Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Diare dan Kurang Nafsu Makan, Awas Bisa Jadi Gejela Awal Covid-19
BUALBUAL.com - Mulai saat ini sebaiknya mesti mulai lebih waspada jika mengalami gangguan pencernaan seperti diare.
Hal itu bisa jadi merupakan sebuah gejala awal dari infeksi virus corona atau Covid-19.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu, (6/6/2020), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, mengungkap bahwa berdasarkan penelitian dari China sepertiga kasus Covid-19 yang ditemukan mempunyai keluhan diare.
"Pasien bisa datang dengan demam dan diare. Sedang gejala batuk dan sesak bisa datang kemudian. Pada pasien yang mempunyai gejala pencernaan dan usus atau gastrointestinal, disertai diare, pada feses juga dapat ditemukan adanya virus Covid-19," ujar Ari dalam keterangannya.
Ia melanjutkan, meski demikian, sampai saat ini penyebaran virus Covid-19 belum terjadi secara fecal oral atau melalui makanan, seperti pada penyakit demam thypoid atau pada infeksi rotavirus pada saluran cerna.
"Tetapi ada catatan menarik, pada pasien yang gejala awalnya diare, hilangnya virus dari tubuh akan lebih lama dibandingkan pada pasien yang tidak mempunyai gejala gastrointestinal.," kata Ari.
Penelitian yang dilakukan oleh Jin dkk dari China yang melakukan investigasi pada 74 pasien yang terinfeksi covid-19 dengan gejala gastrointestinal seperti diare, mual dan muntah.
Menariknya, dari penelitian ini ternyata 28% dari pasien dengan gejala gastrointestinal ini tidak mempunyai gejala pernafasan.
Jika dibandingkan dengan kelompok pasien tanpa keluhan gastrointestinal yang berjumlah 577 pasien, ternyata pasien dengan gejala gastrointestinal ini komplikasinya lebih berat.
"Lebih banyak pasien dengan demam lebih tinggi dari 38.5 derajat celcius, banyak keluarga yang tertular dan lebih banyak terjadi gangguan liver ditandai dengan peningkatan kadar SGOT/SGPT," ujar Ari.
Secara umum dari laporan yang ada memang gejala gastrointestinal pada pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dengan angka kejadian yang bervariasi gejala diare bisa ditemukan pada umumnya pada 2-10 persen kasus, mual terjadi pada 2-15 persen kasus, muntah terjadi pada 1-5 persen kasus sedang nyeri perut terjadi 2-6 persen kasus.
Pada umumnya nafsu makan menurun bahkan sampai 80 persen kasus. Belum lagi pada pasien dengan covid-19 dapat mengalami gangguan penciuman dan gangguan kecap yang memperburuk nafsu makan.

Berita Lainnya
Riau Dikelilingi Provinsi Yang Tinggi Kasus Covid-19, Gubri Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Bayi Berusia 2,5 Tahun PDP Corona Meninggal Dunia
Hari Ini, Lampung Utara Bertambah Satu Pasien Positif Covid-19
Seminggu Terakhir, Jumlah ODP Covid-19 di Bengkalis Setiap Hari Berkurang 12 Orang
Polres Lampung Utara bersama Dinkes Monitoring Larangan Penjualan Obat Sirup di Apotek
Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil Ajak Masyarakat Melakukan Pengecekan Rutin Mendengar Stunting dan Gizi Buruk
Kadiskes Inhil: dengan Rutin Berolahraga dan Memastikan Asupan Kalsium Cegah Osteoporosis
RSUD Mandau Lagi Gelar Vaksinasi Pegawai Dan Karyawan
Hasil Pengukuran Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Tahun 2022 - 2024
Prevalensi Stunting Di Mandah Mengalami Penurunan
Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2023
Dinkes Inhil Buka Pertemuan Pandu PTM Bagi Pengelola dan Dokter Puskesmas