Diare dan Kurang Nafsu Makan, Awas Bisa Jadi Gejela Awal Covid-19
BUALBUAL.com - Mulai saat ini sebaiknya mesti mulai lebih waspada jika mengalami gangguan pencernaan seperti diare.
Hal itu bisa jadi merupakan sebuah gejala awal dari infeksi virus corona atau Covid-19.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu, (6/6/2020), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, mengungkap bahwa berdasarkan penelitian dari China sepertiga kasus Covid-19 yang ditemukan mempunyai keluhan diare.
"Pasien bisa datang dengan demam dan diare. Sedang gejala batuk dan sesak bisa datang kemudian. Pada pasien yang mempunyai gejala pencernaan dan usus atau gastrointestinal, disertai diare, pada feses juga dapat ditemukan adanya virus Covid-19," ujar Ari dalam keterangannya.
Ia melanjutkan, meski demikian, sampai saat ini penyebaran virus Covid-19 belum terjadi secara fecal oral atau melalui makanan, seperti pada penyakit demam thypoid atau pada infeksi rotavirus pada saluran cerna.
"Tetapi ada catatan menarik, pada pasien yang gejala awalnya diare, hilangnya virus dari tubuh akan lebih lama dibandingkan pada pasien yang tidak mempunyai gejala gastrointestinal.," kata Ari.
Penelitian yang dilakukan oleh Jin dkk dari China yang melakukan investigasi pada 74 pasien yang terinfeksi covid-19 dengan gejala gastrointestinal seperti diare, mual dan muntah.
Menariknya, dari penelitian ini ternyata 28% dari pasien dengan gejala gastrointestinal ini tidak mempunyai gejala pernafasan.
Jika dibandingkan dengan kelompok pasien tanpa keluhan gastrointestinal yang berjumlah 577 pasien, ternyata pasien dengan gejala gastrointestinal ini komplikasinya lebih berat.
"Lebih banyak pasien dengan demam lebih tinggi dari 38.5 derajat celcius, banyak keluarga yang tertular dan lebih banyak terjadi gangguan liver ditandai dengan peningkatan kadar SGOT/SGPT," ujar Ari.
Secara umum dari laporan yang ada memang gejala gastrointestinal pada pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dengan angka kejadian yang bervariasi gejala diare bisa ditemukan pada umumnya pada 2-10 persen kasus, mual terjadi pada 2-15 persen kasus, muntah terjadi pada 1-5 persen kasus sedang nyeri perut terjadi 2-6 persen kasus.
Pada umumnya nafsu makan menurun bahkan sampai 80 persen kasus. Belum lagi pada pasien dengan covid-19 dapat mengalami gangguan penciuman dan gangguan kecap yang memperburuk nafsu makan.

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Tanjungpinang Sosialisasi Aplikasi SIPP versi Terbaru ke Petugas Rumah Sakit
Upaya Pencegahan Penularan Rabies Dinkes Inhil Bersama Petugas Puskesmas Lakukan Penyuluhan ke Masyarakat
Satu PDP Rohil Hari Ini Dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Pekan Baru
Jeritan Bayi Dari Alam Kubur, Diduga Kurangnya Pelayanan di RS Permata Hati
Warga Diminta Waspada! Kasus DBD di Riau Meningkat, Ini Datanya
Terbanyak di Tenayan Raya, Ada 368 Kasus DBD di Pekanbaru
Dinkes Gelar Pencanangan Crash Program Serentak se Inhil, Wanna: Wanhar Agar Anak Terhindar dari Penyakit Polio Hanya Bisa di Cegah dengan Imunisasi
Sebanyak 13.295 Dosis Vaksin Rabies Disuntikan ke Hewan Peliharaan di Riau
ODP Covid-19 di Kabupaten Bengkalis Berada di Posisi Ketiga Paling Sedikit di Provinsi Riau
Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Pengelolaan Data Aplikasi SI-SDMK dan RENBUT
Ikut Serta dalam Pemecahan Rekor MURI, Dinkes Inhil Gelar Aksi Bergizi Nasional
Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II Sudah Sampai di Riau, Yuk Kita Lihat!