Ir. H. Fendri Jaswir, MP
Dikatakan Fendri lebih lanjut, peristiwa yang terjadi di SMAN 1 Kunto Darussalam boleh jadi lolos dari kontrol pihak sekolah. Namun seharusnya pihak sekolah sudah bisa mengantisipasinya dari awal. Pihak sekolah juga bisa minta bantuan pihak kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Dinas Pendidikan Provinsi Riau diminta mengambil tindakan terhadap pihak sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kepada oknum siswa yang telah membuat 'keonaran' dengan melakukan tindakan-tindakan kelewat batas seperti yang telah diakui oleh oknum siswa, perlu diambil tindakan dan sanksi seperti menahan ijazahnya atau tindakan lain sesuai dengan peraturan yang berlaku," katanya lagi.
Fendri menyebut, dari peristiwa ini perlu diresapi bahwa di ujung jenjang pendidikan itu ada tiga hal yang harus dicapai yakni Pengetahuan (kognitif), Sikap (afektif), dan Keterampilan (psikomotorik). Ketiga hal ini harus seimbang, bahkan sikap atau moral seharusnya lebih banyak diajarkan.
"Roh dari pendidikan di Bumi Melayu ini adalah akhlak dan moral. Karena itu, pendidikan agama, PPKN, muatan lokal Budaya Melayu Riau, dan konseling, harus diperkuat dan bersinergi di masa mendatang. Kita berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang," tutup Fendri.

Berita Lainnya
Gepeng Marak di Pekanbaru, Wako Minta Satpol PP dan Dinsos Lakukan Razia
2 Pria Dan 1 Wanita Pelaku, Narkoba Jenis Shabu di Amankan Team Reskrim Polsek Mandau.
KPU Serahkan Hasil Penelitian Administrasi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil, Semua Pasangan Terdapat Kekurangan Kelengkapan Dokumen
Perjuangan PLN Untuk Alirkan Listrik ke Desa-Desa di Inhil
Yuk! Menelisik Kearifan Lokal Suku Bugis, Lewat Tradisi Mappalette Bola
Disnakertrans Riau, Membenarkan Pembangunan Fly Over Pasar Arengka Makan Korban Jiwa
Di Iming Imingi Petasan,Bocah 12 Tahun Ini Diperkosa
Kegiatan Gerakan Satu Hati Sukses, Lurah Tagaraja Supiansyah Berharap Masyarakat Bisa Memahami Bahayanya Stunting Bagi Anak-anak
Wabub Inhil Sambut Kedatangan Rombongan Polda Riau
BKSDA Provinsi Riau Beri Bantuan APD ke RSUD Arifin Achmad
HM. Wardan Menjawab Keritikan Masyarakat Dengan Kerja Bukti Nyata Sampai Kepelosok Desa
Indonesia Butuh Pemimpin Dengan Solusi, Bukan Yang Hanya Bisa Menuding